ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Permainan tak bermutu


__ADS_3

" Kalian kenapa sih! koh pada diam diam gini, perasaan tadi baik baik aja." Ucap Nurul saat melihat Luna, Dina dan Meli. hanya membisu sejak bergabung dengan di meja itu. Bahkan ketiganya sudah berulang kali pamit untuk meninggalkan tempat duduk mereka tetapi selalu di tolak, membuat mereka tetap duduk dengan suasana hati yang semakin memburuk.


" Tahu nih! Sebenarnya kalian punya masalah apa? bukannya kalian tidak saling kenal." Indra turut bertanya.


" Nggak ada." Jawab Luna seadanya, sementara Dina menggeleng kepalanya untuk meli sendiri ia hanya menaikkan kedua bahunya. sungguh sikap yang aneh tetapi begitu kompak.


Mereka tidak sadar setiap gerakan gerik mereka di perhatikan dengan begitu baik oleh Reval dan kawan kawan.


" Agar suasana tidak canggung, Bagaimana kalau kita bermain sebuah permainan, Kebetulan kita sedang berkumpul." Usul Jayden, entah apa yang ada dalam benaknya saat ini.


" Maaf aku nggak punya waktu." Tolak Luna.


" Aku juga." Sahut meli.


" Sama." Dina pun ikut ikutan.


" Kalian bertiga apa apaan sih! Ayolah luna, Dina dan ka meli. kalau kalian nggak kenal sama mereka ya udah biasa aja! justru sikap kalian saat ini menunjukkan kalau kalian itu saling kenal." Tukas Nurul. Membuat ketiga orang itu menurut dan memilih mengikuti rencana Jayden.


" Permainan apa?" Tanya Reval.


" Kejujuran." Jawab Jayden sambil mengangkat botol minuman yang masih tersisa sedikit, lalu menuangkan isinya dalam gelas yang ada di hadapan mereka sampai habis." Aku akan memutar botol ini, bila botolnya berhenti tepat di hadapan salah satu di antara kalian, kalian harus menjawab pertanyaannya aku dengan jujur. kalau kalian ketahuan berbohong atau tidak ingin menjawab, maka kalian harus melakukan apa yang aku minta." Jelas Jayden sambil memutar botol itu sebagai contoh.


Reval mengangguk anggukkan kepalanya pertanda ia paham dengan apa yang di maksud temannya itu. Sementara itu, Dina, Luna dan meli terlihat begitu malas. mengikuti permainan yang tidak bermutu itu.


" Kita mulai ya." Tanya Jayden, Ia pun segera memutar botol itu setelah mendapat persetujuan dari yang lain.

__ADS_1


Nasib baik tidak berpihak pada meli, karena di putaran pertama, botol itu mengarah kepadanya. " Siapa Dion?" tanya Jayden.


" Mantan suami, Puas kamu." Jayden dan Dion terkekeh melihat kekesalan meli.


" Sampai disini semua berjalan lancar, silahkan." Jayden mempersilakan meli untuk memutar botol itu.


Setiap orang yang duduk di meja itu telah mendapatkan giliran bertanya dan menjawab hanya Dina dan Luna yang belum mendapatkan giliran sama sekali.


" Udahlah, aku capek." Ucap Luna, saat ia akan berdiri meninggalkan mereka, ia kembali di tahan oleh Jayden dan Nurul. dengan alasan tidak adil jika mereka berdua, tidak di tanya sebeb mereka semua telah menjawab pertanyaan yang mereka dapat dengan jujur.


" Ya udah satu pertanyaan, tapi setelah itu aku dan Dina boleh pergi." Usul Luna. Mereka pun mau tak mau harus setuju.


" Apa hubungan kamu sama Jayden?" Tanya Nurul.


" Aku tidak memiliki hubungan apa pun sama Jayden." Jawab Luna apa adanya,. karena ia benar benar tidak memiliki hubungan apapun dengan Jayden.


Saat Luna hendak melangkah masuk kedalam kamarnya ia di tarik sama Nurul dan meli, untuk masuk kedalam kamar lamanya, kedua wanita itu sama penasarannya dengan Reval.


" Jelasin punya masalah apa kalian sama mereka." Tanya Meli. di iakan Nurul.


" Ceritanya panjang." Jawab Luna.


" Kita punya banyak waktu! kalian berdua, bisa menjelaskan semuanya dari sekarang." Pintah Meli.


Sebelum memulai penjelasannya Luna berulang kali menarik nafas dalam-dalam lalu menghembusnya.

__ADS_1


Sementara itu Dina masih syok, tiba tiba harus bertemu lagi dengan Jayden. Setelah sekian lama tidak berjumpa, entah takdir apa yang tengah mempermainkannya saat ini. Dina berharap ia tidak bertemu lagi setelah ini.


" Sekali lagi aku tegaskan aku tak punya masalah apapun dengan Jayden. hanya saja aku benci dengan laki laki yang tidak bisa memegang omongannya serta pengecut seperti dia." Ucap Luna dengan tangan terkepal. andai saja tidak ada Reval dan orang lain di bawah sana mungkin Luna sudah menghancurkan wajah menyebalkan lelaki itu.


" Ini semua tidak sepenuhnya salah dia, andai dulu aku tidak mudah tergoda dan sedikit lebih sadar diri mungkin semuanya ini tidak akan seperti ini."


" Apapun alasannya cara mereka tidak bisa di benarkan, jangan sampai kamu bertemu dengannya setelah ini, ingat itu." Ucapan Luna terdengar seperti sebuah Ancaman kepada Dina.


" Jangan takut, Aku juga tidak akan mau terjerumus kedalam lubang yang sama untuk kedua kalinya."


" Bagus donk! itu yang aku harapkan." Sahut Dina.


" Sebenarnya ada apa sih? tambah binggung kita dengar penjelasan kalian berdua." Sahut meli. Membuat Luna mendesah frustasi. Kedua sahabatnya itu tengah menunggu penjelasannya. tetapi Luna begitu malas jika harus mengingat kembali kejadian itu.


.


.


.


.


Bersambung.


...Happy reading...💋💋...

__ADS_1


...jangan lupa like dan komen. 👍🙏...


...Nanti Bab selanjutnya aku sedikit Flashback ya.💋🙏🙏...


__ADS_2