ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Apa kamu melamarku?


__ADS_3

Selamat Membaca πŸ™πŸ™πŸ™ Ingat kalau ada tanda ini ⚠️⚠️ SKIP ya! yang belum cukup


umur.


......πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹......


Reval terpukau sejenak mendengar ucapan Luna, satu detik menjadi satu menit, otak Reval Masih memproses apa yang dia dengar. " Luna." Panggil Reval, Saat menyadari ucapan Luna beberapa menit yang lalu.


" Hmmm." Luna bergumam seraya mencari posisi yang nyaman dengan merapatkan punggungnya pada dada bidang sang suami.


" Apa yang kamu katakan itu benar?" Tanya Reval. Tangannya mulai memeluk pinggang Luna dengan begitu posesif.


Seolah, Luna akan menghilang jika dia sedikit saja mengurai pelukannya. Entah kata apa yang tepat untuk menggambarkan perasaan Reval saat ini. Satu yang pasti ia begitu bahagia.


Tentu saja hal itu membuat kinerja jantungnya berpacu sedikit lebih cepat dari semestinya.


" Hu'um." Anggukan kepala Luna, memperjelas semuanya.


" Terima kasih,terima kasih sudah mempercayai aku, terima kasih sayang." Ucap Reval Sambil mencium puncak kepala Luna, berulang ulang. " Jika kamu sudah mempercayai aku! Berarti kamu harus bersedia untuk menjadi pelengkap hidupku, Menjadi sandaran di saat aku lelah serta penyempurna hidupku yang jauh dari kata sempurna tanpamu." Sambung Reval sembari memutar tubuh Luna agar berhadapan dengannya.


" Kamu bersedia." Tanya Reval lagi.


" Apa kamu melamarku?" Luna balik bertanya, tangannya terangkat untuk mengusap pipi Reval, yang mulai ditumbuhi, bulu-bulu halus itu.


" Katakan Demikian." Sahut Reval.


" Tapi kamu terlambat, karena aku sudah menjadi istri kamu, mau tidak mau aku harus menerima."


" Tidak ada kata terlambat untuk memulai hubungan yang lebih baik. Dan Aku tidak ingin kamu menjawab pertanyaanku seperti itu lagi. Sebab itu terdengar seperti aku sedang memaksamu."


" Kenapa kamu tersinggung, bukankah dari awal kamu sudah memaksaku."


" Tapi kamu menikmatinya sayang, apa kamu lupa." Goda Reval membuat pipi Luna merona. " Lupakan hal menyakitkan yang pernah terjadi, kedepan aku akan Menganti semuanya dengan kebahagiaan Dan akan aku pastikan mata ini tidak akan pernah menangis karena aku kecuali pada saat Tuhan memanggilku nanti." Reval mencium kedua mata Luna secara bergantian.

__ADS_1


" Istirahatlah, kita masih punya banyak waktu." Reval kembali mengeratkan pelukannya seraya memejamkan kedua matanya.


Ini adalah saat saat yang paling Reval tunggu, selama ini dia berpikir, jika dia membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mendapatkan hati Luna. Tetepi Pada kenyataannya luna memberikannya kesempatan lebih cepat dari apa yang dia perkirakan. Dan Reval berjanji pada dirinya sendiri, bahwa dia tidak akan pernah menyia nyiakan kesempatan ini.


Reval kembali membuka kedua matanya, saat ia merasakan tangan Luna menari nari di dadanya Secara acak, Hal itu tentu saja membangkitkan si Gatot yang sudah berpuasa selama setahun ini.


Reval menggenggam tangan Luna, Agar istrinya itu berhenti. " Tidurlah."


" Aku nggak bisa tidur, karena menginginkan sesuatu." Sahut Luna.


" Katakan! Apa yang kamu inginkan? Aku akan mendapatkannya untukmu."


Luna tidak langsung menjawab, ia mendongak keatas menatap wajah sang suami. " Apa yang kamu inginkan sayang?" Tanya Reval lagi, seraya mencium kening Luna.


" Aku menginginkan kamu." Jawab Luna, membuat Reval tidak dapat berkata kata ia menatap wajah Luna begitu lama, mencari keseriusan disana.


Melihat Reval tidak merespon, Luna langsung mendaratkan bibirnya, pada belahan bibir Reval tanpa Aba aba terlebih dahulu, hal itu tentu saja membuat Reval terkejut.


Tidak ingin menyia nyiakan kesempatan yang dia punya, Reval pun membalas ciuman Luna, Ciuman yang mengibaratkan ketulusan, rasa rindu serta saling menginginkan satu sama lain.


Reval tidak menyangka istrinya ternyata seagresif ini. Sementara Luna hanya menuruti keinginannya saja, persetan dengan rasa gensi atau apalah itu.


Ciuman Reval perlahan turun menyusuri leher Luna, Sesekali memberi gigitan kecil, menyisakan jejak disana.


Reval menghentikan kegiatannya sejenak ia mundur perlahan sehingga dapat melihat wajah Luna. " Kamu yakin Ingin melakukan ini?" Tanya Reval disaat keduanya mulai diliputi gairah.


Luna mengangguk. Reval pun melanjutkan aksinya Setelah mendapat lampu hijau dari Luna, Kedua kembali saling menc*mbu satu sama lain.


Tanpa di sadari, keduanya kini tidak menggunakan sehelai benang pun. Reval menciumi seluruh anggota tubuh Luna tanpa terkecuali.


Mulai dari kening, turun ke kedua kelopak mata Luna yang terpejam, pipi kanan dan kiri, Unjung hidung berhenti dibibir yang mulai saat ini sampai seterusnya akan menjadi candu untuknya.


Setelah sedikit puas, bermain main dengan bibir luna. bibir Reval pun turun ke leher, ia kembali meninggalkan jejak disana. Kedua puncak bukit kembar itupun tidak terlewatkan, Lidah Reval berpindah dari kanan ke kiri membuat tubuh Luna meliuk-liuk, merasakan sensasi yang luar biasa. Saat Lidah Reval menari nari disana. Entah kenapa rasanya berbeda saat yang Membuat Luna tidak henti-hentinya mengeluarkan desahannya.

__ADS_1


Desa han Luna semakin menjadi jadi saat ketika bibir Reval berhadapan langsung dengan Sayap kupu kupu merah muda, dimana Gatot bisa masuk dan bersemayam di sana.


" Sssshhh... uuggghh." Luna menggenggam erat sprei saat Lidah Reval mengobrak-abrik bagian inti sayap kuku kuku merah muda itu. Tubuh Luna semakin menggeliat merasakan geli sekaligus nikmat bersamaan " Aahhhh.. Revalll." Beberapa saat kemudian tubuh Luna mengejang dengan begitu hebatnya.


Luna tidak melakukan apapun, tetepi keringat membanjiri dahinya, tubuhnya begitu lemas dengan nafas naik turun, seolah dirinya baru selesai lari maraton.


Reval tersenyum puas, melihat Luna memejamkan kedua matanya akibat gelombang plep*san yang baru saja luna dapat darinya.


Tanpa menunggu lama, Reval mulai mengambil ancang-ancang untuk babak selanjutnya. Ia membuka kedua kaki Luna, Dengan menopang pada kedua lututnya, Reval mulai menggesek gesekkan kepala Gatot pada belahan sayap kupu-kupu merah muda itu. membuat Luna membuka kedua matanya dan menatap Reval.


Reval menunduk untuk mencium bibir Luna, Sementara di bawah sana, tangannya menuntun Gatot untuk masuk, Dengan sedikit hentakan, perlahan lahan Gatot pun masuk dengan sempurna.


Reval melepaskan ciuman mereka, ia kembali menatap wajah Luna tanpa bergerak sedikitpun. " Apa yang kamu lakukan Kenapa diam saja." Ucap Luna sedikit ketus walaupun terdengar tidak sabaran.


Tidak ingin mengecewakan sang istri, Reval pun mulai bergerak dengan perlahan, walaupun ini bukanlah pertama kali untuk mereka berdua. Reval ingin meninggalkan kesan yang baik untuk sang istri. sebab ini pertama kali Luna menyerahkan diri kepada-nya, dengan perasaan sayang yang tulus Tanpa ada paksaan. Walaupun proses pembuatan Naela dan Narendra juga tidak ada paksaan tetepi Reval sadar cuma dia yang menginginkan hal itu tanpa ada perasaan dari Luna seperti sekarang ini.


Suara Desa han bersautan memenuhi ruang itu, saat keduanya tengah berjuang untuk mencapai puncak mereka. Dari hentakan yang lembut sampai cepat. naik, turun memutar, maju mundur semuanya mereka lakukan hanya untuk mencapai satu kata yaitu. Ke nikma tan. Kenikmatan yang membuat ketagihan.


.


.


.


.


Bersambung.


...πŸƒπŸƒπŸƒAku MaluπŸ™ˆπŸ™ˆ...


...Happy reading. πŸ’‹πŸ’‹...


...Jangan lupa like dan komen πŸ‘πŸ™...

__ADS_1


...🌹 Vote Juga seikhlasnya 🌹...


__ADS_2