
Reval begitu geram mendengar ucapan Istrinya itu, bagaimana tidak Luna dengan santai menanggapi kekhawatirannya, sebagai sesuatu hal tidak penting.
Sebenarnya Luna tidak sepenuhnya salah, semua itu terjadi karena Reval Terlalu menganggap Rendah istrinya ini. Seharusnya sebagai seorang suami Reval menjaga kehormatan Luna bukan menghina dan merendahkan dirinya! wajarlah kalau sikap Luna sedikit kurang ngajar kepadanya.
" Kamu jangan menguji kesabaran ku Luna." Bentak Reval, nada suaranya mulai tinggi, tidak peduli beberapa perawat dan keluarga pasien yang berlalu lalang sambil menatap kearah mereka. " Katakan kemana kamu tiga hari ini." Tanya Reval manis dengan nada suara yang sama.
" Apa peduli mu? mau aku pulang atau tidak, itu bukan urusan kamu! Urus saja istrimu yang lain. Dan kamu tidak perlu bersikap seolah kamu seorang suami yang bertanggung jawab! karena sampai kapan pun kamu hanya lelaki brengsek di mata aku tidak lebih." Tatapan Luna begitu tajam, Tidak ada raut ketakutan sedikitpun ketika berhadapan langsung Dengan Lelaki yang berstatus suaminya itu.
Reval tertawa di ikuti senyum yang begitu tipis bahwa orang tidak akan menyadari hal itu. Perlahan ia mulai mendekat kearah Luna, Di genggaman pergelangan tangan Luna hitungan 1 2 3 Reval langsung memutar tangan Luna kebelakang membuat Luna menjerit " AAAKKHHHH." Posisi Luna kini membelakangi Reval.
Reval melingkar tangannya yang satu lagi di perut Luna tanpa melepaskan genggamannya pada pergelangan tangan istrinya itu." Sejak kejadian malam itu, kamu yang bertanggung jawab, untuk melayani, Suka atau tidak suka! kamu harus melakukannya! jika kamu mencoba lari dari tanggung jawab mu ini, Aku pastikan kamu akan mendapatkan hukuman dari ku." Bisik Reval, Setelah itu iya mendorong tubuh Luna. sampai Luna Tersungkur dilantai. Reval langsung meninggalkan Luna begitu saja.
Rasanya Luna ingin kembali menangis sejadi jadinya agar orang lain tahu bahwa hatinya sakit! tetapi Luna tidak melakukan itu, sebisa mungkin iya menahan rasa sakitnya untuk dia sendiri. Perlahan lahan Luna berdiri iya kembali keluarganya, menyegarkan wajahnya sebentar sebelum kembali menjalankan tugasnya.
__ADS_1
...💋💋💋💋💋💋...
Ancaman Reval tadi siang tidak membuat seorang Luna takut sedikitpun, di justru semakin berani menantang suaminya itu. Seperti sekarang ini dia lebih memilih tidur di ruang rawat kakaknya dari pada harus pulang ke rumah mewah itu.
Sejak jam 3 sore Luna sudah pulang. Dia langsung menuju rumah sakit dimana kakaknya di rawat. " Kamu Sudah pulang nak." Tanya mama Lina, ketika melihat Putrinya datang.
" Iya ma! Luna kangen sama Abang. sudah beberapa hari Luna nggak lihat Abang, jadi malam ini Luna akan tidur disini." Ucap Luna dengan wajah cerianya.
" Tapi nak! bagaimana suami kamu?" Tanya mama Lina. Sebenarnya mama Lina juga senang putrinya itu mau menemaninya menjaga Abangnya Luna, tetapi mama Lina sadar Luna sekarang sudah berumah tangga.
Malam hari tiba saat semua orang tengah berkumpul untuk makan malam bersama, Luna tidak ada di antara mereka, membuat Reval kesal. ia menatap wajah mamanya yang terlihat biasa saja, tidak khawatir seperti biasanya saat Luna tidak ada di antara mereka.
" Ka Luna kemana Bunda?" Tanya Rania, mewakili pertanyaan yang ingin di sampaikan kakaknya itu.
__ADS_1
" Ka Luna di rumah Sakit sayang, hari ini ka Luna akan menemani tante Lina! menjaga kakaknya." Jelas Bunda Vio.
" Kamu tidak ada kapoknya, kita lihat sampai kapan kamu akan bermain petak umpet denganku." Ucap Reval Setelah mendengar apa yang di katakan Bundanya.
.......
.......
.......
.......
...Bersambung....
__ADS_1
...Happy reading.. 💋💋...