
Reval begitu kesal dengan ulah sang istri yang mencoba untuk menghindarinya, " Bibi." Panggil Reval. Setelah meletakan Sendok diatasi piring makanya, Selera makanya langsung hilang.
" Ada apa Den?" Tanya Bibi Yati.
" Pindahkan semua barang barang Luna ke kamar saya." Ucapnya.
" Nak apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu memindahkan semua barang barang Luna?" Tanya Bunda Vio, yang merasa bingung Dengan sikap Putrinya itu. Tetapi Jauh di lubuk hati yang paling dalam, bunda vio begitu bersyukur, setidaknya hubungan anak dan menantunya akan membaik jika mereka berada di ruangan yang sama.
" Aku hanya ingin membuktikan kepada Bunda dan Ayah, kalau aku juga lelaki bertanggung jawab, dan bisa bersikap adil kepada mereka berdua." Jelas Reval. Reval tetap lah seorang Reval, Gengsi yang ia punya jauh lebih besar, bahkan untuk menyingkir kan Anita saja dia terlalu malu untuk melakukannya, walaupun dia sendiri risih dengan kehadiran Anita di rumah ini.
Entah rasa cintanya untuk Anita hilang kemana, padahal dulu dia begitu menggilai wanita itu. Sebelum Dia dan Luna menikah, mereka sudah sering bertemu, sarapan dan makan malam bersama, tetapi tidak ada perasaan sedikit pun untuk Luna, melirik saja tidak pernah.
Setelah kejadian malam itu, semuanya berubah, perasaannya kepada Anita dan selalu ingin bersama Luna, Reval tidak tahu perasaan apa yang dia rasakan kepada Luna, tetapi dia marah jika Luna menghindarinya seperti ini. Entahlah untuk sekarang ini Reval tidak ingin mencari tahu apa yang dia rasakan! biar waktu yang menjelaskan.
...💋💋💋💋💋...
Mama Lina terus menatap putrinya, membuat rasa bersalah semakin menyelimuti hati wanita paruh baya itu, entah dosa apa yang dia lakukan di kehidupan sebelumnya sehingga nasib anak anaknya begitu malang.
" Maaf ya nak?" Ucap mama Lina sambil mengusap rambut Putri nya.
" Mama tidak perlu minta maaf, mungkin ini sudah takdir hidup Luna."
__ADS_1
" Jangan membenci suami kamu nak! ini semua salah mama." Luna terdiam, Andai mamanya tahu seperti apa perlakuan lelaki yang berstatus suaminya itu, apa mungkin mamanya masih bisa berbicara seperti ini." Sebagai seorang wanita yang sudah berstatus istri, kamu harus pandai pandai mengurus suamimu nak! terutama tempat tidur dan meja makan, sebab di luar banyak wanita wanita yang menginginkan posisi kamu tidak peduli apa status lelaki yang menjadi incaran mereka." Mama Lina terus menasehati putrinya itu.
" Apa bedanya Luna sama mereka ma? bukankah Luna juga merebut suami orang lain! seperti apa pun usaha Luna, suatu saat Luna akan mendapatkan karmanya."
" Tapi Nak.."
" Luna cari makan dulu ya ma." Potong Luna, Ia menghindari Ucapan mamanya dengan keluar dari ruangan rawat kakaknya itu. Luna menuju kantin, membeli makanan untuknya dan mama Lina, begitu selesai Luna kembali lagi ke ruangan kakaknya.
" Ayo ma! kita makan dulu." Ajak Luna kepada sang mama, Setelah menyiapkan makan mereka di meja.
Luna masuk ke kamar mandi mencuci tangannya terlebih dahulu begitu juga dengan mama Lina! barulah keduanya menyantap makanannya.
Tidak butuh waktu lama untuk mama Lina dan Luna menghabiskan makanan mereka. Saat Luna akan bersiap siap untuk tidur, ponselnya berdering! menampilkan Nama salah satu temannya kerjanya.
" Waalaikumsalam Ta! Ada apa ko malam malam telpon."
" Sorry ya Lun! Aku ganggu ya?"
" Nggak ko! Ada apa?"
" Besok sip apa?"
__ADS_1
" Siang Ta?"
" Bisa gantian nggak Lun? Mertua aku pulang kampung! suami aku juga keluar kota, kalau aku sip malam kasihan Anak aku! Mau ya Lun."
" Oh gitu! ya udah nanti aku gantiin kamu deh."
" Makasih ya Lun."
" Iya sama sama."
Panggil itu pun berakhir! jika sebelum menikah dengan Reval ia begitu malas kalau harus sip malam! Sekarang Luna begitu saja menerima tawaran rekan kerjanya itu! Dengan begitu dia tidak perlu bertemu dengan Reval. Sungguh nasib baik kini sedang berpihak kepadanya.
.......
.......
.......
.......
...Bersambung....
__ADS_1
...Happy reading.. 💋💋...