
Orang lain hanya dapat menilai tanpa tahu apa yang Luna rasakan, mereka cuma bisa melihat dan menghujat tanpa tahu alasan yang sebenarnya bukan.
Mereka bahkan tidak memikirkan dampak dari perbuatan mereka kepada orang yang belum tentu bersalah! Seperti halnya Luna saat ini.
Bahkan untuk keluar kamar saja rasanya dia tidak sanggup! cibiran dan sindiran dari teman teman seprofesinya semakin menjadi jadi saja.
" Mau sampai kapan kamu seperti ini Luna?" Tanya Dina. " Kamu pikir dengan menangis dan bersembunyi disini dari masalah kamu! semuanya akan selesai dengan sendirinya? Nggak Lun! Nggak, justru dengan kamu seperti ini mereka akan menganggap semua yang di katakan Istri siri suami kamu itu benar." Bukan tanpa sebab Dina berkata seperti ini, pasalnya sudah hampir seminggu ini Luna tidak masuk kerja, ia hanya mengurung diri di dalam mess nya.
Dina yang mendengar hal itu juga awalnya kaget dan berpikir sama seperti mereka, tetapi pikirannya itu perlahan sirna setelah Nurul menjelaskan kepadanya beberapa hari yang lalu.
" Terus aku harus bagaimana."
" Hiiisshh Pakai tanya lagi." Desis Dina. " Keluar sana, tunjukkan kepada mereka yang mencibir kamu! kalau disini kamulah yang istri sah secara hukum. terlepas dari pertama atau Kedua."
" Tapi Din."
" Udah nggak usah pake tapi tapi, sana kerja! Jangan mau makan gaji buta aja." Luna masih tidak bergeming sama sekali. Ia masih betah, menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
__ADS_1
" Luna ayok bangun, sekarang waktunya kamu untuk berkerja! Mama Emma juga sudah menunggumu dari kemarin." Ucap Dina lagi. Ia menyibak selimut yang menutupi tubuh sahabatnya, menarik pergelangan tangannya untuk berdiri.
Luna Akhirnya mengalah juga, ia segera mandi dan berpakaian! selesai dengan Ritualnya, Luna langsung menuju ruang Ginek bersama Dina. Walaupun suara sindiran masih terdengar di telinga Luna! sepanjang koridor yang ia lewati, tetapi Luna berusaha mengabaikan semua itu.
" Untuk apa memikirkan omongan orang lain! Kita susah pun belum tentu mereka datang untuk menolong. Lain Ceritanya jika kita salah! mereka akan datang berbondong bondong menegur kita seolah hidup mereka yang paling benar! Jalani semua yang di garis tuhan untuk kita, Selama kamu yakin tidak bersalah semua akan baik baik saja, Karena hidup kita udah susah jangan dibuat tambah susah. Nikmatilah, karena semua akan indah pada waktunya." Ucap Dina Sebelum keduanya berpisah, Luna ke ruangan Ginek sedangkan Dina keruangan kebidanan.
Nasehat dari Dina cukup mempengaruhi mood Luna dia yang awalnya murung kini sudah tidak lagi. Bisa di bilang kata kata Dina adalah mood booster untuk sahabatnya itu.
...🥀🥀🥀🥀🥀...
" Sekali pun mual kamu harus tetap makan." Ucap Bunda Vio yang baru saja masuk ke dalam kamar Anita sambil membawakan nampang berisi potongan buah yang ia letakkan di mangkok.
" Tapi aku nggak bisa Bun! perut aku nggak enak." Ucap Anita mencoba bermanja-manja pada mertuanya.
" Bukan kamu saja, sebagian wanita hamil juga merasakan apa yang kamu rasa! tetapi mereka tetap saja makan demi anak mereka."
" Ya sudah! Bunda pergi dulu jangan lupa di makan buahnya." Bunda Vio langsung keluar dari kamar Anita.
__ADS_1
Disisi lain! Reval yang tidak pernah bertemu Anita Selama sebulan ini, semakin Frustasi, ia menghabiskan waktunya di kantor untuk terus bekerja dan bekerja Sedangkan orang suruhan tetap mencari keberadaan Istri keduanya itu.
.
.
.
.
Bersambung.
💋 Kemarin aku udah semangat buat Update setiap hari walaupun sedikit, Tetapi aku urungkan lagi, soalnya Kontrak aku di tolak sama NT katanya Bab 8 dan 9 terlalu vulgar, mau aku Revisi malas. Pengen hapus tapi sayang.
Mau tanya dong emang vulgar banget ya, bab 8 dan 9, Pulgar mana sama Babang Aksel dan Emak Devi🤣🤣
💋 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍
__ADS_1