ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Keberanian Luna


__ADS_3

Malam harinya, Selesai sip! Mama Emma mengantar Luna untuk menemui Reval di perusahaan, sesuai janjinya siang tadi.


" Kamu yakin, suamimu masih di perusahaan?" Tanya Mama Emma saat mobil yang di bawahnya terjebak lampu merah. " Ini sudah jam delapan lewat loh lun."


" Yakin donk ma! soalnya tadi, Aku sempat menelpon Nurul, katanya sih mereka masih lembur buat proyek baru." Jawab Luna.


" Baiklah! tapi kamu hati hati ya."


" Iya ma! pasti."


Mobil mama Kembali melaju, menujuh tempat tujuan, begitu lampu lalu lintas itu barganti warna menjadi hijau.


Tak lama berselang, mobil mama Emma sampai di depan pintu gedung besar nan bertingkat itu, perusahaan itu begitu megah.


Luna Nampak ragu untuk keluar, tetapi mama Emma Kembali meyakinkan dirinya, walaupun mama Emma Sendiri agak ragu.


" Ma! Luna takut." Ucap Luna Sambil memilin jari jari tangannya untuk mengurangi rasa takutnya.


" Tenang sayang, semua akan baik baik saja! Seandainya dia bersikap kasar sama kamu bertahanlah, jika dalam dua hari kamu tidak masuk kerja, mama akan kerumah mertuamu mempertanyakan hal itu." Mama Emma menggenggam kedua tangan Luna.


" Tapi bagaimana jika dia menyakiti, Luna lagi?"


" Itu yang kita butuhkan untuk kamu, terlepas dari pernikahan ini."


" Baiklah, kalau mama yakin cara ini akan berhasil, Luna akan menemuinya." Luna membuka pintu mobil itu, perlahan ia keluar dari sana.


" Hati hati Luna, hubungi mama! jika kamu membutuhkan bantuan mama." Luna berbalik ia mengangguk! setelah itu kembali melanjutkan langkahnya.


Begitu Luna pergi mama tidak kunjung pergi ia memarkirkan mobilnya, di parkiran yang tidak jauh dari mobil Reval dan Indra! serta beberapa mobil pegawai yang masih terparkir.


Perusahaan begitu sepi, hanya beberapa keamanan dan OB yang tengah bertugas di lobby itu. Luna berjalan menuju lift khusus. " Permisi, Mbak mau cari siapa ya?" Tanya salah seorang security, yang menghampiri Luna.


" Saya ingin menemui Nurul Sekertarisnya pak Indra." Jawab Luna.


" Oh iya! silahkan Mbak, kebetulan tadi saya baru saja dari ruangan mereka, mengantarkan makan malam, disana juga ada mbak Rania." Ucap security itu memberi tahu.


" Oke, makasih pak! saya permisi." Luna langsung masuk kedalam Lift khusus begitu pintunya terbuka. Luna menekan angka Sepuluh begitu pintu lift itu tertutup.

__ADS_1


Ting..


Pintu lift itu kembali terbuka, perlahan Luna melangkah keluar dari sana ia menuju, ruang yang bertuliskan CEO.


Begitu sampai disana, Luna langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, tentu saja hal itu mengagetkan kelima orang yang sedang sibuk dengan tumpukan kertas di depan mereka.


" Apa kamu tidak memiliki sopan santun! Mau aku pecat sekarang juga." Ucap Reval tanpa menatap kearah Luna, sedangkan Rania, Indra dan sekertaris Reval begitu terkejut dengan kehadiran Luna, di perusahaan ini untuk kedua kalinya, Pertama saat menemani Zen dulu. untuk Nurul Sendiri dia sudah tahu, kalau Luna akan datang.


" Pecat saja." Sahut Luna, Mendengar suara yang begitu Familiar, Reval langsung mengangkat wajahnya dari tumpukan berkas berkas itu.


" LUNA."


" Ini Aku." Luna menghampiri meja kerja Reval, ia terlihat begitu berani, mungkin karena di ruangan itu tidak hanya mereka sendiri.


" Kak Luna aku kangen." Ucap Rania, ia menghampiri kakak iparnya itu, lalu memeluk tubuhnya. Luna Tersenyum Sambil membalas pelukan Rania.


" Lun, apa kabar?" Sapa Indra.


" Seperti yang kamu lihat." sahut Luna. Indra menggaguk.


" Aku ingin berbicara dengan kamu! tidak peduli ini kantor atau rumah, toh semua sama aja." Sahut Luna.


" Beda, dikantor untuk masalah pekerjaan sedangkan di rumah untuk masalah pribadi."


" Aku tidak peduli, lagian ini sudah malam aku rasa pekerjaan kamu pun sudah selesai."


" Pekerjaan aku tidak akan selesai hanya karena kedatanganmu."


Indra merasa kedua pasangan ini membutuhkan waktu untuk berbicara dari hati ke hati, ia berinisiatif untuk mengajak Rania, Nurul dan Sekertaris Reval untuk keluar.


" Sebaiknya kalian berbicara dulu dari hati ke hati, Biar kami membahas proyek ini di ruanganku." Usul Indra, tetapi segera di tolak Luna.


" Kalian tidak perlu pergi, lagian aku tidak lama."


" Tapi Kak_"


" Aku datang kesini, untuk memberitahu kamu bahwa aku, akan mengajukan gugatan cerai untuk kakak kamu." Luna dengan cepat memotong ucapan Rania.

__ADS_1


Mendengar Ucapan Luna, membuat Reval kehilangan kesabarannya. Ia menarik pergelangan tangan Luna, menyeretnya keluar dari ruangan itu. " Lepasin, tangan aku sakit." Ucap Luna, ia terus memberontak.


" Reval jangan seperti ini." Indra turut bicara, ia mengikuti langkah Reval dan Luna. " Kalian bisa bicara baik baik."


" Cukup sudah aku bersabar dengan ulahnya yang menghilang selama hampir dua bulan ini, sekarang dia berani muncul di hadapan aku untuk menggugat cerai aku! Haaah berani sekali dia! Sepertinya dia belum kenal siapa aku." Ucap Reval dengan tatapan tajamnya. Tidak sedikitpun ia melepas pergelangan tangan Luna.


" Jangan ikut campur urusan rumah tanggaku." sambung Reval lagi. Ia kembali menarik tangan Luna masuk kedalam lift, sedangkan Indra hanya membeku di tempatnya.


" Kak mana kak Reval sama kak Luna." Tanya Rania.


" Udah pergi."


" Kenapa kakak tidak menahannya! kalau kakak sakiti ka Luna bagaimana?" Rania begitu khawatir dengan nasib kakak iparnya itu.


" Entahlah, kakak juga tidak tahu, semoga Luna tidak kenapa napa."


" Tapi kak_"


" Sudahlah, sebaiknya kita pulang, kita bahas masalah ini dengan Bunda dan ayah."


" Baiklah! terserah kakak saja." Mereka pun kembali keruang Reval, bersiap siap untuk pulang. Disisi lain Nurul langsung menghubungi, Dina menanyakan alasan, kepada tiba tiba Luna ingin bercerai dengan Reval bukahkah selama ini semua nampak baik baik saja.


Sedangkan di parkiran, mama Emma nampak terkejut, melihat Reval menyeret Luna keluar dari perusahaan dan menghempaskan tubuh Luna di dalam, begitu ia membuka pintu mobil.


Rasanya ia menyesal mengantar Luna keperusahan ini, tetapi apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur, yang bisa mama Emma lakukan hanyalah berdoa semoga Luna baik baik saja.


.


.


.


.


Bersambung.


💋 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍

__ADS_1


__ADS_2