ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Penjelasan Sanjaya


__ADS_3

Dengan langkah yang sedikit tergesa gesa, Reval melangkah sepanjang koridor rumah sakit. Dalam benaknya ia terus bertanya tanya, kenapa ayahnya ingin bertemu dengan dirinya, disaat mereka tengah berada di rumah Sakiit yang sama.


Ayahnya kan bisa langsung menemuinya sekaligus melihat kondisi bundanya, bukan memintanya untuk datang ke tempat yang disebutkan ayahnya itu. " Semoga bukan sesuatu yang buruk." Ucap Reval dalam hatinya, ia terus melangkah.


" Ayah.." Panggil Reval, ketika ia berada tak jauh dari ayahnya.


Sanjaya memutar tubuhnya, ia maju beberapa langkah dan.


PLAKK.


Reval menatap tak percaya Ayahnya itu, Sambil mengusap rasa panas di pipinya. " Kenapa Ayah menampar aku! Apa salahku?" Tanya Reval sedikit tidak terima dengan perlakuan Sanjaya, pasalnya, selama ia hidup, ayahnya tidak pernah sekalipun mendaratkan tangannya kepada dirinya maupun Rania.


" Masih bertanya?" Seru Sanjaya, suaranya naik satu oktaf.


" Aku bertanya karena aku benar benar tidak tahu salah aku, dimana yah." Sanjaya memijit pangkal hidungnya. " Katakan apa salah aku, sampai ayah sebegitu marahnya sama aku." Ucap Reval dengan suara yang begitu pelan.


" Tidak cukupkah Argha kamu korban kan." Reval menautkan alisnya, Sembari menunggu Sanjaya menyelesaikan ucapannya." Apa kamu bahagia, Anak anakmu hidup tanpa orang yang utuh." Sambung Sanjaya lagi, bagaikan Kepingan teka teki, yang memaksa otak Reval untuk menyusunnya.


" Mereka siapa yang ayah maksud?" sesaat ia bisa menebak ayahnya telah mengetahui tentang Naela dan Narendra, tetapi secepat kilat ia menepis itu semua. Sebab Reval pikir ayahnya itu tidak akan tahu keberadaan luna dan anak anaknya. mengingat mereka membuat Reval ingin segera menyusul mereka.


" Siapa Narendra?"


Deg..


" Dari mana ayah tahu?"


" Jangan balik bertanya, cukup jawab siapa Narendra?" Tegas Sanjaya.


" Dia putraku dengan Luna.."


" Dan kalian masih dengan keegoisan masing masing."


" Bukan seperti itu yah..


" Terus seperti apa! Apa kalian Rendra bernasib sama seperti Argha."


" Tidak, Reval tidak akan membiarkannya! Tapi dari mana ayah tahu soal mereka."

__ADS_1


" Ayah tidak sengaja bertemu dengan Luna di depan pintu Keluar bandara, Sa_"


" Tunggu Yah. Apa Istri dan Anak anakku ada disini." Reval menghentikan ucapannya Ayahnya seraya bertanya tentang keberadaan luna dan anak anaknya.


" Iya putri kamu sakit, dia sedang di tanggani dokter diruang itu." Tunjukkan Sanjaya kearah ruangan yang letaknya tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


Tanpa menunggu lama, Reval berlari kearah ruangan yang di tunjuk di Sanjaya, ia mendorong pintu itu dan langsung masuk begitu saja. " Bagaimana keadaan anak saya dok?" Tanya Reval Kepada dokter yang baru selesai memeriksa kondisi Naela.


" Kondisi putri bapak baik baik saja, ia cuma demam, Sebaiknya jangan sering di bawah untuk bepergian jauh, sebab mereka akan gampang sakit, mengiingat imun tubuh mereka belum sekuat tubuh orang dewasa." Saran Dokter, di angguki cepat oleh Reval.


" Bisa kah saya melihat putri saya."


" Silahkan." Setelah mempersilahkan Reval melihat Naela dokter itu pun meninggalkan ruangan itu.


Reval berjalan menghampiri renjang kecil dimana putrinya tertidur. " Hi Princess, Kenapa sakit Hmmm." Ucap Reval Sambil mengusap pipi Ela dengan begitu lembutnya, mengunakan punggung jari telunjuknya.


" Maaf ya Papa nggak bisa kesana! Nenek kamu sakit sayang." Ucapnya lagi, seolah bayi itu dapat mengerti apa yang dia ucapkan.


Ceklek.


" Iya Yah! Reval akan berusaha agar Luna mau memaafkan Reval."


" Bagus nak! itu baru anak ayah." Ucap Sanjaya sambil menepuk pundak Reval, Setelah itu ia meninggalkan Reval dan cucunya.


Setelah kepergian Sanjaya, Luna yang baru selesai memberikan ASI kepada Rendra, masuk kedalam ruangan itu dengan membawa botol susu untuk Naela.


" Sini Biar Aku gendong." Pinta Reval seraya menadahkan kedua tangannya kepada Luna.


Terlalu lelah, membuat Luna menyerahkan Rendra kepada ayahnya tanpa banyak bicara. Sebelum Narendra berpindah ke tangannya, Reval lebih dulu mendaratkan kecupan singkat di puncak kepala Luna. " Aku mencintaimu." Tidak ada balasan atau penolakan dari Luna. Ia berlalu begitu saja saat Narendra tela berada dalam gendongan Reval.


" Sayang bangun dulu." Ucap Luna Sambil menggaruk telapak kaki Naela, Agar bayi itu terusik dan membuka kedua matanya, sebab sudah waktunya untuk dia minum susu. Luna tidak pernah telat memberikan kedua anaknya itu asupan makanan, Setiap tiga jam sekali ia selalu memberi keduanya susu sesuai takaran, terkecuali mereka minum langsung dari sumbernya.


" Kita harus bicara." Ucap Reval. Saat Luna tengah membujuk Naela.


" Nanti saja." Mendengar jawaban Luna, Reval menghembuskan nafasnya begitu kasar, ia terpaksa harus kembali mengalah.


...💋💋💋💋💋...

__ADS_1


Disisi lain.


Sanjaya meminta Rania, Nurul dan Indra untuk pulang dan beristirahat, begitu ia tiba di ruang rawat Bunda Vio. Walaupun ketiga sempat menolak, tetepi pada akhirnya ketiganya menurut, karena berdebat pun percuma. perintah Sanjaya memang sulit untuk di bantah.


" Yah, Bunda mau tanya." Ucap Bunda vio, ketika ruangan itu, hanya tinggal mereka berdua.


" Mau tanya apa?" Sanjaya menggenggam tangan Istrinya.


" Sebenarnya Argha itu cucu kita atau bukan?" Dahi Sanjaya berkerut mendengar pertanyaan Istrinya.


" Kenapa bunda bertanya seperti itu." Bunda Vio pun mulai menceritakan tentang kedatangan Anita kemarin begitu juga, kata katanya yang mengatai Reval mandul, hal itulah menjadi beban pikirannya. Soal Argha anak siapa bunda tidak terlalu menggubris hal.


" Argha itu cucu kita! Ayah tidak tahu kenapa Anita berkata seperti itu, mungkin saja dia sakit hati dengan Reval dan ingin membalasnya Setelah mendapatkan suami yang tidak jauh berbeda dengan kita." Ucap Sanjaya.


" Tapi kenapa ayah begitu yakin? bisa jadikan yang di katakan Anita itu benar dan kalau Reval benar nggak bisa punya anak bagaimana."


" Anak Reval bukan hanya Argha, tetepi ia juga mempunyai anak lain selain Argha. dan soal ucap Anita, Itu semua karena ayah." Bunda Vio menatap tak percaya suaminya itu.


" Ayah pikir Luna dan Reval telah bercerai, jadi ayah berpikir untuk membantu Anita, agar, ada yang mengurus Reval nanti. Ayah sempat berjanji sama dia, seandainya anak dalam kandungannya bukan anak Reval, ayah akan memalsukan hasil tes DNA agar Reval tidak ada alasan untuk menceraikannya. Dan begitu hasil tes DNA Keluar ayah terkejut ternyata Argha itu benar cucu kita, untuk lebih meyakinkan ayah kembali melakukan tes di dua rumah sakit berbeda dan hasilnya sama. Ayah lupa memberi tahu Anita yang sebenarnya, makanya dia bisa berpikir seperti, tapi percayalah Bun, Argha itu cucu kita." Tekan Sanjaya. Bunda Vio mengangguk paham.


.


.


.


.


Bersambung.


Jika ada typo atau cerita rada gimana gitu, mohon di maklumi ya🙏🙏


Happy reading..💋💋


Jangan lupa like..👍👍


Dan Vote seikhlasnya. 🙏😘

__ADS_1


__ADS_2