ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Keinginan sederhana.


__ADS_3

Mobil Reval Akhirnya berhenti tepat di salah satu parkiran restoran, Reval segera keluar dari mobil, kemudian ia mengitari mobilnya untuk membukakan pintu kepada sang istri yang mungkin sebentar lagi akan melepas status istri keduanya.


Setelah itu Reval melangkah masuk kedalam Restoran, di ikuti Luna yang nampak malas berada di situ apalagi bersamanya.


" Katakan kamu mau bicara apa." Tanya Luna begitu to the point, setelah keduanya duduk.


" Pesan makanan dulu, aku laper banget tadi pagi nggak sempat sarapan." Ucap Reval yang hanya di sambut decakan sang istri. " Kamu mau pesan apa?" Tanya Reval, Ketika ia selesai menyebut pesanan makanannya kepada pelayan yang kini tengah berdiri disamping meja mereka.


" Air putih saja." Jawab Luna, membuat Reval menaikkan sebelah alisnya.


" Samakan saja." Ucap Reval kepada pelayan itu. hal itu tentu saja membuat Reval mendapatkan pelototan serta tatapan tak suka dari sang istri.


" Aku tidak ingin makan! sebaiknya Katakan apa yang ingin kamu katakan, kalau tidak aku akan pergi sekarang juga." Ucap Luna, terselip sedikit ancaman disana.


" Bisa kita bahas ini, setelah aku selesai makan." Pintah Reval lagi. Tentu saja membuat Luna kesal dan memilih diam.


Entah terlalu menghayati atau sengaja, hampir satu jam Luna menunggu, Reval tak kunjung menyelesaikan makannya. tatapannya pun tidak berpindah sedikit dari wajah Luna! hal itu tentu saja membuat Luna risih. Untuk ketiga kalinya, luna melihat jam yang melingkar di tangan kirinya. Ia langsung berdiri dari duduknya ketika menyadari Reval hanya mengulur waktu, sehingga ia bisa lebih lama bersama dengannya.

__ADS_1


" Oke! aku selesai." Ucap Reval sambil menahan pergelangan tangan Luna dan memintanya untuk kembali duduk. " Duduklah."


Setelah Luna kembali duduk, Reval langsung memulai pembicaraan mereka. " Aku minta maaf." Reval menggenggam tangan Luna yang berada di atas meja! hanya sebentar sebelum Luna menarik tangannya. hal itu membuat Reval kecewa.


Pembicaraan keduanya pun terus berlanjut, walaupun hanya di isi, permintaan maaf Reval serta bujuk rayunya agar Luna mau memberinya kesempatan kedua. Reval Bahkan berjanji akan melakukan apapun untuk Luna dan tidak akan mengulangi perbuatannya, asal Luna mau rujuk dan tidak melanjutkan gugatan cerainya.


Tetapi sayangnya, Luna tidak goyah sedikit pun, luka yang diberikan Reval begitu membekas untuk Luna.


...💋💋💋💋💋...


Waktu bergulir begitu cepat, tidak terasa sudah 20 hari waktu mediasi berjalan dan Luna masih tetap pada pendiriannya, sang mediator pun hanya dapat memberikan nasehat kepada Luna dan Reval,ia tidak dapat memaksakan mereka, sebab itu ketentuannya.


Reval yang frustasi saat mendapatkan kabar dari sang mediator, bahwa hasil proses mediasi adalah sidang lanjutan bukan rujuk memilih untuk menghubungi luna, sebab Luna selalu menghindar dan tidak mau menemuinya.


Tut... tut... Tut...


Panggil pertama tidak di jawab begitu pun kedua, ketiga dan seterusnya, entah sudah berapa puluh kali Reval mencoba akhirnya panggil itu di jawab.

__ADS_1


" Hallo." Ucap Luna dari seberang sana, suaranya terdengar begitu malas.


" Berikan aku alasan kenapa kamu tidak ingin memberikan aku kesempatan kedua." Ucap Reval.


" ...." Tetapi Luna hanya diam.


" Bantu aku! jika kamu benar tidak ingin bersama aku lagi, setidaknya bantu aku, agar tidak mengulang kesalahan yang sama di kemudian hari, mungkin kepadamu ataupun wanita lain."


Terdengar Luna berulang kali mengatur nafasnya, sebelum ia bersuara." Satu hal yang harus Kamu tahu, kebanggaan tertinggi seorang istri adalah saat ia mendapatkan cinta yang tulus dan lebih dari suaminya dan aku tidak mendapatkan hal itu dari kamu, keinginan setiap wanita itu sederhana ingin dicintai, dihargai, dijaga dan disayangi serta di percaya itu aja udah cukup! ini juga alasannya kenapa aku mau sama sahabat kamu karena dia memiliki itu sedangkan kamu tidak! sebelum hubungan ini semakin menyakiti kita berdua, sebaiknya kita akhiri dengan baik baik agar tidak ada penyesalan serta rasa yang lebih menyakitkan dari ini.Tolong hargai keputusan aku, Tut." Luna langsung mengakhiri panggilan itu secara sepihak, tanpa mau mendengar ucapan Reval.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2