ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Kekecewaan mama Emma


__ADS_3

Anita sadar dia bukan yang wanita baik, dia juga bukan istri atau kekasih yang baik buat Reval. Apa salahnya, jika dia ingin menjadi ibu yang baik dengan memberikan keluarga yang utuh untuk anaknya nanti.


Anita berjalan menyusuri trotoar jalan, Sebuah kenyataan baru saja menampar dirinya. Kenyataan Dimana ia akan di ceraikan begitu anaknya lahir nanti. Membayangkan saja Anita tak sanggup apalagi sampai harus menjalaninya dalam keadaan cemas Anita berharap anak yang di kandungannya adalah anak Reval, walaupun Ia sendiri ragu.


Langkah Anita terhenti tepat di persimpangan jalan, ia menghentikan sebuah taksi yang lewat, begitu taksi itu berhenti Anita langsung membuka pintu, ia langsung duduk di jok belakang. Taksi pun kembali melaju Setelah Anita mrnnyebut tujuannya.


Disisi lain, Reval yang tengah duduk di bangku kebesarannya, terus memikirkan perkataan Anita mengenai luna, beberapa saat lalu. berulang kali ia mencoba menepisnya, tetap saja, perkataan Anita terus berputar putar di kepalanya, bagaikan kaset rusak.


" Arrrggggh Lunaa." teriaknya sambil menghempaskan berkas berkas yang ada di atas meja kerjanya.


" Kamu adalah istriku, selamanya akan seperti itu." Ucap Reval dengan seringai jahatnya, entah apa yang di pikirkan Reval saat ini. yang pasti tatapan serta smiriknya terlihat begitu menakutkan.


...💋💋💋💋💋💋...


Luna yang baru selesai, membantu dokter menangani pasien kecelakaan, di hampir mama Emma.


" Luna, ada yang mau mama bicarakan sama kamu, penting." Ucap mama Emma, setelah itu ia, melangkah menuju kantin rumah sakit.


Luna hanya mengikuti dari belakang, begitu melihat wajah serius mama Emma. " Duduk." Pintah mama Emma. Keduanya kini telah berada di kantin.

__ADS_1


" Katakan, sejak kapan kamu merencanakan semua ini." Tanya Mama.


" Rencana apa ma? Luna nggak ngerti." Luna kembali bertanya, sebab ia tidak tahu rencana apa yang di maksud mama Emma.


" Sejak kapan kamu berencana pindah tugas?" Tanya Mama Emma lagi.


" Maaf ma." Luna tidak mampu menjawab pertanyaan mama Emma.


Luna pikir pengajuan untuk di pindah tugaskan itu masih lama di proses, itu sebabnya ia tidak memberi tahu hal itu kepada siapapun, termasuk Mama Emma dan Dina.


" Bukan itu jawaban yang mama minta! katakan sejak kapan." Desak mama Emma.


" Nggak, mama nggak percaya! Proses pindah tugas itu butuh waktu lama, harus ini dan itu tidak secepat ini, terkecuali kamu menawarkan diri untuk di pindahkan ke pedesaan yang memang kekurangan tenaga medis di sana." Sahut mama Emma.


" Iya." Mama Emma mendekap mulutnya. Ia tidak tahu apa yang yang di pikirkan Luna sampai ia berani mengambil langkah senekat ini. " Maafkan Luna ma! Luna tidak bermaksud menyembunyikan semua ini, Luna takut mama Emma tidak setuju dengan keputusan Luna."


" Oh jelas, sampai kapanpun mama tidak akan setuju." Seru mama Emma, wajahnya begitu merah, menahan kemarahannya.


" Tolong mengerti aku ma! aku hanya butuh ketenangan, lagian Untuk apa aku ada disini ma! tidak ada yang sayang sama aku."

__ADS_1


" Masih banyak yang sayang sama kamu! termasuk Mama, tolong hentikan semuanya jangan pergi. mama janji begitu perceraian ini usai mama tidak akan membiarkan Reval maupun Keluarganya menyentuh kamu termasuk Mama kamu! mama akan melindungi kamu mama janji." Mama Emma menggenggam tangan Luna, selama ini iya, begitu menyayangi Luna layaknya putrinya sendiri.


" Maaf ma! sekali lagi aku minta maaf, keputusan aku udah bulat." Ucap Luna.


" Jadi kamu tetap akan pergi, baiklah silahkan pergi." Mama Emma melepas genggaman tangan luna, ia berdiri dari duduknya dan langsung meninggalkan Luna begitu saja.


" Maaf." Ucap Luna tanpa berniat membujuk wanita yang telah ia anggap seperti mamanya. Luna bangkit dari duduknya, ia kembali ke ruang ICU.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa like 👍

__ADS_1


Dan vote seikhlasnya.🙏😘


__ADS_2