ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Mantan istri


__ADS_3

Begitu tiba di Jakarta, ia langsung meminta orang kepercayaannya, untuk menyiapkan kamar serta keperluan kedua anaknya, mau itu di mansion ataupun apertemennya.


Bukan hanya kedua bayi itu, keperluan Luna pun di siapkan mulai dari baju sampai, hal terkecil yang biasa wanita gunakan, Otaknya yang cerdas memudahkan ia untuk menghafal merek apa saja yang di pakai istri dan anaknya, walaupun itu bukan merek untuk kalangan atas seperti dirinya, Reval tetap meminta untuk di siapkan.


Terkesan kurang kerjaan atau berlebihan memang, tetapi itu adalah bentuk usaha yang dia lakukan untuk mendapatkan kepacayaan sang istri.


Selama tiga hari ini, Reval tidak istirahat dengan baik, sebisa mungkin ia menyelesaikan pekerjaan agar dapat kembali bersama istri dan anak-anaknya, Lembur sampai tengah malam.


Bahkan ia bela belain tidur di kantor hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Begitu pekerjaannya selesai Reval langsung menghubungi Asistennya untuk menyiapkan keberangkatannya ke tempat Luna.


Bisa saja Reval meminta putra melakukan hal itu, tetepi ia tidak ingin sahabatnya itu menunda-nunda keberangkatannya lagi. Seperti hari dimana ia melewatkan kesempatan untuk menemani istrinya mengantarkan kedua malaikat kecilnya kedunia ini.


Drrrttt.. drrrttt... drrrttt.


" Hallo, Bang! kamu dimana?" Suara sang bunda terdengar begitu panik saat ia mengangkat panggilan telepon dari bundanya itu.


" Aku di jalan Bun, ada apa?" Tanya Reval.


" Pulang sekarang, Anita mendesak untuk membawa Argha." Tegas sang bunda, membuat Reval menarik nafas dalam dalam, Selama beberapa hari ini ia lupa, selain Naela dan Narendra ia juga memiliki Argha, bayi berusia setengah tahun itu juga pasti merindukan dirinya. mengingat hampir dua Minggu ini Reval tidak pernah mengunjunginya.


" Putar di depan, kita kembali ke rumah besar." Ucap reval, kepada sang supir.


" Baik pak."


" Bun, tahan dia sampai aku datang." Reval kembali berbicara dengan sang bunda melalui sambungan telepon yang sengaja Reval jauhkan saat berbicara dengan supirnya.


" Cepatlah, bunda tidak ingin kehilangan cucu bunda."


" Iya bun, Reval usahakan."


Reval bernafas berat saat panggilan itu berakhir, " Kalian jangan nakal ya disana, begitu urusan papa selesai. papa akan langsung menemui kalian." Gumam Reval sambil memejamkan matanya, sesekali ia memijit pangkal hidungnya. Saat perasaan tak nyaman terus menyelimuti hatinya, ia begitu merindukan putrinya. Ingin sekali ia menghubungi Luna, untuk menanyakan kabar kedua anaknya itu, tetapi sayangnya Reval, tidak memiliki nomor Istrinya itu bukan karena ia tidak memintanya! tetapi Luna yang tidak ingin memberikannya sekali pun Reval mendesak Luna teteplah Luna wanita keras kepala yang kini telah menguasai Hatinya.

__ADS_1


Bisa saja Reval menghubungi meli, mengingat wanita itu pernah memberikan kartu namanya, tetapi ia tidak ingin hal itu semakin memperburuk hubungannya dengan Luna yang belum membaik itu yang bisa Reval lakukan hanya berdoa semoga mereka baik baik saja disana.


Hidupnya Mungkin tidak akan sesulit ini jika, Luna berada dekat dengannya, tetepi mau bagaimana mana lagi, semua ini terjadi karena kebodohannya.


Sejurus kemudian, mobil Reval telah memasuki kediaman Keluarganya. Reval langsung bergegas turun dari mobilnya dan melangkah masuk kedalam rumah.


Senyum hambar tercetak jelas di wajah Reval begitu ia melihat Anita sedang mengendong Argha. tepat disisi Kanannya ada sang bunda yang berusaha mengambil alih putranya dari tangan wanita itu dan disisi kirinya ada seorang pria yang sedang membantu dirinya.


Dari penampilannya, Reval yakin lelaki itu bukan orang sembarangan, sebab merek jas yang ia gunakan sama dengan yang digunakan Reval. Sungguh hebat mantan istrinya itu.


" Kemana saja kamu selama beberapa bulan ini." Ucap Reval membuat ketiga orang itu serta beberapa pelayan menatap kearah Reval.


" Revaldy." Ucap sang pria membuat Reval menaikkan salah satu alisnya. otaknya mencoba mengingat siapa lelaki itu.


" Oh shit, Jayden." Umpat Reval. " Ternyata kamu masih sama." Lanjutannya lagi.


" Jangan bilang dia,."


Dari dulu sampai sekarang ia selalu bersama mantan kekasih kedua lelaki mbarengsek itu. Di bangku SMA ia menjaling hubungan dengan mantan kekasih Reval dan waktu mereka kuliah bersama luar negeri, mantan kekasih Zeon yang ia embat, sungguh ironis sekali.


" Apa hubungan kalian?" Tanya Reval.


" Apa pedulimu." Sahut Anita. ia menatap tak suka kepada Reval.


Reval menaikkan kedua bahunya sekilas. " Aku bertanya, bukan karena peduli padamu! hanya saja aku tidak ingin temanku, mengalami apa yang aku alami."


" Aku tidak sepicik yang kamu pikirkan, mungkin benar dulu aku menjebakmu, Tetapi semua itu karena sahabat mbarengsekmu itu."


" Sudahlah, aku tidak ingin bernostalgia bersama kamu! katakan apa hubungan kalian dan kenapa kamu ingin membawa anakku."


" Anakmu! Hmmm lucu sekali." Anita tertawa penuh ejekan, " Aku bahkan ragu apa kamu bisa menghasilkan anak atau tidak."

__ADS_1


" Apa maksud kamu." Tanya bunda Vio dan Reval bersamaan.


" Tanyakan saja kepada suamimu itu, Nyonya viona yang terhormat." Ucap Anita dengan begitu angkuhnya. Membuat Reval merasa bersyukur bisa terlepas dari wanita itu. " Kami telah menikah, tentunya bukan pernikahan siri seperti yang dilakukan putra anda. "Anita mencari sesuatu di dalam tasnya, Setelah mendapatkan apa yang ia cari, Anita langsung menunjukkan dua buah buku kecil dengan warna yang berbeda itu kepada mantan mertuanya.


" Aku akan membawah putraku pergi, jika anda tetap bersikeras menahannya, maka akan aku pastikan, seluruh dunia akan tahu bahwa saya pernah menjadi menantu dari keluarga yang anda banggakan itu! tentunya Anda tak ingin, menantu kesayangan anda itu di permalukan bukan." Spontan tangan bunda Vio langsung terlepas dari tubuh bayi berusia 6 bulan yang kini tengah berada dalam gendongan ibunya.


Reval pun tak dapat melakukan apa apa! ia dengan berat hati membiarkan Anita membawah Argha Pergi. " Maaf bro, aku hanya ingin menyenangkan hati istriku." Ucap Jayden Sambil menepuk pundak Reval, seraya melangkah mengikuti Anita yang telah lebih dulu keluar dari rumah itu.


" Maaf ya Bunda, Reval tidak bisa menahan Argha." Ucap Reval Kepada bundanya, tetapi wanita paruh baya itu tidak menyahuti ucapan putranya dan memilih berlalu pergi begitu saja.


Rasanya Reval ingin mengatakan tentang Naela dan Narendra kepada Bundanya, Tetapi ia khawatir Luna akan marah dengan hal itu.


Reval berbaring di atas sofa yang ada di ruang tamu, sambil meletakkan tangannya di dahinya. Hari ini terasa begitu berat, perlahan lahan mata Reval terpejam dan masuk ke alam mimpinya.


Sampai guncang kecil di tubuhnya, memaksa ia kembali tersadar." Maaf Den nyonya pingsan di kamarnya." Ucap salah seorang pelayan. Reval langsung berlari ke kamar bundanya dan membopong tubuh wanita yang telah melahirkannya kerumah sakit.


.


.


.


.


Bersambung.


Happy reading..💋💋


Jangan lupa like..👍👍


Dan vote seikhlasnya..🙏😘

__ADS_1


__ADS_2