
Bunda Vio masih terlihat begitu Kesal saat melangkah masuk kedalam rumahnya. begitu sampai di ruang keluarga, bunda Vio langsung menghempaskan tubuhnya di sofa di ikuti Luna dan yang lainnya.
Sanjaya berjalan menghampiri mereka, sambil menimang nimang Naela dalam gendongannya. " Bunda kenapa sih, pulang pulang, wajahnya di tekuk gitu." Tanya Sanjaya.
" Ayah, Ella biar aku yang gendong, ayah pasti capek seharian ngurus dia dan Rendra." Pintah Luna.
" Nggak kok, Nak! Ayah nggak cape, malahan ayah senang bisa seharian bersama mereka. Kayanya ayah harus pensiun deh, iya kan sayang." Tanya Sanjaya sambil menatap wajah Naela. Seolah bayi itu bisa menjawabnya.
" Kamu mandi dulu sana, jangan langsung gendong mereka! nggak baik." Ucapnya lagi kepada sang menantu. Luna mengangguk, Setelah itu ia melangkah menuju kamarnya. tanpa di minta dua kali. " Kalian juga." pintah Sanjaya kepada keempat wanita itu, termasuk Rania Putrinya.
Setelah mereka kembali ke kamar masing-masing, Sanjaya memanggil salah satu pelayan untuk membawa Naela kekamar.
" Bun, kok diam! ayah ajak ngomong." Sanjaya ikut Duduk tepat di samping istrinya.
" Bun kenapa." Tanya Sanjaya.
" Bunda kesel banget sama sama Andini."
" Istrinya Erlangga."
" Hmmm."
" Dia kenapa lagi, sampai bunda kesal kaya gini." Sanjaya menggenggam tangan Istrinya.
" Dari dulu sampai sekarang nggak berubah berubah. Selalu mandangin orang dari status sosial mereka." Bunda Vio mengeluarkan keluh kesahnya.
" Biarin aja Bun, yang penting kita nggak kaya gitu."
" Nggak bisa gitu donk yah! dia kalau terus di biarin makin berulah."
" Terus bunda maunya gimana?"
" Ayah ngomong doang sama suaminya, biar didik Istrinya itu."
" Iya nanti ayah ngomong sama Erlangga."
__ADS_1
" Iya, terus nanti nanti aja! tapi nggak pernah dilakukan. Pokoknya bunda nggak mau dengar dia menghina, Luna maupun teman temannya."
Sanjaya memijit pelipisnya, saat bunda Vio melangkah pergi tanpa mendengar ucapannya.
...💋💋💋💋💋💋...
Tok tok tok.
Suara ketukan pintu membuat Reval yang tengah sibuk dengan tumpukan berkas di hadapannya, melirik sekilas kearah pintu itu.
" Masuk."
Pintu terdorong kedalam, tampaklah Jayden. Ia melangkah masuk kedalam ruangan sahabatnya.
" Ada angin apa?" Tanya Reval Tanpa mengalihkan pandangannya dari tumpukan berkas yang menghasilkan ratusan juta itu.
" Maaf aku ganggu ya?" Ucapnya saat Reval Tetap fokus dengan pekerjaannya. " Tapi ada yang mau aku tanyain sama kamu." Sambung Jayden.
" Apa."
" Mess rumah sakit." Jawab Reval walaupun kenyataannya Dina telah di ajak Bunda Vio untuk tinggal bersama mereka, itung-itung buat temanin Luna.
" Oh, rumah sakit mana."
" Kamu datang cuma buat tanya tentang Dina." Reval mengangkat wajah untuk menatap Jayden dengan tatapan datarnya.
" Iya! Aku pengen ketemu sama dia." Matanya seakan memohon, agar Reval memberi tahu tempat kerja Dina.
" Buat apa? kamu itu udah punya istri, sebaiknya kamu urus istri kamu, lagian dia juga nggak kenal kan sama kamu." Bibir Jayden bergetar seakan ia sedang merasakan sakit di dadanya.
" Aku pengen ketemu dia ada yang mau aku omongin sama dia."
"Ngomongin apa lagi! Jangan Aneh aneh deh! sebaiknya kamu fokus sama Anita. Lagian Dina Akan di jodohkan dengan leleki pilihan bunda! walaupun Lelaki itu seorang duda setidaknya keluarganya menerima Dina dengan tangan terbuka." Ucap Reval, sengaja memanas manasi Jayden, Sebab Bunda Vio dan Luna telah menceritakan masa lalu Dina dan Jayden serta kejadian Andini yang mempermalukan mereka satu Minggu yang lalu.
" Val, kamu bohong kan." Tanya Jayden, ia tidak begitu percaya, walaupun kabar itu sedikit membuatnya terkejut dengan apa yang dia dengar.
__ADS_1
" Buat apa? nggak ada untungnya buat aku juga! Kalau nggak ada yang penting, sebaiknya kamu balik, aku banyak kerjaan nih."
" Val. aku mohon Aku sayang benget sama dia, aku udah coba buat ngelupain dia dengan Gonta ganti pasangan kesana kemari, awalnya aku berhasil, tetepi semuanya kembali sia sia, saat aku melihatnya di Acara anak kamu." Jelas Jayden, ia berharap sahabatnya itu mengerti.
" Percuma, Jay! kamu itu harusnya sadar kalau udah nikah dan sebentar lagi dia juga akan menikah."
" Nggak Dina nggak boleh nikah dengan siapapun kecuali aku."
" Gila kamu_"
" Aku nggak peduli, aku akan tetap perjuangkan cintaku, kalau kamu tidak mau memberitahu alamat rumah sakit tempat dia kerja. Nggak papa aku bisa cari sendiri."
" Dina nggak akan mau kembali sama kamu! sekali pun kalian bertemu. Sebab Bunda udah punya pasangan yang tepat buat dia dan Dina pun sudah menerima itu. sebaiknya jangan buang buang waktu Jay." Jayden tidak menghiraukan ucapan Reval ia tetap melanjutkan langkahnya dengan perasaan yang begitu kacau, atas apa yang dia dengar barusan. Sementara itu di belakang sana Reval kembali melanjutkan pekerjaannya.
Begitu pekerjaan selesai Reval langsung bergegas pulang ke rumah, ia sudah merindukan anak anak dan istrinya. Tiga puluh lima Reval lewatkan, akhirnya ia sampai di rumah.
Reval menyapa bundanya dan Luna yang telah duduk ruangan tamu. Sebuah kecupan, mendarat kepuncak kepala Luna Sebelum ia melangkah kekamar untuk mandi dan berganti pakaian.
Setelah itu Reval ikut bergabung bersama bunda Vio dan Luna, ia menceritakan tentang kedatangan Jayden di perusahaannya siang tadi.
Mendengar hal itu, bunda Vio dan Luna saling menatap dengan senyum menyeringai di wajah mereka
Entah apa yang sedang di rencanakan istri dan ibunya itu.
.
.
.
.
Bersambung.
...Happy reading..💋💋💋...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan komen 🙏😘...