ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Bertemu


__ADS_3

Mendengar Ucapan dari Istri yang baru di Nikahi 1 hari yang lalu itu, membuat Telinga Reval panas, tangannya mengepal.


" Kamu memang wanita yang tidak tahu diri, Sudah aku bantu menutupi malu kamu, bukannya berterima kasih, Kamu malah bersikap Kurang ngajar." Teriak Reval Iya Sangat marah.


" bhaaaaaahahhhaaa." Ketawa Luna membahana di Ruangan itu, sebagai sebuah Ejekan Kepada Reval.


"Malu kamu bilang?" Tangan Luna menunjuk Dada Reval. " Cih Justru menikah denganmu yang menyebabkan Aku malu." Tegas Luna. Membuat Reval semakin marah, Iya langsung menjambak rambut Luna mengunakan tangan kiri nya, Sedangkan tangan kanannya meramas Rahang Luna.


" Kamu." Rahang Reval mengeras, Iya menatap Luna dengan tatapan tajam, Jika Luna bukan Seorang wanita, mungkin Tulang tulangnya sudah di remuk oleh Reval.


" Apa." Tantang Luna, Iya tak takut sedikitpun kepada Reval. " Dasar laki laki brengsek, kamu pikir dengan menyakitkan Aku seperti ini aku akan takut padamu, tidak, tidak sedikit pun."


Reval yang mulai hilang kendali langsung mendorong tubuh Luna . Membuat wanita itu meringis saat tubuhnya mendarat pada sisi tempat tidur.


Setelah itu Reval langsung meninggalkan kamar hotel itu. Melihat punggung Reval yang telah menghilang di ikuti pintu yang di tutup dengan kasar dari luar.


Luna langsung terduduk dengan memeluk kedua Lututnya, dia menangis sejadi jadinya. " Ya Tuhan kuat kan Aku, Aku tak ingin terlihat lemah di mata mereka walaupun hati Aku sakit." Doa Luna dalam Hatinya.


...💋💋💋💋💋...


Jam 11 siang Luna sampai di kediaman Sanjaya, Iya melangkah masuk ke dalam rumah megah itu, dapat Luna liat raut kekhawatiran dari bunda Vio.


Bunda Vio terus mondar mandir di ruangan itu sambil memiling jari jari tangannya. Sedangkan Keluarga yang lain tengah Duduk di sofa.


Menyadari kedatangan Luna, Bunda Vio langsung menghampiri menantunya itu. " Kamu dari Mana sayang." Tanya bunda Vio Lembut sambil mengusap Kepala Luna dengan penuh kasih sayang.


" Maaf Luna telah membuat kalian khawatir, kemarin setelah Pemakaman Luna langsung menuju Hotel yang telah di Pesan Zen waktu itu." Jawab Luna dengan mencium punggung tangan bunda Vio.


Bunda Vio mengiringi Luna Untuk duduk di sofa dan bergabung bersama yang lain. Luna pun menurut dan mengikuti langkah mertuanya.


" Luna sayang." Panggil bunda Vio.


" Iya Ada Apa bunda." Tanya Luna sembari menatap wajah mertuanya itu.

__ADS_1


" Nggak Ada apa apa sayang! Bunda cuma mau ngenalin kamu Sama Dia, Istri pertamanya Reval." Jawab Bunda Vio sambil menunjuk Nita Yang tengah Duduk di hadapan mereka.


Luna menatap lekat wajah Nita, setelah itu mengulurkan tangannya kepada Nita. " Aku Luna." Ucapnya.


" Oh, Aku Anita, Istri pertama dari laki laki yang kamu nikahi." Ucap Anita penuh cibiran.


Sebenarnya Hati Luna begitu sakit mendengar Ucapan Anita, tetapi mau bagaimana lagi, toh semua yang di ucapkan Anita itu benar adanya.


Sebaik baiknya Luna, Iya tetap salah karena telah menikahi lelaki beristri. Walaupun pernikahan itu terjadi, bukan karena kehendaknya.


" Lun kamu nggak papa kan?" Tanya Nurul, saat melihat wajah murung sahabatnya itu.


" Aku nggak papa ko rul." Luna tersenyum meyakinkan Nurul bahwa dia baik baik saja.


" Ayah tahu, ini berat buat kamu! tetapi Semua sudah terjadi, Ayah dan bunda hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian bertiga." Ucap Ayah fredy kepada Luna.


" Dan Untuk kamu Val, Ayah harap kamu bisa bersikap adil kepada Istri Istrimu." Ayah fredy menepuk pundak Reval.


" Maaf Nyonya, Tuan makan siangnya sudah di siap." Ucap salah satu pelayan di rumah itu.


" Iya Nya, Permisi." Pamitnya.


" Ayo semua Makan siang sudah di siapkan." Ajak Bunda Vio dan mereka pun mengikuti .


Setelah makan siang bersama tadi, Luna langsung masuk ke kamarnya, Iya membersihkan diri dan menganti pakaiannya.


Luna berjalan menuju balkon kamarnya, Iya duduk di lantai sambil memeluk lututnya, menyandarkan kepala pada Pagar pembatas. Matanya terpejam di ikuti butiran bening yang mengalir dari kedua sudut matanya.


" Apa aku bisa menjalani ini semua? Apa Aku sanggup untuk melupakannya? Aku mengatakan Ikhlas tetapi kenapa begitu sakit yang aku rasakan" Begitulah kira kira pertanyaan pertanyaan yang ada di otak Luna.


...💋💋💋💋💋...


Terlalu lama bergulat dengan pikirannya sendiri membuat Luna tertidur. Sehingga dia melewatkan makan malam bersama suami dan keluarganya.

__ADS_1


Bunda vio atau keluarga yang lain tidak memanggil Luna untuk Makan malam bersama, bukan karena tidak suka atau tak peduli tetapi mereka hanya ingin memberikan dia waktu untuk menerima semuanya ini.


Tidur Luna terusik iya terbangun karena dinginnya hembusan angin malam yang membelai tubuhnya. Iya duduk memandangi sekitarnya, Matahari kini telah berganti bulan kesunyian di hatinya, kembali iya rasakan.


Luna tidak ingin larut dalam kesedihannya, iya bangkit dari duduknya dan berjalan masuk kedalam kamar, di lihat jam yang terletak pada dinding kamar itu, waktu telah menunjukkan pukul 11 Malam, " Lama sekali aku tertidur." Gumam Luna.


Iya Masuk ke kamar mandi, mengisi bath up dengan Air Hangat dan menambah Bubble Bath, minyak esensial, iya juga menyalahkan lilin Aromaterapi agar dapat menenangkan pikirannya. Setelah semuanya siap Luna masuk kedalam Bath Up dan berendam.


...💋💋💋💋💋💋...


Setelah selesai makan Malam Anita langsung kembali ke kamar, iya Menganti pakaiannya dengan Dress tanpa lengan yang begitu ketat di tubuhnya, Dress itu hanya menutupi Bagian Dada dan seperempat pahanya.


Rambutnya di biarkan terurai begitu saja dengan tas jinjing dan makeup yang cukup mencolok iya berjalan berlenggak lenggok di menuruni anak tangga Dan sampai di depan Anggota keluarga Sanjaya yang tengah menatapnya.


" Sayang Aku izin Kerja dulu ya." Ucap Anita kepada Reval yang tengah membahas bisnis dengan Ayah dan juga Indra.


" Kamu tidak lihat jam berapa ini." Protes Bunda Vio kepada menantu pilihan anaknya itu.


" Baru juga Jam 10 Bun." Jawab Anita dengan santainya.


" Baru kamu bilang, Apa kamu lupa kamu itu menantu rumah ini apa pantas kamu keluar rumah jam segini." Bunda Vio mulai tersulut emosinya, baru sehari wanita ini berada di rumahnya, wanita itu sudah mencoreng mukanya dengan keluar malam di tambah penampilannya membuat Bunda Vio semakin Jumawa kepada Anita.


" Jangan marah marah Bun, itu nggak bagus buat kesehatan Bunda." Ucap Reval iya berdiri dari duduknya, mengusap punggung Bundanya. " Sayang kan Aku sudah bilang berhenti dari pekerjaan kamu, apa kurang Uang yang aku kasih ke kamu?" Tanya Reval kepada Anita.


Anita menggeleng kepalanya sebagai jawaban. " Uang yang kamu kasih sudah lebih dari cukup, tetapi kamu sudah janji nggak akan mengusik pekerjaan Aku apalagi meminta aku berhenti, Apa kamu lupa sayang? Dan Untuk Bunda ku tersayang apa bunda lupa, menantu yang di ketahui publik sebagai menantu keluarga ini adalah seorang pelakor yang begitu bunda Bangga kan."


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


...Bersambung....


...Happy reading.. 💋💋...


__ADS_2