ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Hubungan yang rumit


__ADS_3

Saat bus yang ditumpangi Luna berhenti di transit yang pertama, Luna turun dari bus, untuk makan dan melakukan keperluan lainnya, setelah itu Luna kembali ke dalam bus. ia Sengaja mengaktifkan ponsel yang sejak tadi iaΒ  no aktifkan.


Begitu ponsel itu kembali aktif puluhan panggil dan chat langsung masuk ke dalam ponselnya. Luna menarik nafas dalam-dalam ia menatap satu persatu nama nama yang menghubunginya.


Tak lama berselang sebuah dering panjang dari ponsel yang di genggamanya, membuat tubuh Luna langsung terperanjat seketika, dan lebih membuat ia terkejut nama suaminya tercantum di sana, awalnya Luna memcoba mengabaikan tetepi panggilan itu terus berulang ulang.


" Hallo." Ucap Luna dengan suara seraknya, pada akhirnya ia memutuskan untuk mengangkat sambung telpon itu, walaupun ia begitu malas untuk berbicara dengan siapapun saat ini.


" Hallo kamu dimana? kenapa kamu pergi? Katakan kamu dimana sayang aku akan menjemputmu! Tolong jangan balas aku seperti ini ini." Ucap Reval, Suaranya terdengar begitu serak seolah menahan sesuatu disana.


" Untuk apa aku kembali jika keberadaanku tidak pernah kau inginkan. Aku tahu kamu pasti, menangkan di pengadilan." Ucap Luna, ia tersenyum getir! ia begitu marah saat menebak ucapannya sendiri. " Mungkin selamanya aku di takdirkan untuk menjadi istri Kedua kamu." Lanjutannya dengan air mata yang terus membasahi kedua pipi Luna.


" Kembalilah, akan ku jadikan kau satu satunya di hati dan hidupku, aku mohon katakan kamu dimana sayang."


" Maaf aku nggak bisa."


" Aku mohon Luna, beri aku kesempatan, untuk membuktikan kata kataku,Β  Zen kamu Memberikan nya kesempatan kenapa aku tidak Luna! Tolong jangan seperti ini."


" Zen yang terlihat tulus, royal dan selalu menghargai aku saja berkhianat apalagi kamu yang selalu menyakiti. Lupakan aku sebaiknya kita kembalikan semua seperti dulu."


" Tidak sayang, semuanya sudah tidak bisa kembali seperti dulu lagi, yang aku cintai sekarang itu kamu bukan Anita


" Mendengar ucapan Reval, Luna menggeleng kepala, walaupun Reval tidak bisa melihatnya.


" Itu bukan cinta, kamu hanya terobsesi untuk membalas perbuatan Zen dengan menyakiti aku, iya kan."

__ADS_1


" TIDAK, itu tidak benar Luna. Aku bersumpah aku tidak sepicik yang kamu tuduhkan! Aku benar sayang sama kamu! Harus bagaimana lagi agar kami percaya." Suara Reval terdengar semakin serak dan berat. Luna tahu apa yang di ucapkan Reval itu sungguh-sungguh, tetapi hatinya begitu tawar untuk menerimanya. " Aku mohon kembalilah, bagaimana aku akan membuktikan kesungguhanku, jika kamu saja tidak berada di sisiku! Katakan sayang kamu dimana aku akan kesana untuk menjemput kamu sekarang."


" Hiduplah dengan baik, belajarlah untuk melupakan aku, seperti yang aku katakan tadi,Β  Kita kembalikan semua ketempat semula, tempat sebelum aku masuk kedalam hidupmu." Wanita yang duduk di samping Luna mengusap sudut matanya yang basa. Dia tidak tahu apa yang terjadi dengan Luna tapi dari airmata serta kata-kata yang di ucapkan Luna, wanita itu bisa sedikit menebak apa yang terjadi.


" Nggak aku nggak bisa, aku udah terlanjur cinta sama kamu Luna, kamu di_" belum selesai Reval berbicara, Luna sudah lebih dulu memotong ucapannya.


" Mungkin sekarang berat buat kamu, tetapi seiring waktu kamu pasti akan melupakan aku, seperti yang aku katakan tadi, kita kembalikan semua ketempat semula. Biar takdir yang menentukan arah jalan kita! Kita akan bertemu jika takdir mempertemukan kita. Satu lagi, kamu mungkin tidak bisa menemukan aku tetapi aku ingin melihat kamu hidup dengan baik dari tempat ku berada. Hiduplah dengan baik, buatlah aku kagum Denganmu sama seperti saat pertama kali aku melihatmu, Selamat tinggal." Luna mengakhiri panggilan itu secara sepihak bersamaan dengan bus yang ia tumpangi kembali melanjutkan perjalanannya.


Satu hal yang tidak bisa Luna pungkiri, bahwa ia pernah begitu kagum dengan sosok suaminya itu, tepat saat pertama kali ia menginjakkan kakinya di ibukota. wanita mana yang tidak kagum dengan lelaki yang begitu sukses di usia mudanya, memiliki wajah tampan dan mapan serta sukses dalam bidang bisnis membuat wajahnya selalu menghiasi beberapa majalah bisnis dan pemberitaan di media media, Sayangnya lelaki itu begitu bodoh dalam urusan percintaan. Karena jika dia pintar sedikit saja mungkin ia tidak akan di tipu Anita dan harus kehilangan Luna seperti sekarang ini.


Begitu sampai di depan rumah orang tuanya, Reval memutuskan untuk kembali menghubungi nomor telepon Luna. beruntung nomor itu sedang aktif. sehingga Reval bisa mendengar kata kata perpisahan dari bibir wanita yang kini telah menguasai relung hatinya.


...πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹...


Dengan Angkuhnya Reval melangkah masuk kedalam kediaman orang tuanya. tatapannya langsung tertuju pada wanita yang tengah duduk di ruang keluarga sambil menikmati potong buah yang ia letakkan di pangkuannya.


Tatapan matanya yang begitu tajam serta wajahnya yang merah merah padam, menggambarkan perasaan marah yang mungkin sudah sampai ke ubun-ubunnya.


Prankk PLAK.


Reval langsung menghempaskan piring yang ada di pangkuan Anita dan menampar pipi wanita itu.


" Kenapa kamu mempermalukan Luna di rumah sakit siapa yang mengizinkan kamu melakukan hal itu." Ucapnya sambil mencengkram erat Kedua bahu Anita.


" Aku tidak butuh izin dari siapapun untuk berbicara, Lagian apa yang aku katakan itu benar, bukankah dia memang pantas untuk disebut pelakor."

__ADS_1


PLAK PLAK.


Reval melepaskan cengkeramannya dan kembali menampar Anita." Pelakor kamu bilang? apa kamu Lupa! kamulah yang meminta aku untuk menikahinya secara tidak langsung kamu yang mengundangnya untuk masuk kedalam hubungan kita, jangan salahkan dia, jika dia yang kamu undang meninggalkan kesan dan perasaan tersendiri untukku." Ucap Reval.


" Aku sudah pernah memberikanmu kesempatan dan rasa cinta yang tulus tetapi kamu tidak pernah bersyukur dengan hal itu, bahkan kamu tidak pernah menganggap aku sama sekali, sehingga dengan mudahnya kamu menyerahkan dirimu kepada sahabatku tetapi aku tidak pernah membalasmu, aku tidak mempermasalahkan siapa ayah dari anak yang kamu kandungan. nyatanya kamu tidak sadar dan menyalakan semuanya kepada Luna! di mana urat malumu sebagai seorang wanita?" Kata kata Reval begitu menusuk. Reval bahkan tidak peduli dengan tatapan beberapa pelayan yang sedang menatap mereka.


Apa yang di lakukan Reval kepada Anita nyatanya tidak cukup untuk meredam emosinya saat ini, Sebab ia kembali mencekam pipi Anita mengunakan satu tangannya, rasa sakit akibat tamparan yang ia dapatkan semakin bertambah berkali kali lipat. " Jangan pernah salahkan Luna atas luka yang pernah kamu torehkan kepadaku! sebab semua itu karma untuk ketidak setiaanmu waktu itu dan siapakan dirimu begitu anakmu lahir aku akan menceraikan kamu." Reval langsung menghempaskan tubuh Anita begitu saja, ia seakan lupa bahwa wanita itu tengah mengandung saat ini.


Reval berjalan keluar rumah, menuju mobilnya yang terparkir di halaman depan rumah. Reval masuk kedalam mobil dan berlalu meninggalkan rumah kedua orang tuanya.


.


.


.


.


Bersambung.


Happy reading..πŸ’‹πŸ’‹


jangan lupa like.. πŸ‘πŸ‘


Dan vote seikhlasnya.πŸ™πŸ˜—

__ADS_1


__ADS_2