ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Andini berulah lagi


__ADS_3

Dina dan Melly terus mundur mandir layaknya setrikaan rusak. walaupun penampilan mereka begitu sempurna dan siap menghadiri pesta yang di bicarakan Reval pagi tadi.


Keduanya tetap ragu untuk menghadiri pesta itu. Melly mengunakan gaun tanpa lengan dengan panjang sampai mata kaki, terdapat belah di sebelah kanan, dari bawah sampai hampir pertengahan paha sementara bahu serta punggungnya terekspos sempurna. Gaun berwarna hitam itu terlihat begitu kontras dengan kulit Melly yang putih tanpa goresan. ditambah Rambut yang sengaja ia gulung keatas membuat dokter cantik terlihat semakin seksi. Wajahnya dipoles dengan make up natural dan lipstick pekat.


Hal serupa juga dilakukan Dina pada wajahnya. jika Melly mengunakan gaun tanpa lengan berwarna hitam maka Dina mengunakan gaun lengan Sabrina berwarna merah maroon. yang bedakan kedua gaun itu bukan warnanya saja, sebab gaun yang digunakan dina tidak memiliki belahan ditambah sedikit lapisan renda di depannya dengan rambut yang sengaja di gerai begitu saja.


Sementara Luna mengunakan gaun berwarna biru Dongker senada dengan Kemeja yang di gunakan Reval. gaun yang di gunakan Luna sama dengan yang digunakan Melly yang membedakan hanya warna, sengaja mereka memilih dua mode gaun yang sama dengan warna berbeda. Dan Nurul memilih gaun berwarna gold tentunya sama dengan gaun yang digunakan Dina.


" Lun, aku tidak yakin." Ucap Dina, ini pertama kalinya ia berpenampilan seperti ini.


" Aku juga! sebaiknya hanya kalian yang pergi, kita berdua disini saja! siapa tahu bunda butuh bantuan buat jagain Ella sama Rendra." Sahut Melly.


" Sayangnya bunda tidak membutuhkan bantuan kalian berdua sayang, sebaiknya kalian Segera pergi. Kepala bunda pusing melihat kalian berdua yang bulak balik kesana-kemari." Bunda vio menunjuk Dina dan Melly yang sejak tadi tidak bisa diam.


Sungguh Mertua dan menantu yang begitu kompak, kalau sudah bertitah tidak ada yang bisa membantah.


" Kalian berdua Santai saja, kan ada aku." Luna meyakinkan Dina dan Melly.


" Tapi_" Ucap Dina dan Melly secara serempak dan langsung di bantah Luna.


" Udah nggak ada tapi tapi, Ayo." Mau tak mau Melly dan dina pun ikut.


Tapat jam tujuh lewat empat puluh lima menit, Reval, Luna dan teman temannya memasuki ballroom hotel bintang lima dimana acara itu diselenggarakan.


Reval bergandengan tangan dengan Luna, di ikuti Melly dan Dina yang berada dua langkah dibelakang mereka serta Nurul dan putra.


" Silahkan mbak, mas." Ucap salah satu pengurus acara temannya Reval sambil mengantar mereka di tempat duduk yang telah di sediakan.


Meja bundar dengan enam kursi di sekitarnya menjadi pilihan leleki yang mengantar mereka, sebab meja yang lain hanya terdapat empat kursi.


" Aku baru pertama kali menghadiri pesta seperti ini." Ucap Dina. " Ka Melly?"

__ADS_1


" Baru dua kali dengan ini." Melly mencicipi minuman berwarna merah yang ada di hadapannya sebelum kembali melanjutkan ucapannya." Selebihnya hanya kekasih atau wanita yang dia inginkan yang mendampinginya."


" Pantas saja aku tidak pernah bertemu dengan kamu! walaupun aku tahu Dion telah beristri." Melly menaikkan kedua bahunya, ia tidak terlalu ingin tahu dengan leleki itu atau membahas kisah mereka yang menyedihkan itu.


" Kenapa bertahan jika tahu dia tidak setia." Kali ini Putra yang bersuara.


" Simbiosis mutualisme." Semuanya langsung menatap Melly. " Jangan menatapku seperti itu, Aku bukan penjahat disini." Sarkasnya, membuat ia menjadi pusat perhatian semua orang termasuk lelaki yang tengah mereka bicarakan karena volume suaranya sedikit tinggi.


" Awalnya mungkin karena cinta, tetapi sayangnya dia tidak berubah dan masih suka bermain dengan wanita di luar sana, tentunya aku tidak ingin rugi dan berakhir layaknya wanita yang di tindas seperti di sinetron-sinetron itu. Toh dia mendapat penghangat ranjang jika dia bosan jajan di luar dan aku mendapat Duitnya untuk gelar pendidikan serta pekerjaanku yang sekarang. Cukup Adil donk." Jelas Melly tanpa raut berdosa sedikit pun.


" Kayanya aku harus belajar sama kamu! hitung itung buat jaga jaga aja sih." Sahut Nurul dan langsung mendapat protes dari sang suami.


" Kamu juga ingin seperti itu." Tanya Reval.


" Masih aku pikirkan." Jawab Luna.


Obrolan mereka pun terhenti Karena MC memulai acaranya. Setelah itu penyambutan yang punya Acara. Begitu penyambutan selesai Reval mengajak Luna dan yang lain untuk memberikan ucapan selamat kepada yang punya acara.


" Aku heran deh jeng! Kenap di acara semewah ini, mereka harus mengundang wanita wanita murahan seperti mereka." Ucap seorang wanita paruh baya yang tidak lain adalah ibunya Jayden. kepada beberapa kenal mereka.


" Siapa jeng." Tanya wanita yang sebaya dengan Andini. di angguki wanita sosialita yang lain. sedangkan Anita tersenyum mendengar ibu mertuanya menyindir mantan madu dan teman temannya.


" Tuh, liat aja penampilan mereka yang seperti jala ng." Tunjuknya kepada Luna dan yang lain.


Mendengar hal itu Melly dan Luna tidak tinggal diam. mereka langsung menghampiri Andini di ikuti Dina dan Nurul.


" Tante tahu nggak! biasanya orang yang suka mengujing orang lain, itu sebenarnya mereka sedang membicarakan diri mereka." Ucap Melly.


" Jangan kurang ngajar ya kamu! dasar perempuan matre, setelah kamu kuras duit keponakan saya untuk mengejar cita cita kamu, terus kamu tinggalkan dia begitu saja dasar perempuan tidak tahu terima kasih."


" Nyonya Andini yang terhormat, Adik ipar anda tidak masalah dengan perceraian kami kenapa Tante yang berkoar koar layaknya orang kebakaran jenggot."

__ADS_1


" Tante, harusnya Tante ingat umur, gimana perasaan Tante kalau anak perempuan Tante di kata katain kaya gitu." Ucap Luna.


" Jangan samakan anak saya dengan kalian, karena dia tidak seperti kalian."


" Sayang ada apa ini." Tanya Reval. yang entah sejak kapan sudah berada di antara mereka.


" Mertua mantan istri kamu tuh, ngatain kita wanita nggak benar." Aduhh Luna. Reval langsung melayangkan tatapan tajam dengan tangan yang terkepal. Reval melangkah mendekati Andini dan Anita.


" Val." Panggil Jayden. membuat langkah Reval terhenti. " Maafkan mamaku ya, aku janji hal ini tidak akan terulang lagi."


" Ayo, sebaiknya kita duduk." Ajak putra.


" Sekali lagi anda menjelek jelelkan istri saya, Tidak peduli anda wanita atau pria, orang tua atau anak anak saya akan menghancurkan wajah anda." Reval menunjuk wajah Andini.


" Val yang kamu tunjukkan itu ibu aku_"


" Dan yang dia hina itu istri aku, ibu dari anak anakku! jika tidak mau terjadi sesuatu dengan ibu kamu, suruh dia jaga Ucapanya." Ancam Reval, ia tidak peduli dengan tatapan semua orang. sebab yang dia tahu dia cuma ingin melindungi nama baik serta memastikan istrinya baik baik saja.


Mereka semua kembali ketempat duduk mereka. sementara Jayden langsung mengantar ibunya dan Anita pulang. Acara itu pun terus berlanjut walaupun sedikit ada ketegangan karena ulah ibu Jayden.


.


.


.


.


Bersambung.


...Happy reading..💋💋...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan komen..👍🙏...


__ADS_2