ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Di pindahkan


__ADS_3

Dengan malas Luna berjalan menyusuri koridor rumah sakit, menunjuk tangga yang akan membawanya ke lantai atas, Kaki Luna berpijak pada satu persatu barisan anak tangga yang tersusun, sebenarnya ia bisa saja mengunakan lift untuk mengurangi waktu dan rasa lelahnya. Tetapi pada Akhirnya ia memilih mengunakan tangan, dengan begitu hatinya akan lebih siap! sebelum menghadapi atas tertinggi di rumah sakit tempatnya mengais sesuap nasi.


Tok.... tok... tok.


" Masuk."


Luna memutar Hendel pintu yang ada di depannya, setelah mendapat izin.


" Selamat pagi Pak." Ucapnya sedikit menunduk seraya memberi hormat kepada petinggi rumah sakit itu, Begitu Luna telah masuk di dalamnya.


" Duduk." Pinta lelaki paruh baya yang bername tag Kuswanto di ikuti nama tengah dan segala gelar yang ia dapat di belakang namanya.


Luna langsung duduk si hadapan lelaki paruh bayah itu. Setelah Luna duduk pak Kuswanto mulai menjabarkan alasan kenapa sampai ia di panggil dan masih banyak hal lain lagi yang ia bicarakan.


" Kamu masih ingin berkerja di rumah sakit ini atau tidak." Tanya pak Kuswanto setelah berbicara panjang kali lebar kali tinggi.


" Masih pak." Jawab Luna.


" Tetapi kesalahan yang kamu lakukan bagaimana?"


" Saya siap menerima konsekuensi dari bapak dan saya berjanji tidak akan mengulangi Kesalahan saya lagi."


" Kamu yakin."


" Yakin Pak."


" Baiklah! Mulai besok kamu akan bertugas di ruangan ICU."


" APA." Sentak Luna.


" Kenapa kamu tidak mau?"

__ADS_1


" Bukan begitu Pak, tapi saya ini kan.."


" Saya tahu, Makanya dari itu saya memindahkan kamu di ruangan ICU, Anggap saja ini hukuman buat kamu! karena terlalu Santai dan masuk kerja seenaknya." Pak Kuswanto memotong ucapan Luna.


" Baiklah pak." Ucap Luna begitu tak bersemangat, bukan karena ia malas tetapi tahu sendirilah, Ruangan ICU tidak pernah sepi dari pasien dan segala jenis pasian yang gawat selalu menghuni Ruangan itu, Termasuk pasien kecelakaan dan yang parah lainnya.


Sedangkan di ruangan Ginek, pasian tidak sebanyak itu paling banyak 10 atau 15 orang, sebab pada umumnya pasien pasien ruangan Ginek Lebih memilih rawat jalan.


" Kamu boleh keluar, siapkan diri kamu! untuk besok." Mendengar perintah Kuswanto Luna langsung pamit keluar dari ruang yang membuat jantungnya berdetak kencang karena cemas. Bukan jatuh cinta ya.🤣


Disisi lain, Reval yang tengah pusing serta kasih dengan morning sicknes yang di alami Anita semakin bertambah pusing saja, disaat Ria menelponnya, memberitahu kepergian Luna.


" Kalian bagaimana sih, kenapa sampai dia bisa pergi." Bentaknya kepada Ria.


" Maaf tuan." hanya itu kata yang dapa Ria ucpakan.


" Saya tidak membutuhkan kata maaf mu! dasar tidak becus." Bentak Reval, setelah itu Ia mengakhiri sambutannya telponnya dan membanting ponsel yang ia genggam.


" Sayang kamu kenapa." Tanya Anita dengan suara lemahnya. Tetapi Reval tidak menjawab ia langsung Keluar dari kamar anita.


Reval hendak melangkah keluar rumah, tetapi panggil dari bundanya membuat ia terpaksa harus berhenti.


" Nak, Luna dimana?" Tanya Bunda Vio." Semalam Tante Emma datang, untuk mencarinya, sudah dua hari dia tidak masuk kerja."


" Reval tidak tahu dia Dimana Bun."


" Tapi nak! bukannya hari itu kamu yang membawanya pergi."


" Iya, waktu itu memang Reval yang membawanya, tetapi dia kabur Bun dan Reval tidak tahu sekarang dia ada dimana." Jelasnya kepada sang bunda.


" Suami macam apa yang tidak tahu keberadaan istrinya." Sindir Bunda vio.

__ADS_1


" Bun."


"Jangan kan Luna, bunda pun akan melakukan hal yang sama jika di perlakuan sama seperti Luna." Bukannya meredakan emosi Anaknya, Bunda Vio mala semakin memanasi manasi anaknya itu.


" Bun, Anak Bunda itu Reval, Bukan wanita pembangkang itu."


" Dia tidak akan menjadi wanita pembangkang jika dari awal kamu bersikap baik kepadanya." Ucap bunda Vio tepat sasaran. " Sebelum menikah dengan kamu, Luna adalah gadis yang baik penurut dan selalu pulang tepat waktu, kemana mana selalu izin sama bunda! tetapi setelah menikah sama kamu dia bahkan tidak pernah pulang ke rumah bunda lagi, sudah hampir dua bulan ini. Biasanya dia selalu menghubungi bunda tapi sekarang tidak lagi dan semua ini karena kamu." Lanjutannya.


Reval terdiam, jika di ingat ingat Selama tiga tahun Luna menumpang Tinggal di rumahnya, ia tidak pernah bersikap seperti ini. Luna yang biasanya ia lihat adalah gadis yang ceria, selalu tersenyum dan membuat suasana di rumah ini hidup semenjak kedatangannya. " Apa aku terlalu jahat kepadanya." Tanya Reval pada diri sendiri.


" Disaat dia rapuh karena kehilangan seseorang yang ia cintai, harusnya kamu memberinya bahu untuk dia bersandar serta rasa nyaman! Bukan membuatnya menjauh seperti sekarang ini." Bunda Vio meraih tangan Reval.


" Sejak awal Luna tidak pernah meminta kamu untuk menikahinya bukan dan Bunda juga tahu, tujuan kamu menikahi Luna untuk mendapatkan Restu ayah dan bunda buat Anita. Sekarang kamu sudah mendapatkannya, tidak ada alasan lagi untuk kamu mempertahankan dia disisimu! bebaskan dia, biarkan dia mencari kebahagiaannya sendiri."


" Tidak, Luna istri Aku, selamanya dia akan tetapi menjadi Istriku suka atau tidak suka."


" Apa alasannya? kenapa kamu tidak ingin melepaskan dia."


" Karena aku...." Ucap Reval terjeda. " Pokoknya Aku nggak akan melepaskan Luna Bun." Setelah mengatakan hal itu Reval berjalan meninggalkan Bundanya.


Bunda Vio, tersenyum menatap punggung anaknya. " Bunda tahu kamu mencintai Luna."


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


💋 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍


__ADS_2