
Saat pagi tiba, Reval yang lebih dulu membuka kedua matanya! Hatinya kembali menghangat Ketika mendapati Luna yang masih setia memejamkan kedua matanya. " Senyaman itukah! sampai tidurmu tidak terusik sedikitpun." Gumam Reval sambil memencet hidung Luna.
Luna hanya menggeliat sebentar tanpa membuka matanya, setelah itu ia kembali tertidur dengan pulas ketika Reval menjahilinya. Ia tersenyum melihat tingkah Luna seperti anak kecil saat tidur dalam dekapannya.
Karena Luna tak kunjung bangun, Reval memilih menunggu saja, sampai ia terbangun sambil melihat email yang masuk pada ponselnya.
Lima belas menit kemudian Luna terbangun, perlahan ia membuka kedua matanya, saat kedua matanya terbuka dengan sempurna, kedua manik coklat itu begitu terkejut mendapati Reval ada di sampingnya " Ngapain kamu disini." Teriak Luna, ia langsung mendorong tubuh Reval. sontak ponsel yang sejak tadi Reval pegang terjatuh kelantai.
Dengan Sigap Luna mundur, menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang masih lengkap dengan pakaian tidurnya.
Melihat hal itu, tentu saja membuat Reval mendesah, seburuk itu kah dia dimata istrinya ini.
" Kamu kenapa sih."
" Kamu kenapa apanya! harusnya aku yang tanya ngapain kamu ada disini?" Protes Luna sambil menggenggam selimuti yang menutupi tubuhnya dengan begitu erat.
" Orang berada di kamar buat apa? Tidurkan! mengapa masih kamu pertanyakan." Jawab Reval sambil mengambil ponselnya yang terjatuh.
__ADS_1
" Anak kecil juga tahu, kamar buat tidur! Yang saya ingin tahu ngapain kamu tidur di kamar ku." Luna meralat ucapan sebelumnya.
" Luna sayang, ini kamar aku juga! kamar kita berdua! jadi aku juga berhak ada disini, suka atau tidak suka kamu harus menerimaku." Reval masih mencoba bersikap manis dengan istrinya ini, walaupun sejak tadi volume suara Luna terdengar begitu menjengkelkan tetapi untuk kali ini Reval akan bersabar. " Lagian Kamu ngapain sih, pakai selimut kaya gitu! pengen di nafkahin? ngomong donk." Begitu Reval ingin mendekat Luna langsung turun dari ranjang, tanpa melepas selimut yang menutupi tubuhnya.
" Nggak! Aku nggak mau."
" Ya udah lepas selimutnya." Luna membuka sedikit selimut yang ia pakai. Alangkah bersyukurnya ia saat tahu pakaian yang ia gunakan masih lengkap. " Nih ambil selimutnya, aku nggak butuh." Luna langsung melempar selimut yang ia gunakan kepada Reval, untuk menutupi rasa malunya. Melihat hal itu bibir Reval langsung membentuk garis senyaman yang begitu tipis bahkan Luna pun tidak menyadari hal itu.
Luna berjalan mengambil sisir di depan meja riasnya, setelah itu ia duduk di sofa yang sedikit jauh dari ranjang dimana Reval berada.
" Aku nggak mau! lagian kamu punya banyak pelayankan? paling sebentar lagi mereka akan mengantarkan sarapan untukmu, kenapa aku harus repot repot untuk membuat lagi." Sahut Luna dengan Angkuhnya, ia tidak sadar menyiapkan sarapan untuk Reval adalah salah satu tugas seorang istri.
" Pelayanan yang aku sediakan di mansion ini, untuk membantu dan mengawasi kamu, Sedangkan kamu, berada disini untuk membantu suamimu ini." Tegas Reval, tetapi seorang Luna tak kunjung berdiri dari tempat duduknya.
" Terserah kamu, mau ngomong apa ke aku! jawab aku tetep sama aku nggak mau."
" LUNA."
__ADS_1
" Nggak."
" Oke, kamu punya dua pilihan disini, siapkan sarapan atau layani aku disini." Reval menepuk nepuk sisi kanan ranjang. " Aku rasa kamu tahu aku seperti apa! Jika sudah bersangkutan dengan ran_"
Belum Selesai Reval berbicara Luna sudah keluar dari kamu. Ia terlihat begitu kesal sampai pintu yang tidak tahu menahu menjadi korban kekesalannya. Sedangkan di kamar Reval mengusap dadanya sambil geleng geleng.
.
.
.
.
Bersambung.
💋 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍
__ADS_1