ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Memohonlah (Dion)


__ADS_3

Kicauan burung di luar sana membuat Melly tersadar dari tidurnya, yang entah sudah berapa lama, Melly sendiri tidak tahu.


Ia berulang kali mengedipkan matanya, untuk mengurangi rasa pening di kepalanya. Mungkin efek tidur terlalu lama membuat ia merasakan hal itu.


Saat rasa pening di kepalanya mulai sedikit redah bersamaan dengan itu, kesadarannya mulai kembali. Membuat tubuh Melly menegang seketika. Sebab ia ingat betul, kemarin ia berada di dalam taksi dan sekarang. " Ini dimana." Gumam Melly begitu pelan.


Melly menatap langit langit ruangan itu, setelah itu ia menengok ke kiri dan ke kanan guna mengenali tempat di mana ia berada saat ini, kasur yang lembut serta tampilan sekitarnya, membuat Melly yakin ia berada di sebuah kamar tapi bukan kamar apartemen atau kamar kamar yang pernah ia tepati sebelumnya, baik rumah mertua Luna, rumah mereka di Riau, Apartemen Dion ataupun kamar yang pernah ia tempati bersama Dion. Nuansanya sangat berbeda walaupun terasa begitu nyaman.


Melly mencoba untuk duduk, tetapi tangannya terganjal sesuatu, membuat ia tidak bisa bangun dari tempat tidur empuk itu, sebab kedua tangannya terikat dengan erat di atas kepalanya. " Selamat pagi honey, Sudah bangun?" Sapa khas dari suara Barito yang begitu familiar, membuat Melly menengadahkan kepala, ke arah suara itu.


" DION." Pekik Melly. " Apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku." Teriak nya, tetapi tidak di hiraukan lelaki yang sedang duduk sambil menyilang kan kakinya sembari menatap Melly dengan intens.

__ADS_1


" Hahaha. " Dion tertawa." Tidak semudah itu, Honey. Kamu harus di hukum untuk kesalahanmu terlebih dulu."


" Kesalahan apa yang kamu maksud?" Tanya Melly, ia terus bergerak dengan gelisah untuk melepaskan ikatannya. Sayang sekali ikatan itu terlalu erat, sehingga pergelangan tangan Melly merah dan terasa begitu perih, jika terus di paksaan pergelangan tangannya pasti akan berdarah.


Dion tersenyum seraya menjawab dengan kembali bertanya. " Apa kamu yakin tidak memiliki salah kepadaku." Sudut bibir pria itu tertarik keatas, membentuk sebuah senyuman, entah apa arti dari senyum itu. Melly tidak peduli dalam hatinya ia hanya berharap Dion tidak melakukan sesuatu yang aman merugikan mereka berdua.


" Memang nya apa salah ku, bukankah selama kita menikah, kamu yang suka celup sana celup sini! Terus, kenapa sekarang aku yang jadi tersangka disini." Tantang Melly, walaupun dalam keadaan yang terdesak seperti ini, ia akan terus melawan selama dia yakin dia benar." Sebaiknya kamu lepaskan ikatan ini mbarengsek, aku butuh toilet sekarang. " Bentaknya kepada Dion.


Dion mendekat kearah Melly, ia mengusap kepala mantan tersayangnya. Saat itu Melly langsung menarik kepalanya untuk menghindari sentuhan lelaki itu. " Cih, kamu masih saja keras kepala dan tak mau mengalah walaupun keadaanmu sudah seperti ini."


" Saat kamu bersama wanita wanita sialan itu, aku tidak pernah memohon untuk kamu berhenti sekali pun hatiku bagai di cabik cabik ribuan belati dan sekarang kamu ingin aku memohon untuk kamu kasihan. Hmm jangan mimpi, Sebab itu tidak akan pernah terjadi, dulu, sekarang ataupun Nanti aku tidak akan memohon kepadamu. Ingat dan camkan itu di otak kamu." Rahang Dion mengeras, ia mengepalkan kedua tangannya dari dulu Melly adalah orang yang yang seperti ini. Keras kepala dan bibir nya yang pedas jika mengatai dirinya.

__ADS_1


.......


.......


.......


.......


...Bersambung....


...Happy Reading.. 💋💋...

__ADS_1


__ADS_2