
Anita begitu sakit hati dengan perkataan Zeon siang tadi, Untuk membuktikan bahwa semua omongan Zeon tentang hubungannya dengan Reval, salah! Anita melakukan cara licik sehingga mau dan tidak mau Reval harus menikahinya.
Ia berperan dengan begitu sangat baik, bersikap seolah olah Reval lah yang merenggut kesuciannya. membuat lelaki itu merasa bersalah dan mau menikahinya, bahkan Reval lawan ibundanya tercinta hanya untuk wanita yang ia cintai.
" Kamu wanita yang hebat." Ucap Zen sambil bertepuk tangan kepada Anita. Saat wanita itu memasuki salah satu kamar hotel termahal yang Zen pesan khusus untuk berbicara dengannya, ia tidak ingin perjuangannya dalam mendapatkan hati wanita yang ia cintai sia sia hanya karena ketahuan besama Anita, jika ia menemuinya di luar sana.
" Kenapa? kamu menyesal menyaia nyiakan aku? Atau Kamu ingin menarik ucapan mu waktu itu." Zen tertawa. sebenarnya tidak ada yang lucu dengan Ucapan anita. hanya saja itu terdengar begitu menggelitik di telinga Zen.
" Menyesal? Hmmm, Aku justru akan sangat menyesal jika harus ditinggalkan olehnya dan tidak akan menarik kembali ucapan ku waktu itu, sebab sekarang aku kasian kepada sahabatku yang bodoh karena menjadi budak cinta untuk wanita sepertimu." Ucap Zen. Kata katanya sungguh semakin menyakitkan hati Anita.
" Dia tidak bodoh, tetapi dia lelaki yang bertanggung jawab! tidak seperti dirimu yang begitu mbarengsek." Maki Anita.
" jika, kamu sudah tahu aku lelaki mbarengsek, kenapa kamu harus repot repot mencintai Aku." Ucap zen, tersenyum mengejek. " Selamat atas pernikahan kalian dan semoga Reval segera mengetahui seperti apa wanita yang baru saja ia nikahi ini." Zen menepuk pipi Anita Setelah itu, ia pergi meninggalkan Anita seperti biasanya. Anita tidak dapat berbuat apa apa untuk membuat Zen cemburu saja ia gagal apalagi lebih dari itu.
Setelah hari itu, Semua rahasia antara Anita dan Zen, Zen tutup rapat rapat sampai tidak ter endus Reval maupun putra, bukan karena Zen ingin melindungi Anita bukan! tetapi sekali lagi alasannya hanya tidak ingin membuat Luna kecewa dan meninggalkannya.
Hubungan Zen dan Luna semakin mengalami kemajuan, berbeda dengan Anita yang masih berada pada tempatnya, mungkin karena tidak ada Restu dari kedua orang tua Reval menyebabkan hal ini terjadi.
Di hari ulang tahun Luna, Zen memberikannya mobil, makan malam romantis dan hadiah mevah lainnya! bahkan ia tidak tanggung tanggung membelikan Resort untuk hadiah anniversary satu tahun mereka. Hal itu tentu saja membuat Anita irih dengan Luna, walaupun Anita bisa saja mendapatkan resort yang lebih mahal dari Luna jika ia memintanya kepada Reval tanpa harus irih dengan apa yang di dapatkan Luna.
Saat anniversary mereka yang kedua, Zen melamar Luna, di hadapan sahabat sahabatnya, saat mereka berlibur ke Bali, tentu dengan fasilitas yang di tanggung Zen. Luna menerima lamaran Zen membuat hati Anita semakin sakit peluangnya untuk mendapatkan Zen semakin kecil, tetapi sebisa mungkin ia berusaha menahan semua itu.
Saat pulang dari Bali, Reval menemui bundanya, ia ingin memperbaiki hubungannya dengan wanita yang telah melahirkan dan membesarkannya itu.
__ADS_1
" Bun! katakan bagaimana cara agar bunda dapat menerima Anita di rumah ini." Tanya Reval. setelah perdebatan panjang antara keduanya.
" Menikahlah dengan wanita pilihan bunda! setelah itu bunda akan menerimanya sebagai menantu rumah ini, tetapi hanya pihak keluarga yang tahu, tidak ada yang boleh tau Anita juga menantu keluarga kita kecuali dia membuktikan dirinya pantas untuk di perkenalkan sebagai menantu dari keluarga Sanjaya." Ucap Bunda vio. membuat Reval bungkam seketika. Bunda Vio berdiri dari duduknya, saat ia melihat tidak ada Respon dari putra itu, begitu bunda Vio akan melangkah pergi ucapan Reval menahan langkahnya.
" Baiklah, Aku akan melakukannya! tetapi bunda juga harus berjanji untuk menerima Anita."
Bunda Vio berbalik dan mengiyakan ucapan putranya. " Hari dimana kamu menikahi wanita pilihan bunda, di hari itu juga pintu rumah bunda akan terbuka untuk wanita itu." Ucap bunda Vio mantap.
Setelah berbicara dengan sang Bunda, Reval mengatakan syarat yang di ajukan bundanya kepada Anita.
" Bagaimana jika kamu menikahi Luna." Usul Anita membuat Reval terkejut dengan usulan yang di tawarkan Istrinya itu. " Jangan marah dulu, kamu tahu sendirikan kalau bunda sangat menyayangi Luna."
" Tapi itu tidak mungkin! bagaimana dengan Zen, aku tidak ingin merusak persahabatanku hanya karena wanita."
" Itu tidak mungkin Nita! sebentar lagi mereka menikah! bagaimana bisa aku mengantikan posisi Zen."
" Tenang saja, Luna akan mengakhiri acara pernikahan mereka saat ia tahu Zen berselingkuh dan di saat itu kamu datang sebagai orang yang akan menutup rasa malu mereka. karena aku yakin keluarga kamu maupun Luna tidak mungkin sanggup menanggung malu di saat semua persiapan pernikahan telah siap."
" Tapi..."
" Tidak usah banyak berpikir, aku pastikan persahabatan kamu dan Zen baik baik saja." Reval terlihat begitu ragu dengan keputusan Anita, tetapi ia memilih mengikuti alur yang telah di susun Istrinya itu.
" Pulanglah, aku yakin rencana kita pasti Akan berhasil." Bagai kerbau yang di tunjuk lubang hidungnya, Reval menurut saja.
__ADS_1
Setelah Reval pergi Anita menghubungi Zen untuk bertemunya di salah satu cafe, Anita datang terlebih dahulu, ia membayar salah seorang pelayan cafe itu untuk menaruh obat tidur yang sudah di campurkan dengan obat perangsang kedalam minuman Zen.
Rencana Anita berjalan lancar, Zen tanpa curiga meminum minuman yang di antara pelayan yang sudah di bayar Anita. setelah Obat itu beraksi Anita meminta Pelayan itu membantunya membawa Zen kemobilnya yang Terparkir di parkiran cafe itu.
Malam itu Anita melewati malam bersama Zen dan merekam aktivitas mereka. Dan pada saat hari pernikahan tiba, Anita yang tidak tahu jika Ardi kakaknya Luna yang menjadi supir khusus untuk menjemput zen. mengirim video mereka ke ponselnya Ardi Setelah meminta nomornya dari Reval. Ardi yang terkejut dengan apa yang ia lihat pada ponselnya langsung mengijak rem mobil. tepat di tengah jalan membuat kecelakaan itu tidak bisa di hindari, yang menyebabkan Zen kehilangan nyawanya serta Ardi yang masih senang tiasa tidur di bantuh alat alat medis yang terpasang di tubuhnya.
Flashback end.
Mungkin apa yang di lakukan Anita tidak di sengajai tetapi keputusannya menyebabkan ia kehilangan seseorang yang ia cintai sekaligus benci untuk selama lamanya.
Seandainya pada saat itu Anita bersyukur dengan apa yang dia punya mungkin semua ini tidak akan terjadi, tetapi semua sudah takdir yang harus mereka jalani, kecelakaan yang dialami Zen hanya sebuah sebab yang akan di kenang sebagai alasan kepergiannya.
.
.
.
.
Bersambung.
💋 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍
__ADS_1