
Tok tok tok..
Dion mengetuk pintu kamar mandi, karena Melly tidak kunjung keluar dari dalam sana. " Apa yang kamu lakukan di dalam sana? Kenapa lama sekali." Teriak Dion sambil mengendor gedor pintu yang ada di hadapannya. Awalnya pintu itu di kunci dari luar dan saat dion ingin mengecek Melly, wanita itu malah ikut ikutan mengunci pintu dari dalam.
" Aku harus mencuci wajahku, buang hajat dan mandi tentu saja membutuhkan mandi." Sahut Melly dari dalam sana, suaranya tak kalah meninggi dari dion.
" Aku harap itu Benar! Jika kamu mencoba untuk kabur dari sini itu percuma Honey, sebab aku tidak akan memberikan kamu celah untuk lari dari sini. " Balas Dion. Ia pun segera keluar dari kamar di mana Melly berada saat ini.
Melly yang mendengar pintu di tutup, langsung melilit handuk ke tubuhnya kebetulan hanya benda itu yang ada di situ sementara pakaiannya sudah terlanjur basah.
Melly membuka pintu kamar mandi dengan perlahan ia mengintip keluar, ternyata kamar itu kosong, tidak ada Dion di sana. Melly langsung melangkah kearah pintu, saat ia akan memutar Hendel pintu kamar itu, tiba tiba pintu terdorong dari luar dan menampilkan wajah menyebalkan Dion.
" Kenapa, hmmm mau kabur." Dion langsung mendekap tubuh Melly dan kembali menyeretnya keranjang, ia kembali mengikat kedua tangan wanita itu di tepat semula.
" Lepaskan aku Dion, tangan aku sakit." Teriak Melly, berharap lelaki itu melepaskan ikatannya, karena jujur saja tangan Melly begitu sakit.
__ADS_1
Dion menatap wajah Melly, kemudian melihat pergelangan tangannya. " Apa yang kamu rasakan saat ini, tidaklah sebanding dengan kamu membohongi aku selama kita menikah honey." Ucap Dion Sambil mengusap pipi Melly.
" Apa salah ku! Kebohongan apa yang kamu maksud." Teriak Melly, ia ingin sekali melawan lelaki yang tengah menatapnya itu, tetapi ia mengurung niatnya itu, sebab ia hanya menggunakan handuk, tentu saja Melly tidak ingin Dion menggicip tubuhnya dengan suka rela sekali pun Dion adalah mantan suaminya.
Alih alih menjawab, Dion malah mendekat kepada Melly, ia sedikit menunduk untuk ******* bibir Melly dan menyingkirkan handuk yang menjadi satu satunya, penutup tubuh Melly saat ini.
" Hmmmtt." Teriak Melly tertahan oleh Ciuman Dion yang begitu menuntun. " Apa yang kamu lakukan." Teriak Melly dengan nafas yang terengah-engah saat Dion Melepas Ciuman mereka.
Sekali lagi Dion tidak menjawab, ia hanya diam mengagumi tubuh mantan istrinya itu." Jangan macam macam brengsek! Aku akan membunuhmu jika kamu berani melakukannya. " Mendengar ancaman serta makian yang keluar dari bibir Melly membuat Dion tertawa.
Sudah tidak terhitung, berapa jumlah cacian dan sumpah serapah yang keluar dari bibir Melly untuk Dion.
Bukan nya marah atau tersinggung dengan ucapan Melly, Dion justru merasa tertantang dan semakin bergairah kepada sang mantan.
Melly terus meronta dan menendang asal, berharap lelaki itu menghentikan kegilaannya. Dion malah ******* dan menggigit kecil puncak gunung kembar Melly. Aksinya tidak sampai di situ, ia pun segera melepaskan seluruh pakaiannya membuat adiknya yang berdiri tegak kini siap untuk berproduksi.
__ADS_1
Ia menindih tubuh Melly dan sedikit membuka jalan untuk adiknya masuk dengan mudah. " Hentikan bajingan. Kamu brengsek, Lelaki gila jahanam."
Kedua sudut mata Melly basah, ia bukanlah wanita yang cengeng. Hanya saja ia tidak kuat menahan rasa sakitnya, saat ini. Di perkaosa dan di lecehkan mantan suaminya, seperti binatang yang tidak berperasaan. Melly berjanji pada diri nya sendiri jika dia lepas dari Dion, maka dia akan menghilang dari kehidupan laki laki itu selamanya.
.......
.......
.......
.......
...BERSAMBUNG....
...Happy Reading.. ππ...
__ADS_1
...Jangan lupa Follow ig Vivia129. ( mode ngarepπ€£π€£) ...