
Tidak terasa satu Minggu sudah Reval menemani istri dan kedua buah hatinya.
Dan kini waktunya dia untuk kembali ke ibukota, sebab pekerjaannya telah menanti untuk segera dia selesaikan.
Reval menatap gambar istri dan kedua anaknya, yang tertera pada layar ponselnya. Tadi pagi sebelum ia pergi. Reval sempat meminta kepada Melly untuk memotret dirinya dan Luna Sambil mengendong Ella dan Rendra.
Syukurnya kedua balita itu begitu anteng, jadi gambar yang di dapat Melly begitu bagus, walaupun dokter cantik itu, Terus mengabadikan momen merebut beberapa kali.
" Padahal aku belum menginjakkan kaki ku di Jakarta, Tetapi mengapa! Aku sudah sangat merindukan kalian." Gumam Reval Sambil menatap awan dari balik jendela pesawat.
Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam, akhirnya pesawat pribadi itu, mendarat dengan selamat di bandara.
Sang supir yang ia minta untuk menjemputnya pun sudah menunggu, begitu Reval berjalan mendekatinya ia langsung memberikan salam Sekaligus membukakan pintu untuk atasannya.
" Kita langsung kekantor saja, setelah itu kamu antarkan beberapa oleh oleh yang di titipkan istri ku Kepada bunda." Ucap Reval seraya bersadar padaย sandaran kursi, Sambil memijit pangkal hidungnya.
" Baik pak." Sang supir mulai memakai sabuk pengaman dan mengendarai mobil majikannya, perlahan lahan keluar dari parkiran bandara menuju kantor sesuaiย permintaanย tuannya.
" Bangunkan saya jika sudah sampai." Ucap Reval lagi tanpa merubah posisi duduknya dan seperti sebelumnya, sang supir hanya mengiyakan saja.
Mobil berhenti tepat di depan pintu lobby perusahaan. Saat sang supir ingin membangunkan Reval, ia kalah cepat dengan suara ponsel Reval yang berbunyi dengan begitu nyaringnya.
Reval meraih benda pipih yang ia simpan dalam saku. Kedua maniknya langsung terbuka sempurna saat membaca nama yang tertera pada layar ponsel pintar itu.
Bibirnya melengkung sempurna, saat menyadari foto profil istrinya kini sudah berganti dengan foto keluarga yang baru saja Mereka abadikan pagi tadi.
" Hallo, sayang kamu sudah sampai?" Tanya Luna begitu, Reval mengeser Icon berwarna hijau.
" Setengah jam yang lalu, ini aku baru sampai di kantor." Jawab Reval.
" Kamu langsung berkerja, tidak bisakah kamu istirahat lebih dulu. Aku tidak ingin kamu sakit." Hati Reval langsung menghangat saat mendengar kekhawatiran Luna akan kesehatannya.
" Aku tidak bisa sayang! Aku ingin segera menyelesaikan pekerjaanku, agar bisa bertemu kali. Akuย sudah sangat merindukan kalian, walaupun belum genap sehari aku disini." Akunya kepada Luna.
__ADS_1
" Sekali pun rindu, jangan lupa jaga kesehatan, kalau kamu sampai sakit jangan harap kamu akan bertemu kita."
" Ko kamu ngomong gitu sih."
" Mau bagaimana mana lagi aku tidak ingin anak anakku ketularan sakit hanya karena papa mereka yang begitu gila kerja dan egois pada diri sendiri."
" Baiklah aku berjanji tidak akan Sakiit, apa kamu puas sekarang? Istri ku." Tanya Reval. Ia terus asyik berbicara dengan Luna tanpa ia sadari sang supir Masih menunggunya untuk keluar dari mobil sebelum melanjutkan perjalanan menuju kediaman Sanjaya.
" Itu tidak akan cukup, jika kamu tidak pulang dan beristirahat."
" Ayolah lun, aku baik baik saja."
" Oke terserah kamu saja! Tapi jangan harap aku akan mengangkat panggilan darimu." Luna langsung mengakhiri panggilan itu secara sepihak dan mau tidak mau Reval harus pulang kerumah untuk istirahat sesuai permintaan istrinya tercinta sebab ancamannya terdengar begitu menakutkan di telinga Reval.
Dalam perjalanan kerumahnya, Reval mengirim foto dirinya bersama Luna dan kedua anak mereka. kepada Sekertarisnya dan memintanya untuk mencetak foto itu lalu meletakkan di ruangannya dan Reval juga meminta wanita itu untuk mengirim foto itu kerumahnya.
......๐๐๐๐๐......
Hubungan jarak jauh ternyata begitu mengurus waktu dan emosi, sebab mereka tidak dapat bersua dan hanya dapat mengobati rindu dengan suara atau panggilan video, setidaknya itu masih lebih baik ketimbang mereka yang memiliki pasangan seorang pelaut.
Suara ketukan pintu, membuat fokus Reval teralihkan ke arah pintu, dari tumpukan berkas berkas yang ada dihadapannya.
" Masuk." Pintanya.
Pintu di dorong kedalam, terlihatlah sang sekertaris melangkah dengan anggun ke arahnya.
" Maaf pak! pak Dion ingin bertemu dengan bapak." Ucap Sekertaris Reval, sedikit membungkuk.
" Suruh mas_"
" Maaf menganggu waktu kerjamu." Belum selesai Reval berbicara kepada Sekertarisnya, kini dion sudah duduk manis di hadapannya.
" Mau apa kamu kesini! Tidak bisa kamu memberi contoh yang baik kepada karyawanmu." Cibir Reval kepada sahabatnya itu.
__ADS_1
" Perusahaan itu adalah milik keluargaku dan sekarang sudah menjadi milikku, disini akulah bosnya kawan! Lagian perusahaanku tidak akan gulung tikar hanya karena aku keluar untuk menemuimu." Balas Dion tidak kalah menjengkelkan dari ucapan Reval.
" Katakan keperluanmu, sebab aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni kamu." Tegas Reval.
" Baiklah aku butuh pesawatmu untuk berangkat ke riau besok lusa! Sebab Aku harus bertemu salah satu klien ku disana. Jika kamu tidak punya kesibukan, kamu bisa menemani aku disina."
" Cih, lebih baik aku menghabiskan waktu bersama istri dan anak anakku daripada harus menemani Kamu! membuang buang waktu saja."
"Dasar bucin." Cibir Dion." Terserah kamu, aku tidak ingin mengurus kebucinanmu. sekarang katakan, apa kamu mengizinkan aku mengunakan pesawat pribadimu atau tidak?" Desak Dion.
" Hmmm."
" Terima kasih kawan kamu memang sahabat terbaik ku. Aku sungguh beruntung mempunyai sahabat seperti kamu."
Reval tersenyum seraya berkata. " Dan aku begitu sial memiliki sahabat seperti kamu. Sebaiknya kamu keluar sekarang sebelum aku memanggil security untuk menyeretmu." Ancam Reval tetapi tidak di hiraukan Dion. Alih alih keluar dari ruangan Reval, Dion malam berbaring di sofa yang ada di dalam ruang kerjanya.
Dan Reval menyerah meminta lelaki itu untuk keluar dari ruangannya. Ia lebih memilih fokus pada pekerjaan yang sempat terabaikan karena kedatangan mahluk abstrak itu.
..........
.......
.......
.......
.......
.......
...Bersambung....
...Happy reading..๐๐...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan komen. ๐๐...