
Entah jin apa yang merasuki Nita! semenjak kejadian dimana Rania menyiram jus kepadanya, serta tidak ada pembelaan dari sang suami membuat sikap Nita perlahan lahan berubah menjadi baik, iya tidak pernah lagi keluar malam, seperti sebelum sebelumnya.
" Tumben Nggak pergi, takut posisinya di hati kak Reval di ambil kak Luna ya." Sindiran Kembali di layangkan Rania kepada Iparnya.
Rania begitu tidak suka kepada kakak iparnya yang satu ini, sebab dia pernah melihat Rania berjalan bersama lelaki yang seumuran dengan ayahnya, bukan hanya sekali. Rania juga selalu memberi tahu Reval tatepi sang kakak tidak peduli karena ia berpikir Rania tidak menyukai Anita sehingga selalu mencari cari kesalahannya.
" Aku bingung sama kalian! Aku keluar kalian nggak suka! aku di rumah kalian juga nggak suka. Mau kalian itu apa sih?" Sahut Anita Sambil melipat kedua tangannya di dada. " Nggak ibu nggak anak sama sama nyebelin." lanjut Anita sambil mengibaskan rambutnya kebelakang.
" Apa kamu bilang Nyebelin! kamu tuh yang nyebelin. Nggak tahu diri sudah di punggut dari comberan di hias dengan indah tetap saja bau comberan." Ucap Rania tidak kalah pedasnya.
" Kamu_"
" Cukup." Teriak Reval yang baru saja pulang. " Bisa tidak sehari saja kamu tidak buat ulah di rumah ini." Ucap Reval kepada Anita.
" Kenapa kamu nyalahin Aku! Adik kamu tuh yang salah, tiap hari cari masalah sama aku."Seru Anita yang tidak terima dengan ucapan Reval.
__ADS_1
" Terus kamu mau aku salah in Adik aku terus belain kamu gitu." Sahut Raval ." Nia masuk kamar." Reval meminta Rania untuk kembali ke kamarnya. Tanpa banyak bicara Rania langsung pergi ke kamarnya.
" Ya iyalah, kamu harus belain aku. Aku kan istri Kamu."
" Istri kamu bilang? Apa tugas, seorang istri itu harus mencari kepuasan di luar rumah, pergi malam pulang pagi dengan alibi kerja! Kerja apa? Pelayan Cafe atau *****."
Plak
Anita menampar Reval. " Jangan Asal kalau ngomong! Apa buktinya kalau aku seperti yang kamu bilang? bukankah kamu tahu, kamulah yang pertama dapatin aku dan sekarang kamu seenaknya nuduh aku, hanya karena pekerjaan aku sebagai pelayan cafe."
" Apa maksud kamu."
" Aku sudah tahu seperti apa cafe tempat kamu bekerja itu, kalau aku mau cukup dengan menjentikkan jari, polisi pasti akan menutupi tempat itu dan satu lagi soal orang yang pertama kali mendapatkan kamu aku meragukan hal itu." Reval pergi meninggalkan Anita yang diam membisu.
Sudah Hampir seminggu Luna tidak pernah pulang, Membuat Reval tidak bisa mengontrol emosinya. Ia juga sudah mencari Luna ke rumah sakit tetapi hasilnya selalu saja nihil, menurut teman temannya Luna sudah di pindahkan, tetapi Reval tidak begitu saja percaya dengan kata kata mereka. Ia mengutus kan orang suruhannya menunggu Luna di rumah sakit tetapi masih saja tidak membuahkan hasil. Membuat Reval semakin Frustasi, Bahkan ponsel Luna tidak bisa di hubungi seolah dia sudah merencanakan semua ini.
__ADS_1
" Teruslah berlari sayang! Jangan sampai aku menemukan kamu dan orang orang yang berkerja sama untuk menyembunyikan kamu! Akan aku buat mereka menyesal telah bermain main dengan ku." Reval bermonolog, Sambil menghisap sebatang rokok yang ada di tangannya, Reval berdiri di balkon kamarnya pandangannya lurus ke depan menatap kesunyian malam.
.... ...
.......
.......
.......
...Bersambung....
...Happy reading..💋💋...
💋 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍
__ADS_1