
Luna berjalan mengikuti langkah mama Lina sampai keduanya berhenti tepat di salah satu bangku yang di sediakan untuk bersantai. " Duduk." Pinta mama Lina sambil menepuk sisi bangku di sebelahnya.
Cukup lama keduanya terdiam dengan pandangan lurus. Baik Luna maupun mamanya tidak ada yang berbicara, perasaan bersalah membuat ibu dan anak itu canggung satu sama lain. Sampai suara mama Lina memecah keheningan diantara mereka.
" Kamu tahu alasan, kenapa mama memintamu untuk tinggal bersama bunda Vio waktu itu?" Tanya Mama Lina.
" Karena mama khawatir dan tidak ingin Luna merasa sendiri di kota besar ini." Jawab Luna.
" Terus kamu tahu tidak, kenapa mama menikahkan kamu dengan Reval tanpa persetujuan kamu, padahal mama tahu betul kalau dia sudah punya istri." Tanya Mama Lina lagi.
" Karena mama meragukan luna, serta takut dengan ucapan orang orang diluar sana." Jawab Luna sedikit gugup, ia begitu takut menyinggung perasaan mamanya.
Mama Lina terkekeh, " Kamu salah sayang, Karena alasan mama masih tetap sama dengan waktu itu." Binggung dan tak percaya, itulah yang dirasakan Luna saat ini.
__ADS_1
Bukankah waktu itu mamanya sendiri yang mengatakan, bahwa ia raut dengan cemoohan lain, yang meragukan hubungan yang sehat di antara dirinya dan Zen. Lalu apa ini? Apa ini juga salah satu cara yang di buat mamanya Agar ia mencabut gugatannya untuk Reval. Entahlah Luna sendiri binggung dengan apa yang baru saja ia dengar, terlalu banyak cobaan serta rasa sakit yang ia dapat, membuatnya sulit untuk percaya. Rasanya kepala Luna akan pecah memikirkan hal ini.
Melihat Luna hanya diam dan tidak merespon ucapannya, mama Lina kembali angkat bicara.
" Kehilangan bukanlah sesuatu yang mudah untuk orang yang di tinggalkan. Mungkin benar, waktu itu mama terlalu naif sampai menyerahkan anak mama kepada dia, karena berpikir dia sama baiknya seperti ayah dan bundanya, sekali pun dia mempunyai istri." Mama Lina menjeda ucapannya.
" Sebab yang Mama tahu, saat itu putri mama membutuhkan bahu serta penyemangat, agar dia tidak larut dalam kesedihannya. Walaupun mama sendiri bisa melakukannya. Seandainya kondisi kakakmu baik baik saja." Mama Luna mengusap air matanya, pandangannya pun masih lurus kedepan.
" Kalau mama sayang sama Luna! kenapa mama minta Luna bertahan."
" Sebab itu satu satunya cara agar penunjang hidup kakak kamu tidak di lepas, mama sudah kehilangan adik kamu yang tidak tahu entah dimana, mama tidak ingin kehilangan lagi, baik itu kamu maupun kakak kamu."
" Maksudnya apa?"
__ADS_1
" Perkebunan ayah kamu sudah mama jual untuk biaya perawatan kakak kamu selama beberapa bulan ini. mama sudah tidak punya biaya lagi untuk meneruskan perawatan kakak kamu tapi bunda Vio janji akan menanggung biayanya jika kamu tetap menjadi menantunya! Tolong mama, bertahan sebentar saja, kalau semuanya sudah membaik mama yang akan membawa kamu keluar dari rumah ini." Ucap mama Lina, setelah itu ia melangkah meninggalkan Luna sendiri.
" Ya Tuhan cobaan apa lagi ini."
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1