
" Kenapa kamu nggak suka? Mau marah mau mukul aku! Iya." Ucap Melly saat menyadari kemarahan Dion saat ini.
" Aku Lebih Suka mendengar kamu mendesah sambil menyebut Namaku dari pada menghukum dengan tanganku." Sahut Dion. " Tapi itu Nanti saat urusan kita selesai." Sambung nya lagi.
Dion membuka Tali yang terikat pada tiang ranjang, tanpa melepas ikatan di pergelangan tangan Melly. Setelah itu, ia mengangkat tubuh Melly dan membawanya ke kamar mandi sesuai keinginan wanita itu." Lepas kan aku bajingan aku bisa sendiri, aku wanita cacat yang butuh bantuan lelaki menjijikkan seperti kamu." Protes Melly dengan bergerak gelisah dalam gendongan Dion. Tetapi lelaki itu seolah menulih kan pendengarannya.
" Jika bibir kamu tidak bisa Diam! Jangan salahkan aku jika aku jadikan kamu wanita cacat hari ini juga. " Ancam Dion, tapi jangan dia Melly jika dia menurut hanya karena Ancaman Dion.
" Kamu pikir aku takut! Aku tidak takut dengan kamu, Dasar gila, psikopat, Menjijikkan. " Maki Melly ia menggigit pundak Dion. Seketika bokongnya langsung mendarat dengan indah pada lantai kamar mandi, saat Dion dengan sengaja melepas nya.
" Auuukkkhh. Dasar laki-laki kurang ngajar." Makinya lagi, membuat Dion memijit pangkal hidung nya, karena frustrasi.
Dari dulu Melly memang seperti ini, tetapi hatinya seolah buta dan tetap memilih wanita keras kepala itu." Tunggu dulu, Bukan kah cinta memang buta." Ucap Dion dalam hatinya, seakan, Membenarkan apa yang ia pikirkan.
" Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Melly, wanita itu, kini sudah berdiri dan Dion tidak menyadari hal itu, saking terlalu asyik dengan pikirannya.
" Bukan apa apa. " Dion langsung keluar meninggalkan Melly. Tentunya dengan mengunci pintu dari luar agar sang mantan tidak kabur.
__ADS_1
...💋💋💋💋💋...
Sementara di kediaman Sanjaya, Luna terus mencoba menghubungi Melly dari semalam , tetapi tidak bisa di hubungi selalu suara operator cantik yang menyahuti ya.
" Kenapa? Ko mukanya di tekuk gitu." Tanya Reval sembari mengecup singkat bibir Luna.
" Melly nggak bisa di hubungi dari semalam! Kira kira dia kemana ya?" Reval menjawab dengan mengangkat kedua bahunya.
" Aku nggak tahu sayang, kan dari semalam aku sama kamu. "
" Iya sih, tapi aku khawatir! kira kira dia kemana ya! Nggak biasanya dia nggak ngangkat telpon aku kaya gini. Coba kamu hubungi Dion, kali aja dia tahu Melly dimana."
" Ya udah aku antar ke depan. " Luna meletakkan ponselnya di atas Nakas, setelah itu,keduanya pun keluar dari kamar mereka. Jika di tanya soal Ella dan Rendra, Kedua anak itu, sedang bermain bersama bunda Vio.
" Kamu hati hati ya." Ucap Luna begitu mereka sampai di teras depan.
" Iya sayang." Reval mengecup kening luna seraya bertanya. " Kalau aku pulang kamu mau di bawa kan apa?"
__ADS_1
" Apa aja,."
" Oke, ya sudah aku pergi dulu, kamu langsung istirahat aja, semalam bunda masih jagain mereka! Ingat nggak boleh capek." Reval mengingatkan luna. Setelah itu ia melanjutkan mobil nya begitu luna mengiyakan kata katanya.
Dari hal sesederhana ini, membuat kedua sudut bibir Reval dan Luna tertarik keatas. Ternyata bahagia tidak selamanya tentang materi. Perhatian dari pasangan sekecil apapun tertentu lebih berpengaruh untuk kebahagiaan itu sendiri.
........
.......
.......
.......
...Bersambung....
...Happy reading.💋💋💋...
__ADS_1
...Jangan lupa follow Vi_via ya. 😘😘😘...