ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Menjemput


__ADS_3

Sehari sebelum Luna melahirkan Kedua bayinya. Reval kembali menemui Mama Emma di rumah sakit, dimana Luna pernah berkerja.


Langkahnya cepat, terkesan buru-buru Pria beusia tiga puluh tahun itu, melihat kesana kemari, mencari keberadaan mama Emma. Ya Reval terus mendesak mama Emma untuk mendapatkan data data di rumah Sakit mana Istrinya itu di pindahkan, hal yang begitu mudah terasa begitu sulit. Semua itu terjadi karena! data data rumah Sakit itu, di simpang dengan begitu baiknya oleh petinggi rumah sakit bahkan Bahkan seorang hacker yang di sewa Reval pun tak mampu meretas datanya.


Bukan karena orang yang di sewa Reval tidak mampu, tetepi data di rumah sakit itu juga di lindungi seorang hacker yang tidak lain adalah anak pak Kuswanto sendiri, jika tidak demikian mana mungkin Luna berani pergi sejauh itu, jika pada akhirnya Reval akan menemukan dirinya, semudah ia membalikkan telapak tangan.


Pandangan Reval terhenti kepada seorang wanita paruh bayah yang tengah duduk, disudut kantin rumah sakit itu. wanita itu tidak lain adalah mama Emma.


Reval berjalan menghampirinya, " Apa tante sudah mendapatkan apa yang Reval minta." Ucap Reval tanpa basa bas seraya duduk tepat di hadapannya dengan meja sebagai pembatas.


" Mama sudah berusaha membujuknya! tetapi ia tetap bersikeras untuk tidak memberi tahu dimana Luna di tempatkan." Sahut mama Emma.


Mama Emma memanggil pelayan di kantin untuk memesan minuman untuk Reval Setelah itu ia kembali berkata." Sebaiknya kamu sendiri yang menemuinya, desak dia! kalau perlu beri dia Ancaman, jika pria tua menyebalkan itu masih saja menutup rapat mulutnya."


Reval terlihat meninbang nimbang Ucapan mama Emma. " Apa yang kamu pikirkan, dia istri kamu! tanggung jawab kamu, jadi sudah sewajarnya kamu mengetahui keberadaannya, bukan begitu." Ucap Mama Emma lagi.


Dua bulan belakangan ini mama Emma, memutuskan untuk membantu Reval, sebab ia bisa melihat keseriusan serta usaha Reval dalam mencari Luna.


" Katakan Dimana ruangannya, aku akan menemuinya." Ucap Reval.


" Ayo! Biar Tante yang mengantar kamu kesana." Mama Emma langsung berdiri dari duduknya dan melangkah keluar kantin Setelah membayar minum yang dia pesan tentunya.


Mama Emma berjalan masuk ke dalam lift, sedangkan Reval hanya mengikuti saja. Tak lama berselang lift berhenti di lantai dimana ruangan pak Kuswanto.


Reval dan mama Emma melangkah keluar dari lift itu menuju ruangan yang bertugas nama serta jabatan pak Kuswanto.


" Masuklah, Tante akan menunggumu disini." Ucap mama Emma, begitu keduanya sampai di depan pintu ruangan pak Kuswanto. Mama Emma tidak menghiraukan, Assiten pak Kuswanto yang tengah menatap heran kepada mereka.


Tok... tok... tok..


Reval mengetuk pintu ruangan itu. begitu mendengar suara intrupsi masuk dari dalam, Reval langsung memutar Hendel pintu dan melangkah masuk kedalam ruangan itu, sedangkan mama Emma mengurus asisten pak Kuswanto, agar tidak menghalanginya rencana mereka.


" Siapa kamu." Tanya Pak Kuswanto, begitu melihat Reval duduk di hadapannya.


" Perkenalkan nama saya Revaldy Putra Sanjaya, Suami dari Luna Yuliana Anastasya." Ucap Reval.


Pak Kusmanto, terlihat begitu santai saat Reval memperkenalkan dirinya. Lelaki paruh bayah itu meletakkan kedua tangannya di atas meja sambil menyatukan jari jari tangannya.

__ADS_1


" Ada hal apa! sehingga orang sesibuk ada datang menemui saya." Tanya pak Kuswanto lagi.


" Jangan pura pura tidak tahu, karena saya yakin anda tahu tujuan saya datang menemui anda." Sahut Reval, tetapi tidak di respon pak Kuswanto. " Katakan dimana istri saya di tugaskan?" Tanya Reval.


" Bukankah kamu suaminya! harusnya kamu yang lebih tahu dimana istrimu berada, bukan bertanya kepada saya." Reval sadar, lelaki paruh baya ini sedang mempersulitnya.


" Aku akui, pada saat itu! kami sedang memiliki sedikit masalah! Tetapi dengan anda menyembunyikan keberadaan istri saya, saya bisa menuntut hal ini." Tegas Reval.


" Silahkan saja, saya tidak takut." Tantang pak Kuswanto.


" Baiklah! kau itu mau anda, semoga tidak berpengaruh dengan citra rumah sakit yang anda pimpin ini." Reval berdiri dari duduknya, dengan penuh wibawa ia berbalik dan melangkah keluar dari ruangan itu.


Begitu tangannya meraih Hendel pintu. Sebuah kalimat yang di ucapkan pak Kuswanto membuat bibirnya melengkung sempurna.


Ya pak Kuswanto memberitahu alamat rumah sakit di mana Luna berkerja saat itu. Reval tahu, pak Kuswanto tidak mungkin menghancurkan citra yang telah ia bangun selama ini hanya karena berita miring yang menyebar jika Reval sampai menuntut nya.


" Jika semua semudah ini, kenapa sedari awal aku tidak menemuinya." Gumam Reval, ia meneruskan langkahnya tanpa berbalik menatap lelaki paruh baya itu.


sementara itu, di belakang sana pak Kuswanto hanya bisa berdoa semoga Luna, baik baik saja dan tidak dikasari lagi. pak Kuswanto membantu Luna, karena ibah dengannya. Sebab ia juga memiliki anak perempuan.


" Bagaimana sudah dapat." Tanya Mama Emma, saat melihat Reval keluar dari ruangan pak Kuswanto.


" Hari ini aku akan menemuinya! bisakah Tante mengurus izin untuk Dina? Rencananya aku akan mengajaknya dan Nurul untuk menemaniku." Jawab Reval.


" Serahkan semua itu kepada Tante dan pastikan kamu harus membawanya pulang."


" Pasti Tante." Sahut Reval ketika keduanya keluar dari lift. " Katakan pada Dina, aku menunggunya di parkiran." Ucap Reval sebelum keduanya berpisah.


...💋💋💋💋💋...


Reval yang sedang menunggu Dina di parkiran rumah sakit, memutuskan untuk menghubungi putra.


Tut... Tut.. Tut....


" Hallo." Ucap putra dari sebrang sana.


" Hallo, put tolong siapkan pesawat, hari ini aku akan menjemput istriku! Antar juga Nurul kebandara, kita ketemu disana." Ucap Reval.

__ADS_1


" Apa kamu gila, semua butuh persi_" Belum selesai putra berbicara Reval sudah lebih dulu mengakhiri Sambung telponnya.


Setelah 15 menit menunggu akhirnya, Dina datang, tanpa banyak bicara Reval meminta Dina masuk kedalam mobil dan duduk tepat di samping supirnya.


" Kita mau kemana?" Tanya Dina. Begitu ia berada didalam mobil.


" Ikuti saja dan jangan banyak tanya." Sahut Reval.


" Pantas Luna ninggalin kamu." Gumam Dina. masih bisa di dengar oleh Reval


" Apa kamu bilang."


" Tidak ada." Ucap Dina, Reval tidak ambil pusing dengan ucapan sahabat Istrinya itu.


Sepanjang perjalanan menuju bandara, hanya keheningan yang menemani perjalanan mereka, Dina menatap kearah jendela mobil sedangkan Reval asyik dengan benda pipih yang ada di tangannya.


.


.


.


.


Bersambung.


Next Bab.


" Kamu cuma punya dua pilihan, ikut aku, dan kita besarkan mereka sama sama atau tetap disini tanpa anak anak kita."


" Kamu tidak berhak membawa mereka, mereka adalah anak anakku."


" Aku juga memiliki hak yang sama denganmu atas mereka! karena mereka juga anakku."


...💋💋💋💋💋💋...


Happy reading..💋💋

__ADS_1


Jangan lupa like..👍👍👍


Dan Vote seikhlasnya..🙏😗


__ADS_2