ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Mertua idaman


__ADS_3

Pagi harinya, setelah pembicaraan panjang mereka semalam, kini semua orang tengah duduk di ruang makan untuk menikmati sarapan mereka.


" Luna! Sayang Stok ASI, untuk Ella dan Rendra masih ada kan?" Tanya Bunda vio Setelah menyelesaikan sarapannya.


" Masih Bun."


" Kira kira bisa nggak? buat seharian." Tanya Bunda Vio lagi, membuat semua orang yang ada di meja makan itu menatap penuh tanya Kepadanya, terlebih Reval.


" Kalau aku ninggalin mereka seharian bisa Bun! aman."


" Mau kemana?" Tanya Reval.


" Nggak ada! cuma patokan aja. Mana mungkin aku ninggalin mereka seharian, baru sejam nggak lihat mereka aja, aku udah kangen, apalagi sehari rasanya aku tidak akan bisa." Sahut Luna. Membuat Reval merasa lega, entah kenapa setiap kali mendengar Luna akan pergi, Reval selalu merasa takut. Takut Luna akan pergi jauh darinya.


Baru beberapa detik, Reval merasa lega! ia kembali di buat berdebar karena ucapan Bunda Vio. " Syukurlah, Kebetulan Hari ini bunda ingin menghabiskan waktu bersama kalian berlima." Ucap Bunda Vio, sambil menatap secara bergantian kepada, Dina, Meli, Nurul, Luna dan Rania. " Kita jalan jalan." Sambungnya.


" Mau kemana Bun? emangnya Bunda nggak capek." Tanya Sanjaya.


" Tau nih bunda! Aneh aneh aja." Reval turut menimpali ucapan Sanjaya, ayahnya.


" Aneh, gimana! orang bunda cuma mau ngajak mereka jalan jalan, hitung hitung, sebagai ucapan terima kasih karena sudah membantu acara kemarin." Protes bunda vio, kepada putranya itu. " Bunda cuma mau ngajak mereka buat manjain diri aja! bukan mau bawa kabur mereka! lagian kamu kenapa sih. Nggak bisa kamu seperti Indra gitu. nurut aja."


" Indra juga pengen protes itu bunda tapi nggak enak." Sahut Reval tidak mau kalah.


" Tapi menurut Luna, sebaiknya kita istirahat di rumah Bun." Ucap Luna.

__ADS_1


" Nggak, keputusan bunda udah bulat, kalian temanin bunda, Naela dan Narendra biar mereka bertiga yang ngurus nanti di bantu sama bibi, Jangan cuma tahu buat aja." Sindir Bunda Vio." Bunda nggak terima penolakan, setengah jam lagi kita pergi." Lanjutannya sebelum meninggalkan ruang makan.


Sementara itu, Indra, Reval dan Sanjaya. hanya membeo di tempat.


Kelima orang yang di tunjuk bunda Vio pun, ikut ikutan meninggalkan ruang makan itu, mereka kembali ke kamar masing-masing, untuk siap siap.


...💋💋💋💋💋...


Reval terus membujuk Luna agar tidak pergi dengan Bundanya. tetapi semuanya sia sia. karena pada akhirnya mereka tetap saja pergi.


Dan benar saja, Bunda Vio membawah mereka untuk melakukan perawatan mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut, Seharian mereka habiskan untuk melakukan treatment dan berkonsultasi dengan Dokter yang berpengalaman di bidang itu.


Usai melakukan segala macam treatment di salah klinik kecantikan, Bunda Vio memutuskan untuk mengajak mereka makan sebelum pulang ke rumah.


" Vio, Vio! aku heran deh sama kamu! wanita wanita yang jalan sama kamu ini , nggak benar semua! kamu nggak takut Rania ikut ikutan seperti mereka." Ucap Andini Sambil melipat tangannya didada.


Kedatangan wanita itu sungguh merusak suasana. membuat mereka kehilangan selera makan mereka.


" Apa maksud kamu." Tanya Bunda Vio.


" Kamu nggak paham juga! biar aku jelaskan. Wanita yang bernama Melly ini, tidak tahu malu Sekaligus tidak tahu berterima kasih, kamu tahu! dia menikah Dengan Dion, di kuliah kan sampai jadi dokter, Setelah jadi dokter dia ninggalin keponakan aku gitu aja! terus wanita ini." Tunjukkan kepada Dina, wanita miskin yang bermimpi untuk menjadi Cinderella! Sampai merelakan kehormatannya, untuk mencapai tujuannya sama seperti menantu kamu, perusak rumah tangga orang."


Mendengar hal itu, Bunda Vio langsung berdiri menantang Andini, " Aku heran sama kamu! kenapa nggak ingat umur! Kamu sedang mempermalukan siapa? mereka atau diri kamu sendiri. harusnya kamu sadar, ingat umur kamu sekarang dan bersikaplah selayaknya orang tua." Balas Bunda Vio. " Kamu pikir menantu yang kamu Punggur itu sudah benar! Haaah?


" Tentu saja, emangnya kamu! rela membuang permata hanya untuk sampah seperti dia." Tunjuknya kepada Luna.

__ADS_1


Andini terus saja menghina mereka, sedangkan Anita dan wanita paruh baya yang ada di belakang mereka hanya diam saja.


Luna dan Meli sebenarnya ingin membalas wanita itu, Tetapi bunda Vio menahan mereka.


" Justru kamu salah! aku hanya menyingkirkan kerikil kecil yang dapat melukai anakku dan memberinya berlian yang berharga! karena aku seorang ibu, seorang ibu pasti tahu apa yang di butuhkan dan yang terbaik buat anaknya. Sebab Mata dan hatiku tidak pernah tertutup oleh harta dan kedudukan seperti kamu." Ucap Bunda Vio. " Jangan pernah kamu menghina menantu dan anak anakku lagi sampai aku mendengarnya tidak peduli sehebat apapun keluargamu. akan kubuat kalian menyesal mengusik mereka. Ayo sayang kita pergi dari sini." Bunda Vio meletakkan beberapa lembar uang uang di atas meja, setelah itu meninggalkan mereka. Diikuti Rania Nurul dan Dina.


Meli menatap wanita paruh bayah yang sejak tadi hanya diam menyaksikan, iparnya mengata ngatai mantan menantu dan teman temannya.


" Harusnya, Mama memberi tahu mereka alasan kenapa Melly bercerai dengan Dion, bukan membiarkan mereka mengata ngatai aku ma! Seandainya Kak Dian yang diperlakukan seperti itu, apa mama terima, nggak kan ma? Mungkin ini terakhir kalinya Melly ketemu mama Sebab apa yang di tuduhkan mami itu nggak bisa Melly terima." Melly mencium punggung tangan wanita paruh bayah itu sebelum meninggalkan mereka dan Luna.


" Selamat ya! ternyata mertua dan menantu sama aja." Ucap Luna seraya tersenyum kepada Andini dan Anita. Ia pun berlari kecil mengikuti langkah Melly karena tidak ingin mertuanya terlalu lama menunggu.


.


.


.


.


Bersambung.


...Happy reading...💋💋💋...


...Jangan lupa like dan komen.👍👍🙏😘...

__ADS_1


__ADS_2