ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Binggung


__ADS_3

Pagi harinya, Reval masih senang tiasa menemani bundanya di rumah sakit, bahkan disana ada putra yang ikut menemani bersama Rania dan Nurul, sedangkan Sanjaya, Ayah mereka! masih melakukan perjalanan bisnis, ia pun telah di beritahu tentang kondisi bunda Vio.


Menurut dokter yang menangani Bunda Vio, wanita yang hampir memasuki kepala lima itu, terlalu banyak pikiran, hal itulah yang mempengaruhi kesehatannya.


Disisi lain dengan waktu yang sama, Luna kini tengah di antara meli, untuk kembali ke Jakarta, Setelah melakukan perjalanan mengunakan speadboot Selama hampir empat jam, Luna dan meli berserta kedua anaknya kembali melanjutkan perjalanan menuju bandara mengunakan taksi. selama perjalanan, kedua bayi itu begitu tenang seolah mendukung usaha sang mama, agar bisa bertemu dengan papa mereka.


" Lun, nanti ada teman aku yang akan membantu kamu, Selama didalam pesawat nanti." Ucap Meli, begitu mereka tiba di bandara.


" Siapa Mel?" Tanya Luna. " Aku nggak enak kalau harus ngerepotin orang lain." Sambungnya.


" Tenang aja lun! dia nggak akan merasa kerepotan kok."


" Siapa sih?" Makin penasaran saja Luna sama orang yang di maksud meli.


" Udah nggak usah penasaran gitu. Nanti dia yang akan menemui kamu! dan akan mengurus semua keperluan kalian selama di pesawat, aku juga sudah kirim foto kalian buat dia agar memudahkan dia untuk menemukan kalian." Luna memilih mengalah, ia memutuskan untuk melakukan check in dan keperluan lainnya sebelum berangkat.


Selama menunggu, Luna duduk sambil menyusui kedua buah hatinya secara bergantian. " Kalian jangan rewel ya." Ucap meli bersama dengan suara pengumuman penerbangan. ia mengecup Kedua bayi itu .


" Hati hati ya lun, aku akan mengunjungimu nanti! Kabari aku kalau kamu sudah sampai." Meli dan Luna saling berpelukan.


" Terima kasih untuk semua yang telah kamu lakukan untukku, aku tidak tahu, jadi apa aku kalau tidak ada kamu." Balas Luna saat ia mengurai pelukannya dengan meli.


" Kamu jangan berlebihan gitu, Sana pergi." Usir Meli.


" Aku pergi, jaga kesehatan ya! salam buat semuanya." Luna kembali mengunakan ransel yang ia letakkan di bangku tepat di samping meli. setelah itu ia mendorong stroller, dimana kedua bayinya telah tertidur dengan pulasnya.


Setelah memastikan pesawat yang di naiki Luna telah take off, meli memutuskan untuk pulang, sementara itu didalam pesawat, Luna di bantu dua orang pramugari yang satu sahabat meli satunya lagi, ingin membantu karena gemas dengan kedua bayi itu. Luna sedikit lega, Selama perjalanannya yang menghabiskan waktu hampir dua jam, kedua bayi itu tertidur sampai pesawat kembali mendarat dengan selamat.


Begitu tiba di bandara, Luna bingung mau kemana, langsung kerumah mertuanya, itu tidak mungkin sebab ia malu untuk menunjukkan wajah di hadapan kedua mertuanya.


Apa kata mereka nanti, disaat mereka memohon untuk dia bertahan, Luna dengan keras kepalanya tetap pergi. Dan kini dengan senak jidatnya dia kembali ke keluarga itu rasanya itu tidak mungkin.


Luna menggeleng kepalanya, ketika beberapa supir taksi menawarkan diri untuk mengentarnya.


Cukup lama ia berdiri di samping pintu gerbang pintu, dengan kedua bayinya yang masih tertidur dalam stroller bayi bersusun yang di buat khusus untuk bayi kembar.

__ADS_1


Tidak jauh dari tempat Luna berdiri, seorang pria terus memantau gerak geriknya, saat sang supir memberi tahunya. " Apa bapak ingin menemuinya." Tanya sang supir kepada majikannya, keduanya kini tengah berada di dalam mobil dengan padangan yang tidak berpindah sedikit pun dari Luna.


" Biarkan dulu, aku ingin tahu dia pergi kemana." Sahut sang majikan, membuat suasanan di dalam mobil itu kembali hening.


Lama menunggu, tidak ada tanda-tanda Luna akan pergi dari tempat itu, membuat pria itu memutuskan untuk keluar menemuinya.


" Luna." Panggilnya, di ikuti dengan tepukan kecil di pundak wanita itu.


Pria itu bisa merasakan tubuh Luna sedikit menegang saat mendengar suaranya. Perlahan Luna berbalik. " Ayah." Gumam Luna, masih bisa di dengar oleh pria yang tidak lain adalah mertuanya, Sanjaya.


" Kamu ngapain disini nak?" Tanya Sanjaya dengan begitu ramahnya.


" Ak_ Aku." Ntah kenapa Lidahnya begitu keluh dan terasa begitu sulit menjawab pertanyaan sederhana itu.


" Ini anak anak kamu." Tanya Sanjaya lagi, saat melihat kearah stroller.


Luna tidak menjawab pertanyaan mertuanya, ia hanya memilin jari jari tangannya, untuk menetralkan perasaannya saat ini.


" Jadi benar ini anak kamu." Ucap Sanjaya, walaupun Luna tidak menjawab pertanyaannya.


" Narendra Azzam Sanjaya." Ucap Luna dalam satu tarikan nafas. Sudut bibir Sanjaya tertarik keatas.


" Reval tahu tentang mereka." Luna mengangguk. " Dan kalian berniat untuk tidak memberi tahu kami."


" Bu kan seperti itu." Jawab Luna.


" Lalu seperti apa." Sanjaya kembali meletakkan Narendra kedalam stroller nya.


" Maaf Yah."


" Apa Dia demam?" Tanya Sanjaya saat menyentuh pipi Naela. Luna kembali mengangguk. " Terus kenapa kamu masih disini?" Tanya Sanjaya lagi.


" Luna binggung mau kemana yah?" Sanjaya melirik menantunya itu.


" Tujuan kamu berada disini untuk apa?"

__ADS_1


" Ela Sakit yah! Luna sudah bawah dia kedokter tapi panasnya tidak kunjung turun, Kata pemilik kontrakan tempat aku tinggal, mungkin Ela merindukan papanya." Ucap Luna sambil mengusap sudut matanya yang mulai basah, entah kenapa dia merasa tidak berdaya berada di posisi ini. Andai tidak ada kedua anaknya, mungkin semua tidak akan sesulit ini, Tetapi Luna tidak pernah sedikitpun menyesali kehadiran mereka berdua di hidupnya.


"Kamu yang mempersulit semuanya nak! Singkirkan ego kamu untuk mereka, cobalah ikhlas menerima takdir kamu, pasti kamu akan bahagia." Pandangannya kembali berpindah kepada Naela. " Ayo ikut ayah." Ajak Sanjaya, ia kini telah mengendong cucu perempuannya itu. Luna mengangguk sembari melangkah mengikuti mertuanya itu.


Luna duduk di jok belakang bersama Sanjaya, yang tengah mendekap tubuh putrinya sedangkan ia mengendong Rendra.


Usai menyimpan stroller di bagasi mobil, supir pribadi keluarga Sanjaya, bergegas masuk kedalam mobil dan melajukan mobil itu, menuju rumah sakit.


Tidak sampai satu jam mobil itu kini telah memasuki halaman rumah sakit, Sanjaya langsung membawa cucunya di periksa.


Di saat Ela di periksa, Sanjaya berjalan keluar dari ruangan itu, ia langsung menghubungi Reval untuk menemuinya. begitu Reval mengiyakan permintaannya, Sanjaya langsung mengakhiri panggilannya.


Sedangkan Luna memilih menunggu sambil menyusui putranya, di salah satu ruang yang di khususkan untuk ibu ibu yang ingin menyusui anak mereka.


.


.


.


.


Bersambung.


Sebelum Aku mau minta maaf! Hari ini aku belum bisa update Sevi dan Icha. Soalnya kondisi aku yang kurang fit dan benar benar butuh istirahat. membuat aku terpaksa harus mengikari janji aku buat kalian.


Insya Allah kalau aku udah mendingan, aku lanjutin ceritanya. Sekali lagi aku minta maaf ya. 🙏🙏🙏


Aku nggak keliru ko dengan cerita ini, untuk kejelasan bab kemarin nanti ada di bab selanjutnya. intinya Argha itu anaknya Reval.


Happy reading..💋💋


Jangan lupa like..👍👍


Dan Vote seikhlasnya..🙏😘

__ADS_1


__ADS_2