ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Berdusta.


__ADS_3

Tok.. tok... tok...


Luna mengetuk pintu ruangan pak Kuswanto. " Masuk." Sebuah intrupsi dari dalam sana terdengar di telinga Luna, tanpa menunggu lama, Luna langsung memutar Hendel pintu itu.


Ceklek. Suara pintu yang terbuka.


" Selamat pagi pak." Ucap Luna begitu ia melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan, Dimana petinggi rumah sakit itu sedang duduk menunggu kedatangannya.


" Pagi juga, silahkan duduk." Lelaki paruh bayah itu tersenyum ramah dan mempersilahkan Luna untuk duduk.


Luna pun duduk tepat di hadapan pak Kuswanto dengan meja sebagai pembatas keduanya. " Ada apa bapak saya." Tanya Luna sekedar basa basi, sekalipun pak Kuswanto ramah kepada seluruh karyawan, tetap saja Luna merasa nggak nyaman berlama lama di ruangan ini.


" Langsung aja! ini mengenai kepindahan kamu..." Ucap pak Kuswanto, memulai obrolan panjang lebar mereka.


Setelah cukup lama berbicara panjang lebar, dengan Luna, pak Kusmanto menyerahkan Map berwarna coklat kepada Luna.


Luna langsung mengambil map itu dan membukanya. " Pak, bukannya waktu itu bapak bilang.."


" Itu saya hanya menguji kamu, mau nggak terima tawaran saya, ee ternyata kamu mau! jadi saya rekomendasikan kamu di rumah sakit umum juga karena kinerja kamu yang bagus." Jelasnya sebelum Luna menyelesaikan ucapannya.


" Terima kasih ya pak." Ucap Luna sambil menggenggam tangan pak Kusmanto yang berada di atas meja.


" Sama sama! Satu lagi, Senin besok kamu sudah harus berada disana."


" Apa pak, hari Senin?" Sentak Luna.


" Iya! kenapa ada masalah?"


" Ini tuh sudah hari Jumat, berarti saya hanya punya waktu Tiga hari pak."


" Iya! terus masalah kamu itu dimana?"


" Masalahnya sayakan belum siap siap, belum pamit ke teman teman mana perjalanan ke jauh." Keluh Luna ia lupa dengan siapa dia berbicara saat ini.


" Itu kalau kamu mengunakan bus! Jangan kaya orang susah, kamu jadi pegawai udah Tiga tahun lebih, masa nggak punya uang simpanan buat beli tiket pesawat." Ucap pak Kuswanto.


" Pegawai juga manusia pak! punya kebutuhan hidup juga, lagian kalau aku naik pesawat bisa ketahuan mereka donk, Aku pindah dimana."

__ADS_1


" Dari pada kamu buang buang waktu, mengeluh sama saya, sebaiknya kamu siap siap dari sekarang." Luna hanya mengangguk.


" Terima kasih pak." Ucapnya sambil menjabat tangan pak Kusmanto.


" Sama sama, semoga kamu Beta di tempat kerjamu yang baru."


" Pasti pak, permisi." Luna pun meninggalkan ruangan pak Kuswanto setelah mendapat izin dari sih empunya ruangan.


Luna melangkah menuju lift untuk turun kelantai bawah, beberapa saat menunggu akhirnya pintu lift itu terbuka, Luna masuk kedalam litf Setelah itu menekan tombol 1 begitu pintu lift kembali tertutup.


Selama berada di dalam lift, Luna sudah mengatur rencana untuk hari ini, mulai dari packing baju dan barang barang yang harus ia bawah, Setelah itu ia akan menemui mama Emma untuk memberikan pengertian kepada wanita yang sudah ia anggap seperti mamanya sekaligus minta maaf, barulah ia ke pengadilan, memesan tiket bus, pamit kepada rekan rekan kerjanya barulah ia menemui mamanya dirumah sakit dimana kakaknya di rawat. Untuk urusan perceraiannya dengan Reval, Luna menyerahkan sepenuhnya kepada pengacaranya dan besoknya ia akan berangkat ketempat kerjanya yang baru.


Ting..


Pintu lift kembali terbuka, Luna melangkah keluar dari lift itu, saat tengah berjalan di koridor rumah sakit. Luna berpapasan dengan Anita. Entah apa yang di lakukan wanita itu, Setiap hari ai selalu berkeliaran di rumah sakit ini.


" Akhirnya aku ketemu kamu juga." Ucap Anita sambil menyilangkan tangannya di dada.


" Untuk apa lagi kamu mencarku." Sahut Luna, ia mulai sedikit kehilangan kesabarannya. Luna mengikis jarak di antara mereka sambil berkata. " Dari pada kamu membuang buang waktu untuk mencari aku, sebaiknya kamu urus suami dan kandungan kamu itu." tunjuknya pada perut Anita.


" Apa kamu tidak bosan! terus mencari masalah denganku." Sambungnya lagi.


" Sayangnya aku tidak punya waktu untukmu permisi." Luna berjalan melewati Anita begitu saja.


" Luna tunggu." Luna menulikan telinganya, ia terus berjalan tidak peduli dengan suara Anita yang terus berteriak memanggilnya.


" Luna ini soal Zen." Langkah Luna langsung terhenti saat dia akan berbelok menuju messnya.


" Jika kamu hanya ingin mengunakan nama Zen sebagai alasan untuk berbicara dengan aku, Sekali lagi aku tegaskan aku tidak punya waktu untukmu."


" Ini bukan hanya alasan atau bualan untuk menahan kamu, sebab yang akan aku bicarakan adalah fakta. terserah jika selamanya kamu mau hidup dalam kebohongan Zen, karena pada kenyataannya Zen tidak sebaik dan sesetia yang kamu kira_"


PLAK. belum selesai Anita berbicara, salah satu tangan Luna sudah lebih dulu mendarat dengan indah di pipi Anita.


Luna menunjuk wajah Anita. " Jika kamu tidak suka kepadaku cukup hina aku , jangan dia sebab dia tidak punya salah apapun padamu, Kenapa kamu begitu membencinya."


" Ha'ah." Anita tersenyum penuh ejekan, salah satu tangannya mengusap bekas tamparan Luna.

__ADS_1


" Benci? kamu bilang Aku membencinya."


" IyA! kalau kamu tidak membencinya, untuk apa kamu menjelek jelelkan dia."


" Ya aku katakan itu benar dan aku tidak sedikit pun membencinya, bahkan tidak akan sanggup karena dia adalah ayah dari bayi yang aku kandung. Puas kamu."


Plak plak plak.. luna tepuk tangan kepada Anita.


" Kamu begitu hebat bersandiwara, kenapa tidak menjadi pemain sinetron saja." Ucap Luna, ia tidak begitu saja percaya dengan kata kata Anita.


" Mungkin kamu tidak percaya dengan kata kata aku, tetapi tidak mungkin kan kalau kamu tidak percaya dengan ini." Anita menyerahkan amplop berwarna coklat kepada Luna.


Didalam amplop itu terdapat hasil DNA yang sengaja Anita palsukan untuk melancarkan aksinya. dan ada juga flashdisk berisi foto dan video dirinya bersama Zen.


" Kamu pasti bertanya tanya, kenapa aku bisa melakukan test DNA, sedangkan Zen sudah meninggal 6 yang lalu." Sambung Anita lagi, tetapi kali ini Luna tidak menyahutinya sama sekali. " Aku menemukan sehelai rambut Zen di kamar kita, tepatnya apartemen yang di beli Zen untuk kita berdua sebelum kamu datang dan merusak kebahagiaanku." Anita kembali berbicara saat Luna tetap diam, Anita yakin Luna mulai percaya dengan kata katanya.


Melihat kesempatan yang ia punya, Anita langsung menceritakan kejadian sebenarnya kepada Luna bagaimana ia bertemu dengan zen kemudian menjaling hubungan dengan Reval sampai menjebak Reval untuk menikahinya karena kehadiran Luna.


" Aku pikir selamanya Reval tidak akan tahu hubungan aku dan Zen ternyata aku salah, karena tepat di malam sebelum Zen meninggal, Reval mengetahui hubungan kami, ia bahkan menyuruh orang kepercayaannya untuk merekam Aku dan Zen malam itu. video itu rencananya akan dia jadikan untuk membalas Zen dengan mengagalkan pernikahan kalian. dan apa yang dia dapat bukan hanya pernikahan kalian yang gagal tapi kita berdua juga kehilangan Zen bahkan kakakmu Masih terbaring di rumah sakit." Dustanya.


" Semua terserah padamu, mau percaya atau tidak itu hak kamu." Ucap Anita, Setelah itu ia meninggalkan Luna yang masih membeku di tempatnya.


" Jika aku tidak bisa bersama dengannya maka kamu pun, tidak akan aku izin untuk memilikinya." Gumam Anita tersenyum penuh kemenangan.


.


.


.


.


Bersambung.


Happy reading..💋💋💋


Jangan lupa like.. 👍👍

__ADS_1


Dan vote seikhlasnya..🙏😘


__ADS_2