ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Melepaskan


__ADS_3

Ingin sekali rasanya Dina membantu Luna terlepas dari lelaki yang tengah mendekap tubuh sahabatnya itu, tetapi Dina niatnya ia urungkan, bukan karena dia takut atau tak berani, sebab ia sadar dalam posisi ini lelaki itu lebih berhak segala galanya ketimbang dia yang notabennya hanyalah seorang sahabat, walaupun hatinya menjerit melihat sahabatnya terus memberontak.


" Lepaskan." Teriak Luna. Tetapi reval seakan menulihkan telinganya." Aku bilang lepas, apa kamu tuli." Ulang Luna lagi.


" Tidak perlu berteriak! aku hanya ingin seperti ini, sebentar saja." Ucap Reval suaranya terdengar sedikit memohon, hal itu tidak membuat seorang Luna luluh atau pun tenang dalam dekapannya.


" Nggak, aku nggak mau! lepaskan aku." Luna masih tetap pada pendiriannya. ia terus berusaha melepaskan dekapan Reval.


" LUNA!!" bentak Reval, tidak membuat seorang Luna takut. Sedangkan Dina yang berada tidak jauh dari mereka memilih berjalan semakin menjauh dari keduanya.


" APA." Tantangan Luna. Reval langsung membalikkan tubuh Luna, membuat keduanya saling berhadapan.


" Aku hanya ingin memelukmu sebentar saja." Pinta Reval ia berusaha menahan emosinya, sehingga ia tidak kembali menyakiti istrinya lagi! tetapi sayangnya usaha Reval tidak di dukung oleh Luna sedikitpun. Reval kesal dengan hal ia langsung menarik tengkuk Luna mencium dengan lembut bibirnya, lantas hal itu tidak membuat Luna tertegun atau baper, ia justru mengigit bibir Reval, mencakar sekaligus menampar wajah suaminya.


" Apa selamanya aku ini wanita murahan dan haus belaian di matamu, sampai kau dengan tega, terus memperlakukan aku seperti ini." Teriak Luna semakin menjadi jadi.


" LUNA." Reval mengangkat tangannya ingin membalas tamparan istrinya itu, tetapi tangannya menggantung di udara saat Luna menantangnya.


" Apa mau tampar aku, ayo tampar, tampar aku." Luna menarik tangan Reval mendekati pipinya. " Pipi ini sudah terbiasa dengan tanganmu." Mendengar hal itu membuat hati Reval seakan teriris, sejahat itu kah dia selama ini? sebesar apa luka yang telah ia ciptakan? Reval sendiri pun tidak tahu.

__ADS_1


Reval kembali memeluk tubuh Luna, kali ini Luna tidak lagi melawan mungkin karena dia sudah lelah. " Maaf, Maafkan aku." Ucap Reval dalam hatinya. sambil terus memeluk tubuh istrinya itu walaupun tidak mendapatkan balasan.


Luna mendorong dada bidang Reval, membuat jarak diantara mereka walaupun tangan Reval masih senang tiasa melingkar di pinggangnya. " Hhuuuhmmm, untuk apa kamu memeluk ku?" Tanya Luna, dengan senyum mengejeknya. " Apa kamu masih menganggapku wanita yang haus belaian atau Lebih dari itu, sehingga kau begitu yakin pelukanmu itu bisa menenangkan aku." Tanyanya lagi membuat hati Reval tersentil. Rasanya Reval ingin langsung mengucapkan kata maaf atas ucapan yang pernah dia ucapkan dulu, tetapi sayang egonya terlampau tinggi. sehingga kata maaf cuma mampu ia ucapkan dalam hati lagi.


" Aku tidak sesabar itu, jadi jangan mengujiku lagi." Ucap Reval pada Akhirnya.


" Dan aku sudah terbiasa dengan semua perlakuan dan tuduhanmu itu! Apa yang bisa di harapkan dari wanita murahan ini." Luna menunjuk dirinya sendiri, " Dalam hubungan pernikahan yang memiliki untung ruginya." Sambungnya. Luna yang tadinya merontak kini sudah tidak lagi, ia begitu lelah dengan keadaan.


" Kamu ingat tujuanmu menikahiku?" Tanya Luna dan Reval menganggukkan kepalanya.


" Kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau bukan! Ayah dan Bunda sudah merestui pernikahanmu dan dia, kamu bisa melepaskan aku sekarang, aku tidak ingin di cap penganggu, perusak atau pun perebut suami orang lain." Untuk kali ini Luna berbicara dalam keadaan tenang. Ia Berharap ada sedikit rasa empati dari suaminya itu, untuk dirinya.


" Orang lain tidak akan tahu tentang itu, dimata mereka aku hanyalah wanita hina yang masuk kedalam rumah tangga orang lain dan aku pun tidak ingin tahu tentang hubungan kalian berdua! sebab yang aku inginkan itu adalah lepas dari semua ini." Ucap Luna sambil berjongkok, Setelah melepaskan tangan Reval yang melingkar di pinggangnya, ia meraih bunga Lily yang sempat terjatuh dari tangannya. " Lepaskan aku." ucapnya lagi, ia berdiri, berjalan melewati Reval.


" Melepaskan." Reval tersenyum." Kamu tidak mengenalku Luna, Aku Revaldy Putra Sanjaya tidak pernah melepaskan apa yang aku anggap Milikku." Ucap Reval membuat langkah Luna terhenti.


" Aku tidak peduli, jika kamu tidak mau melepaskan aku, maka aku yang akan melapaskan diri darimu dan pernikahan ini."


" Lakukanlah karena akan aku pastikan kamu sendiri yang akan datang kepada ku nanti."

__ADS_1


" Itu tidak akan pernah terjadi." Reval tersenyum, dan terlihat begitu menjengkelkan untuk Luna.


" Itu menurut mu sayang, bukan menurutku." Reval maju beberapa langkah mendekati Istrinya, ia mengecup kening Luna tidak ada penolakan sama sekali dari Luna. " Lakukan apa yang ingin kamu lakukan dan aku akan melakukan apa yang bisa aku lakukan." Reval mengusap pipi Luna Setelah itu melangkah pergi meninggalkan Luna yang diam membisu di tempatnya bukan karena dia terpesona dengan perlakuan suaminya, tetapi dia sedang berpikir apa yang akan di lakukan suaminya itu nanti.


" Dia sudah pergi." Tanya Din, membuat Luna terkejut.


" Hu'um." Luna mengangguk, " Ayo." Ajak Luna. Ia dan Dina pun berjalan menuju makam Zen.


Usai Berjiarah keduanya langsung kembali ke mess mengunakan taksi yang di pesan Dina.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


💋 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍


__ADS_2