
Luna begitu cemas melihat dokter Harris dan Reval berjalan beriringan, mendekati meja dimana ia dan Erni duduk.
" Bagaimana jika Reval mengenalnya, kalau pun tidak dokter Harris dan Dina pasti akan memanggil namanya." Itulah yang terpikir di kepala Luna saat ini.
" Er, aku ke toilet dulu ya! kebelet nih." Ucapnya tanpa menunggu jawaban Erni, Luna langsung berlari menuju ruang Ginek bagaikan orang yang di kejar kejar setan, Luna bahkan menabrak beberapa perawat dan pengunjung rumah sakit.
" Siapa yang barusan lari." Tanya dokter Harris kepada Erni.
" Tuh temannya Dina."
" Kenapa."
" Kebelet katanya."
" Ada ada aja! kebelet sampai segitunya." Ucap Dokter Harris sambil bergeleng ria. Sementara itu, Reval yang tidak menyadari jika wanita yang baru saja pergi itu adalah istrinya, memilih acuh dengan goyangan dokter dan perawat yang ada di hadapannya.
" Sekali lagi terima kasih ya dok! saya permisi." Ucap Reval berjalan melewati Dokter Harris. Erni menatap punggung Reval.
" Dasar orang kaya sombong." umpatnya.
" Er jangan gitu." tegur dokter Haris.
" Maaf dok."
" Er, Luna kesini?" Tanya Dina yang baru datang.
" Iya! tapi udah balik lagi keruangan nya."
" Oh, dia nggak ngomong sesuatu gitu."
__ADS_1
" Nggak soalnya di buruh buruh! kebelet katanya."
" Kenapa dia nggak pakai toilet itu." Tanya Dina sambil menunjuk toilet khusus perawat. Erni menaikkan kedua bahunya.
" Er, Din! kalian pantau terus pasien di ruangan VVIP itu, kalau ada apa apa langsung hubungi saya." Titah sang dokter.
" Baik dok." Jawab keduanya kompak. Dokter Haris pun pamit.
Sementara itu, Luna tiba di ruangan Ginek dengan Nafas yang tersengal senggal.
" Lun, kenapa?" Tanya Tika.
" Nggak papa." jawabnya masih ngos ngosan.
" Nggak papa ko! wajah kamu pucat gitu."
" Hmmmm."
...💋💋💋💋💋...
Usai membeli buah dan susu hamil untuk Anita Reval kembali ke ruangan istrinya, terlihat bunda Vio sedang duduk sambil melipat kedua tangannya di dada, ia menatap tak suka kepada Anita.
Reval meletakkan buah dan susu di atas nakas samping tempat tidur Anita. ia berjalan menghampiri Bunda Vio dan duduk di sampingnya.
" Kenapa kamu tidak mengatakan kalau kamu tengah mengandung?" Tanya Bunda Vio begitu to the point. " Apa yang sedang kamu rencanakan." Lanjutnya.
" Maaf Bunda! Aku juga nggak tahu kalau aku sedang hamil. Demi tuhan aku berani bersumpah aku tidak punya niat jahat sedikitpun dengan keluarga ini." Ucap Anita.
" Kalau kamu tidak punya niat jahat untuk keluargaku kepada kamu masuk dalam kehidupan anakku."
__ADS_1
" Maaf jika kehadiranku mengganggu ketenangan Bun_"
" Oh jelas, sangat menggangu malah." Bunda Vio terus menyudutkan Anita, Membuat wanita ular berkepala tiga itu terpaksa mengeluarkan air mata buayanya.
Sedangkan Reval yang sedang duduk di samping Bunda Vio, tidak menghiraukan ucapan Bundanya yang begitu menyakitkan hati istrinya itu.
" Bun Maaf jika pekerjaan aku Membuat Bunda malu, tetapi aku tidak memiliki pilihan lain selain menjalankan pekerjaan itu, Aku terpaksa bekerja di situ untuk menebus hutang ayahku kepada Rentenir. kalau tidak ayah dan ibuku akan di penjara." Ucap Anita mengharapkan rasa ibah dari suami dan mertuanya.
" Bukankah anak saya memiliki banyak uang! tinggal sebutkan berapa jumlah utang ayah kamu dia pasti akan langsung melunasinya lain Ceritanya jika kamu menikmati pekerjaan kamu itu."
" Aku tidak meminta saja bunda sudah begitu membenciku apalagi aku meminta Bun! Apa bedanya aku sama Luna! apa karena pekerjaan kami, pendidikan , status sosial atau apa? Bahkan Luna memiliki hubungan Selama dua tahun dengan lelaki penikmat lubang, Tetapi Bunda tidak membencinya tetapi kenapa aku begitu bunda benci jelas jelas aku hanya seorang anak yang ingin berbakti kepada orang tuanya walaupun caraku salah." Ucap Anita panjang kali Lebar. Iya tidak sadar jika kata katanya telah mencipta kemurkaan Reval kepadanya.
" Bunda boleh benci aku! tapi jangan membenci anakku karena dia cucu Bunda."
" CUKUP." Bentak Reval. membuat Anita langsung terdiam.
.......
.......
.......
.......
...Bersambung....
...Happy reading.. 💋💋...
💋 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍
__ADS_1