ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Gengsi


__ADS_3

" Tolong kamar Luna Dibersihkan ya! satu lagi, semua barang barang Anita tolong di keluarkan dari kamar aku dan pindahkan ke kamar tamu aja." Mendengar hal itu membuat kepala pelayan yang bernama Yati itu menatap tak percaya kepada Anak majikannya, begitu juga dengan Rania.


" Ada apa dengan kakak ya?" Rania menatap kakaknya penuh tanya, Jelas saja Rania bingung sebab masih teringat jelas dalam benaknya, Wanita yang selalu dia belah, bahkan sampai harus berdebat dengan bunda mereka demi perempuan ini. " Tapi Apa sekarang dia meminta bibi untuk memindahkan barang barangnya, terus membersihkan kamar ka Luna! apa dia masih kakakku."


Rania berjalan menghampiri sang kakak yang tengah berbicara dengan kepala pelayan itu. Iya langsung meletakkan punggung tangannya pada dahi Reval, walaupun harus sedikit berjinjit.


" Kamu kenapa sih Ra?" Reval menyingkirkan tangan Rania dari dahinya.


" Kakak tuh yang Aneh! bukannya selama ini kakak begitu sayang sama dia, bahkan demi dia kakak sampai bertengkar dengan bunda dan Ayah loh." Tanya Rania.


" Apa sih Ra! kakak kan cuma ingin belajar adil aja! sesuai permintaan Ayah waktu itu." Reval merangkul pundak Rania, Agar Rania tidak menyadari kalau dia sedang berbohong! Tidak mungkin Reval Akan mengatakan kalau Anita berselingkuh di depan matanyakan. " Coba kamu bayangkan, kalau ka Nita tetap tinggal di kamar ku bagaimana perasaan ka Luna?"

__ADS_1


" Terus kenapa kakak minta bibi membersihkan kamar ka Luna, bukannya ka Luna masih di kamarnya." Tanya Rania lagi.


" Kamu kenapa jadi banyak tanya sekali." Reval mencubit hidung Adiknya itu." Ka Luna sudah keluar pagi tadi katanya dia mau menjenguk kakak dan ibunya di rumah sakit! Sudah cukup tanya tanyanya, sekarang temani kakak sarapan dulu." Rania mengangguk, Keduanya berjalan menuju meja makan.


Karena jam sudah menunjukkan pukul 10 wajar jika meja makan itu hanya mereka berdua saja, Di jam ini ayah mereka sudah di kantor, bunda vio sibuk di butik sedangkan Nurul dan Indra pun sama telah kekantor juga. Walaupun hanya berdua Mereka tetap menikmati sarapannya.


" Selamat pagi sayang?" Ucap Anita iya langsung mencium pipi kiri Reval. " Kamu tidak kekantor hari ini?" Anita menarik kursi di sebelah Reval dan duduk di samping suaminya itu.


Mood Reval yang tadinya bagus, kini menjadi buruk di karenakan kehadiran Anita. Rasanya Reval ingin mentalak dan mengusir wanita yang pernah menguasai hatinya itu, Tetapi untuk sekarang ini dia tidak ingin melakukan itu semua, mau di taruh di mana mukanya dihadapan keluarga besarnya. Reval kembali menikmati makanannya walaupun sudah tidak seenak tadi.


Pikiran Luna mulai tenang, iya kembali melajukan mobilnya meninggalkan pantai itu, ketika di jalan iya melihat sebuah Apotek, Luna langsung memutar mobilnya menuju Apotek itu, Begitu mobil itu sampai di Apotek, Luna langsung memarkirkan mobilnya, iya keluar dari mobil dan masuk ke dalam Apotek.

__ADS_1


Didalam Apotek Luna membeli Pil kontrasepsi dan Air mineral, setelah membayar Luna kembali ke dalam mobil, Luna membuka kemasan Air meneral, iya teguk air itu hampir setengah Setelah itu mengambil 3 butir pil lalu menelannya bersama sisi Air mineral di tangannya. " Tidak Akan aku biarkan Apapun mengikat Aku Dengan kamu! Sekalipun kamu Adalah suamiku."


Walaupun cuaca hari ini begitu terik, tidak membuat Luna beranjak dari makamnya Zen, Sudah hampir 2 jam iya duduk di makam itu, tidak peduli dengan teriknya matahari yang mungkin bisa merusak warna kulitnya.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


💋 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍


__ADS_2