ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Undangan


__ADS_3

Setelah melewati Aktivitas yang panas semalam dan baru memejamkan mata di jam empat pagi.


Kini luna kembali terjaga, dengan posisi yang berada dalam dekapan hangatnya sang suami. Lengan kokoh itu memeluk tubuh Luna Dengan begitu posesif, walaupun dalam keadaan mata yang terpejam dengan nafas yang begitu teratur.


Seluruh tulangnya terasa remuk, membuat Luna ingin berlama lama, dalam dekapan Reval, tetapi sayangnya ibu dua anak itu, lebih membutuhkan toilet saat ini, membuatnya mau tidak mau harus keluar dari zona nyaman itu.


Luna mengangkat lengan Reval yang memeluk tubuhnya, dengan begitu hati hati, sehingga tidak membangunkan sang suami yang masih terlelap.


Setelah mengijakkan kakinya di lantai, Luna langsung berlari kekamar mandi, sebab ia tidak menemukan sesuatu untuk menutupi tubuh polosnya, kecuali selimut yang di pakai Reval.


Usai melakukan ritual paginya, Luna berdiri menatap pantulan dirinya di cermin." sungguh mengenaskan." Ucap Luna Sambil menggeleng kepalanya. Kulit yang putih mulus itu, kini telah berubah menjadi macan tutul karena jejak ya menempel di mana mana, terlebih bagian leher dan dada.


Setelah puas memandang pantulan dirinya di cermin, Luna Segera menyelimuti tubuhnya dengan handuk, setelah itu ia melangkah keluar kamar mandi menuju ruang ganti. Ia sempat melirik sekilas ke arah ranjang di sang suami masih bergelut di bawah selimut.


" Selamat pagi." Ucap Luna kepada Anggota keluarganya yang tengah duduk menikmati sarapan mereka.


" Pagi lun, udah kaya pengantin baru aja jam segini baru bangun." Goda Melly sambil melirik jam tangannya.


" Siapa yang akan menyia nyiakan kesempatan yang di kasih ayah dan bunda." Sahut Nurul.


" Benar banget! untungnya aku libur, jadi bisa bantu bunda ngurus Ella dan Rendra." Dina pun tidak ketinggalan.


" Mel, kapan datang?" Tanya Luna, ia tidak menghiraukan godaan teman temannya. sedangkan Sanjaya dan bunda vio hanya tersenyum mendengar candaan mereka, begitu juga dengan Rania dan putra.


" Kemarin sore! paginya aku baru kesini karena kangen sama Ella dan Rendra." Jawab Melly apa adanya.


" Reval mana Nak?" Tanya Sanjaya.


" Masih tidur yah." Sanjaya mengangguk paham. sebab ia juga pernah muda. walaupun sampai sekarang pun masih sama.


Mereka kembali menikmati sarapan dengan obrolan ringan serta canda tawa yang terselip di dalam tanpa kehadiran Reval.


Setelah selesai sarapan, Luna mengajak Ella dan Rendra duduk di gazebo yang ada di taman belakang. Sambil menyusui mereka secara bergantian, Dina, Melly dan Nurul juga ikut bergabung sedangkan Rania pergi bersama ayah dan bundanya.


......💋💋💋💋💋......


Reval mulai mengerjap matanya, saat Dering panjang dari ponsel yang ia letakkan di atas nakas mengusik tidurnya.


Tangan Reval bergerak meraba raba atas nakas mencari keberadaan benda pipih itu tanpa mebuka kedua kelopak matanya.

__ADS_1


" Halo." Ucap Reval dengan suara khas bangun tidur, Setelah menemukan apa yang dia cari dan menerima panggilannya.


"Tumben Jam segini masih tidur aja." Mendengar ucapan Salah satu teman, Mata Reval langsung terbuka. Ia melihat layar ponselnya sekilas Setelah itu menempelkan lagi.


" Ion ada apa." Tanya Reval tanpa ingin berbasa basi lebih lama lagi.


" Ayolah val jangan terlalu serius! Kau terdengar begitu tidak sabara_."


" Ada apa?" Tegas Reval.


Terdengar helaan nafas di seberang sana." Salah satu teman kita mengadakan pesta anniversary, Dia mengundang kita dan berharap kita semua bisa hadir. Aku sudah mengabari putra, dia sudah setuju untuk datang."


" Acaranya kapan?"


" Tepatnya jam 8 Malam ini, Maaf baru mengabari kamu."


" Tak masalah, nanti aku kabari setelah berbicara dengan istriku."


" Ciih, jangan bilang Sekarang kamu menjadi suami takut istri." Ejek Dion, membuat Reval terkekeh dengan jalan pikiran sahabatnya.


Salahkah jika dia ingin menghargai istrinya. Tentu saja tidak sebab Reval bukan Dion yang tidak bisa menghargai sebuah hubungan, jika dulu hubungannya dengan Anita berakhir itu semua karena kesalahan Anita yang tidak bisa menghargai keberadaannya.


" Aku bukan takut sama Luna, tetepi aku menghargai keberadaannya saat ini. Aku bukan kamu."


" Terserah kamu mau berpikir seperti apa! kirim saja alamatnya. aku akan hadir kalau Luna ikut."


" Kita ketemu disana, Ajak juga teman istri kamu yang dokter itu."


" Mana bisa, dia saja di tempat tugasnya."


" Dia sudah datang, paling sebentar lagi ke rumah kamu! sudah dulu ya, aku ada meeting."


" Hmmm." Panggil itupun berakhir. Reval meletakkan ponselnya Sekaligus mengisi daya baterai benda pipih itu


Reval menatap sisi ranjang yang di tidur Luna semalam, tidak ada Luna. " Kemana dia." Gumam Reval, ia menyibakkan selimut yang menutupi tubuh polosnya dan melengak ke kamar mandi bergitu saja.


Setelah menyelesaikan ritual paginya yang sudah hampir kesiangan, Reval melangkah keluar kamar untuk mencari keberadaan istri serta menyapa kedua buah hatinya.


Rumah begitu sepi hanya beberapa pelayan yang mundar mandir untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.

__ADS_1


" Bi sini." panggil Reval Kepada salah satu pelayan yang melintas di hadapannya sambil membawa Alat pel di tangannya.


" Ada apa tuan." Tanya Pelayan sedikit menunduk di hadapan Reval.


" Bunda dan yang lainnya kemana?"


" Nyonya, tuan dan non Rania pergi tuan! kemananya bibi nggak tahu tuan, Kalau Nyonya Luna di taman belakang bersama sahabatnya dan si kembar tuan." Reval mengangguk paham dengan penjelasan pelayan itu.


" Kamu boleh kembali berkerja." Pelayan itu langsung pamit undur diri dari hadapan Reval.


Sementara Reval memilih untuk menyusul anak dan istrinya. Dari kejauhan Reval bisa melihat interaksi keempat wanita itu, bercerita di iringi canda tawa, sungguh pemandangan yang sangat indah saat senyum dan tawa luna begitu lepas tanpa di buat buat.


Hati kecilnya begitu iri dengan ketiga wanita itu, Mereka bisa membuat Luna tertawa lepas sementara dirinya hanya mampu memberikan luka dan airmata. ia begitu bersyukur Luna masih memberikan dia kesempatan.


Reval tersenyum sembari melangkah mendekati mereka. " Eehhmm." Reval berdehem. membuat fokus mereka kini berpindah kepadanya. " Boleh aku bergabung." Ucap Reval.


" Ya, Ayo sini." Dina mengiyakan sekaligus mengajak Reval untuk duduk di tempatnya, sedangkan ia berpindah ke sisi Nurul.


" Maaf jika Aku ganggu waktu kalian, tetapi aku ingin menyampaikan sesuatu." Luna tidak merespon, sebab ia terlalu malu untuk menantap wajah Reval apalagi sampai berbicara rasanya Luna tak sanggup mengingat Dewi jala ng yang bersemayam dalam dirinya meminta Reval untuk menjama nya terlebih dulu.


" Melihat wajahmu yang serius, sepertinya ini penting." Ucap Melly.


" Iya, ada apa? Jangan membuat kita takut." sahut Dina.


" Pasti ini soal pesta nanti malam." Tebak Nurul.


" Benar sekali, Salah satu temanku mengadakan pesta anniversary nya, dia mengundang kami." Tunjuk Reval Kepada Luna ,dirinya dan Nurul. " Mereka berharap kalian berdua juga datang." sambung Reval. Yang di maksud mereka, tentu saja Dion dan Jayden. bukan yang punya acara.


.


.


.


.


Bersambung.


...Happy reading..💋💋...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan komen. 👍🙏...


Maaf baru nongol lagi, 🙏🙏🙏


__ADS_2