
Kita fokus untuk hubungan Reval dan Luna Dulu ya.😘😘 Skip.
...💋💋💋💋💋...
Waktu bergulir dengan begitu cepat, Tidak terasa waktu cuti Luna tinggal 1 Minggu lagi, membuat ia dan Reval menjadi dilema, Sebab dari hari ke hari Ella semakin dekat dengan Reval.
Sebenarnya Reval ingin Luna berhenti bekerja untuk mengurus Kedua anaknya. Seandainya Luna menolak, paling tidak ia kembali berkerja disini sehingga Reval tidak perlu jauh dari Naela dan Narendra.
Andai saja, hubungannya dengan Luna bisa seperti pasangan yang lain, Mungkin Reval tidak akan sesungkan ini untuk meminta Luna pindah tempat kerja.
Setelah makan malam, Reval kembali ke kamarnya dan duduk di balkon untuk memikirkan hal ini.
Tanpa Reval sadari Luna kini sedang menatapnya sambil melipat kedua tangan didada.
" Kamu mikirin apa." Tanya Luna, membuyarkan lamunan Reval. " Kenapa." Tanya Luna lagi, saat Reval tidak menjawab pertanyaannya. ia tahu ada sesuatu yang mengganjal di hati suaminya.
Alih alih menjawab pertanyaan Luna, Reval justru memberanikan dirinya untuk bertanya, ia tidak mungkin selamanya diam dan membiarkan istrinya itu pergi lagi. " Apa kamu akan kembali ke tempat kerjmu?" Luna menatap sendu suaminya, seraya menganggukkan kepalanya.
" Ternyata ini yang di pikirkan Reval sejak tadi." Pikir Luna, tanpa Reval tahu luna juga memikirkan hal yang sama.
" Mau bagaimana lagi itu tugas ak_"
" Bagaimana dengan anak kita! Aku." Potong Reval sebelum Luna menyelesaikan ucapannya.
" Memangnya kamu kenapa? Terus aku harus apa?"
"Aku butuh kamu! kamu istriku, Apa tidak bisa kamu tetap di sisiku, tidak masalah jika kamu tidak ingin melakukan tugas kamu sebagai istri." Ucapan Reval barusan membuat ia sadar akan satu hal, selama ini, Reval tidak pernah meminta haknya. padahal kedua anaknya sebentar lagi berusia tiga bulan. " Tetapi Aku mohon Jangan kembali, kamu bisa meminta Melly untuk mengurus kepindahan kamu kembali ke Jakarta." Sambungnya.
__ADS_1
" Tapi itu tidak mudah." Reval tersenyum mendengar ucapan Luna, ia pikir Luna akan marah saat dia mengusulkan hal ini. tetapi pada kenyataannya tidak seperti itu.
Reval berjalan menghampiri Luna." Bukan berarti tidak bisakan Sayang." Sahut Reval sambil mengecup pipi Istrinya. Reval menarik tubuh Luna membuatnya masuk dalam dekapan Reval
" Aku Akan membantu untuk mengurus kepindahanmu sayang." Reval kembali mencium puncak kepala Istrinya, berulang ulang.
" Baiklah terserah kamu saja aku mau tidur."Luna memilih mengakhiri obrolan mereka, sebab ia tidak bisa terlalu lama dalam posisi seperti ini. Hal itu tidak baik buat kesehatan jantung serta Jiwa j*langnya yang meronta ronta untuk dilepaskan.
" Sebentar saja aku nyaman seperti ini." Reval semakin erat memeluk tubuh Luna dan memilih pasrah dalam pelukan suaminya.
" Ayo kita tidur." Ucap Reval. Setelah lima belas menit dalam posisi yang sama tanpa sepatah katapun, karena udara dingin semakin menebus kulit mereka.
...💋💋💋💋💋...
Setelah pembicaraan malam itu, Reval memutuskan untuk mengerjakan semua pekerjaannya dari rumah termasuk meeting. walaupun jarak dari rumah ke kantornya hanya memerlukan waktu empat puluh lima menit jika jalan lancar tidak ada macet. tetapi Reval enggan melewatkan waktu semenit pun tanpa anak dan istrinya saat ini sebelum Luna kembali ke tempat kerjanya.
" Bang, bunda perhatikan dua hari ini, Abang nggak pernah masuk kerja! kenapa?" Tanya bunda Vio, Yang kini duduk tepat di hadapan Reval. Tidak jauh dari tempat mereka Luna sedang bermain dengan kedua buah hatinya di lantai dengan karpet berbulu sebagai alasnya.
" Kenapa nggak pindah aja kerumah sakit yang lama." Tanya Bunda Vio kepada menantunya.
" Aku lagi usahakan bun! Abang juga berat kalau jauh dari mereka." Jawab Reval. sedangkan Luna hanya bisa diam. Keegoisannya yang terlalu tinggi membuat mereka semua berada di dalam situasi sekarang ini, bahkan kedua anaknya juga turut merasakan dampaknya.
" Kapan Kamu pergi?" Tanya bunda vio lagi.
" Dua hari lagi Bun."
" Haaah, secepat itu! bunda Belum cukup bermain sama mereka." Keluh bunda Vio, membuat Luna semakin merasa tidak enak hati dengan mertuanya.
__ADS_1
" Baiklah bunda akan ikut dengan kalian bertiga."
" Tapi bu_."
" Bunda hanya ingin memastikan tempat tinggal kalian, agar bunda bisa sering sering mengunjungi kalian nanti."
" Bunda nggak marah?" Tanya Luna.
" emangnya kalau bunda marah kamu bakalan tinggal?" Luna menggeleng kepalanya. " Tidak peduli dimana pun kalian berada selama kamu bisa Mestikan kalian tetap baik baik saja! itu sudah lebih dari cukup."
" Terima kasih bunda, Luna akan menjaga mereka dengan baik."
" Dan Bunda akan sering sering mengunjungi kalian sampai kamu di pindahkan lagi disini." Mendengar hal itu Luna langsung menghampiri bunda Vio dan memeluknya.
" Kalian berdua melupakan aku?" ucap Reval membuat Luna dan bunda Vio terkekeh.
.
.
.
.
Bersambung.
...*HAPPY READING,,💋*💋...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 👍🙏...
...MAAF YA AKU BARU UPDATE LAGI 🙏🙏🙏...