ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Sedikit canggung.


__ADS_3

Malam harinya, begitu mereka selesai makan malam, Luna melangkah hendak kembali ke kamarnya.


" Luna." Panggil bunda Vio, membuat langkah menantunya itu terhenti, ia berdiri di tempatnya, Sambil menunggu bunda Vio yang tengah berjalan kearahnya." Ada apa Bun?"


"Tinggal dua hari lagi kalian akan pergi, Bunda ingin tidur bersama Ella dan Rendra, apa boleh?" Tanya Bunda Vio, dalam hatinya ia begitu berharap di izinkan oleh Luna.


" Luna tidak keberatan jika bunda ingin tidur bersama mereka! hanya saja, sekarang ini mereka sering bangun di tengah malam dan baru tidur lagi saat pagi hari tiba." Ucap Luna apa adanya, karena dia tidak ingin kesehatan mertuanya itu terganggu karena kedua anaknya yang sedang menikmati kebiasaan mereka terjaga di malam hari. " begadang tidak bagus buat kesehatan bunda." Sambungnya.


" Terima kasih sudah mengkhawatirkan Bunda sayang. tetapi sekali dua kali tidak ada masalah kan." Luna tahu, ibu mertuanya ini tidak bisa di tolak jika sudah menginginkan sesuatu.. " Aku akan mengantar mereka kekamar bunda begitu selesai menyusui mereka."


" Terima kasih sayang." Luna mengangguk.


" Sama sama Bun! Luna kekamar dulu yq Bun." Pamit Luna.


" Iya Nak." Luna pun meninggalkan mertuanya, untuk kembali ke kamarnya.


......💋💋💋💋💋......


Sesuai permintaan bunda Vio, begitu ia selesai menyusui Naela dan Narendra, Luna langsung mengantar mereka kekamar sang bunda, saat mereka telah terlelap.


Tok tok tok..


Luna mengetuk pintu kamar Bunda Vio, ia kini tengah berdiri sambil mengendong Rendra, menunggu pintu itu terbuka, Sementara di samping berdiri Reval dengan Naela dalam gendongannya.


Ceklek. Pintu itu tertarik perlahan kedalam.

__ADS_1


" Maaf Yah Luna ganggu_" Ucap Luna, kepada Sanjaya. yang kini berdiri tepat di hadapan mereka. " Bunda ingin tidur bersama mereka." lanjutannya.


" Iya." Jawab Sanjaya, seraya mengulurkan kedua tangannya kepada Luna.


Luna yang mengerti maksud dari Ayah mertuanya, langsung menyerahkan Rendra kepada Sanjaya, Setelah mencium berulang kali wajah sang putra yang begitu damai dalam dekapan hangatnya.


Sanjaya masuk kedalam kamarnya, di ikuti Reval, dibelakang mereka Luna memilih kembali ke kamar.


Reval masuk ke dalam kamar, mendapati Luna tengah duduk di depan meja rias, menatap kepadanya dari pantulan cermin.


" Belum tidur?" Tanya Reval.


Luna menggeleng seraya memutuskan pandangan mereka, Ia bergegas menyelesaikan aktifitas mengusap krim pada wajahnya.


Luna terlalu canggung sekamar dengan Reval. Selama ini Luna tidak terlalu, merasakan hal itu, sebab ada Naela dan Narendra. walaupun kedua bayinya tidur di ranjang mereka masing-masing, yang sengaja Reval letak di dalam kamar itu.


Reval ikut bergabung bersama Luna. Ia menatap punggung Luna yang kini tengah membelakanginya.


Kedua tangannya ia letakkan di belakang kepala, pandangannya lurus menatap langit langit kamar. " Luna, kamu sudah tidur." Tanya Reval, Tetapi tidak ada jawaban dari wanita yang tengah berbaring di sisi Reval, ia memilih memejamkan kedua matanya untuk mengistirahatkan tubuhnya.


Waktu terus bergulir, baik Luna maupun Reval belum juga terlelap. Mereka asyik dengan pikiran dan perasaan masing masing.


" Lun." Panggil Reval lagi tetapi Luna masih belum merespon walaupun kedua matanya tertutup rapat, ia sepenuhnya belum tertidur. Reval memberanikan diri memeluk Luna dan sedikit merapat pada wanita yang telah memberikan dia dua orang anak itu.


" Aku tahu kamu belum tidur." Ucap Reval lagi.

__ADS_1


Tubuh Luna berdesir saat hidung Reval bermain pada ceruk lehernya. " Hentikan." Ucap Luna seraya memutar tubuhnya. Ia kini berhadapan langsung dengan Reval.


" Aku tahu kamu belum tidur." Reval tersenyum kepada Luna, tangan Reval bergerak mengusap pipi Luna yang mulai terlihat chubby itu. " Kenapa belum tidur?" Tanya Reval lagi dan di jawab geleng Luna, Luna hendak memunggungi Reval, Tetapi gerakannya di tahan.


" Aku mencintaimu Luna Anastasya. Aku berharap suatu saat kamu dapat mengatakan hal itu kepadaku." Reval mengeratkan pelukannya, Tatapannya begitu mengibah. " Jika ada cara yang bisa aku lakukan untuk Menganti posisi Zen dihatimu, katakanlah! aku dengan senang hati melakukannya."


" Kenapa kamu harus repot repot membandingkan atau menganti posisi Zen." Sahut Luna. " Jangan berpikir untuk hal yang tidak penting, kamu cukup tahu bahwa kamu adalah orang yang saat ini aku percaya."


" Hanya itu." Luna mengangguk. membuat wajah Reval berubah masam, pelukan pada Luna pun perlahan lahan merenggang.


Luna kembali memunggungi Reval Seraya berkata." Orang yang aku cintai belum tentu dapat aku percaya, tetapi orang yang aku percaya akan selalu aku cintai."


.


.


.


.


Bersambung.


...Happy reading..💋💋...


...Jangan lupa like dan komen.👍👍🙏...

__ADS_1


__ADS_2