ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Penolakan Luna


__ADS_3

Reval mengurai pelukannya dengan Luna saat suara tangisan bayi laki lakinya terdengar. Luna menghampiri ranjang kecil dimana bayinya berada, ia langsung Mengangkat tubuh mungil itu dengan begitu lembutnya. " Kenapa sayang, hmmm." Tanya Luna sambil menoel pipi Narendra yang kini berada dalam gendongannya.


Bayi itu menggeliat dalam dekapan Luna. dengan perlahan Luna kembali meletakkan, Narendra di atas ranjangnya.


" Siapa yang memberi tahu kamu, tentang keberadaan aku." Tanya Luna, ia kini tengah duduk memunggungi Reval sambil menyusui bayi laki-laki itu, setelah menganti popoknya.


Sesekali Luna meringis tak kalah, bibir mungil itu menyusu dengan tidak sabarnya.


" Aku tahu dari atasanmu, siapa lagi? kalau aku bisa tahu sendiri sudah sejak lama aku menjemputmu, tak perlu menunggu selama ini." Ucap Reval. Keduanya begitu canggung satu sama lain. " Aku kesini bersama Nurul dan Dina." Ucap Reval lagi, saat suasana di antara keduanya kembali hening.


Luna tidak merespon Ucapan, Reval ia memilih diam, sambil meneliti wajah putranya.


Melihat Luna hanya diam, Reval memilih menghampiri istrinya itu dan duduk disampingnya. " Aku berharap kamu memberikan aku kesempatan agar kita bisa bersama demi anak anak kita." Reval tidak ingin menyia nyiakan kesempatan yang dia punya, sebisa mungkin ia harus mendapatkan hati Luna demi kedua anaknya, Reval tidak ingin Nasib Narendra dan Naela sama seperti Argha kakak mereka. " Aku jujur dengan perasaan ku padamu Luna! Aku mencintaimu."


" Jangan berharap Aku akan membalas apa yang kamu rasakan saat ini, kepadaku karena semua itu akan sia sia! Luka yang kamu berikan telalu dalam! tidak akan sembuh hanya dengan kata manis serta cinta yang terucap dari bibir mu."


" Jangan egois, pikirkan mereka berdua." Sahut Reval.


Luna hanya tersenyum mendengar ucapan Reval. " Kita menikah tanpa adanya persetujuan dariku, Hatimu ditempat lain pun aku tak masalah dengan itu, bahkan untuk apa kamu menikahiku pun, mau tak mau aku harus menerima kenyataan itu tetapi untuk hinaan yang aku terima, maaf sampai saat ini aku tidak bisa melupakannya dan satu hal lagi yang harus kamu tahu, tidak perlu mengajari aku tenteng mereka berdua! karena tanpa kamu ajari pun aku tahu apa yang harus aku lakukan, karena aku seorang ibu, seorang ibu akan merelakan seluruh dunianya hanya untuk anak anaknya. jadi jangan berharap lebih jika aku masih berdiri di samping sekarang besok atau pun nanti, semua itu Demi mereka." Ucap Luna panjang kali lebar. Setelah itu ia kembali meletakkan Narendra ke tempat tidurnya.


Sementara itu, Reval hanya bisa menahan sakit karena penolakan luna, walaupun begitu ia sedikit lega karena Luna masih mau bersamanya dan Reval berjanji tidak akan menyia nyiakan kesempatan yang ia punya. ia akan mengobati luka yang dia buat dan akan membuat Luna membalas cintanya.

__ADS_1


" Biar aku yang mengendongnya." Ucap Reval.


" Jangan, biasakan dia! takutnya nanti dia lebih suka di gendong." Ucap luna dan Reval hanya menurut saja.


Ceklek. pintu ruang rawat Luna, terbuka.


Meli masuk, ia membawa rantangan yang berisi makanan untuk Sahabatnya itu." Kirain kamu udah nggak datang lagi." Keluh Luna.


" Kamu sih ngeyel aku suruh makan nggak mau." Sahut Meli, keduanya asyik berbicara tanpa menghiraukan keberadaan Reval.


" Aku mana bisa makan, disaat perut aku sekit kaya gitu! Udah jangan banyak protes mana makannya."


Keempat orang itu terus berbicara, sampai waktu menunjukkan hampir tengah malam, Luna sempat bergabung bersama mereka sebentar sebelum ia mengantuk dan memilih tidur meninggalkan keempat orang itu.


" Sebaiknya kalian cari hotel untuk istirahat,. Luna biar aku yang jaga." Ucap meli. sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


" Nggak! biar aku aja." Sahut Reval dengan cepatnya.


" Tapi_"


" Udah nggak papa, kamu pulang aja! terima kasih ya sudah mau menjaga istri dan anak anakku." Ucap Reval lagi, sebelum meli menyelesaikan ucapannya.

__ADS_1


" Ya udah deh kalau gitu, aku balik ya! kalian berdua ikut aku aja, nanti istirahat di tempat Luna." Ucapnya kepada Nurul dan Dina.


Dina dan Nurul setuju, keduanya pun mengikuti Meli. setelah pamit kepada Reval. Begitu ketiga wanita itu telah pergi, Reval memilih duduk di salah satu kursi yang tersedia di ruangan itu,ia mengeluarkan ponsel dari saku celananya, mengotak Atik benda pipih itu sambil menunggu anak dan istrinya yang tengah tertidur pulas.


.


.


.


.


Bersambung.


Maaf sedikit dulu ya.🙏


Happy reading..💋💋


Jangan lupa like..👍👍


Dan vote seikhlasnya.🙏😗

__ADS_1


__ADS_2