
Sesuai kesepakatan Luna dan Dina! pagi harinya Luna menemui dina di ruangan kebidanan begitu ship nya selesai.
" Pagi Din." Sapa Luna ketika mereka berpapasan di depan pintu.
" Pagi juga." Balas Dina ia tersenyum begitu manis kepada sahabatnya itu. " Kamu jadikan ke mes aku kan?" Tanya Dina.
" Jadi dong ! kalau nggak ngapain aku ketempat kamu."
" Iya juga ya."
Keduanya pun berjalan beriringan menuju mess, Tidak butuh waktu lama mereka sampai di mes Dina.
" Masuk Lun." Ajak Dina.
Mess tempat Dina tinggal berukuran 4 x 8 meter, yang terdiri dari ruangan tidur, kamar mandi dan Dapur. Kecil memang untuk ukuran horang kaya. Tetapi Luna terlahir dari keluarga sederhana, Mess ukuran kecil seperti ini bukanlah masalah untuk dia.
Luna masuk kedalam kamar Dina, iya langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur berukuran 120x 200 cm.
" Aku mau mandi dulu ya! habis itu kita sarapan di luar." Ucap Dina. Luna hanya mengangguk tanpa membuka kedua matanya, rasa lelah akibat ulah Suaminya kemarin, di tambah sip malam dengan pasien yang sedikit Rewel membuat Luna langsung tertidur begitu tubuhnya bertemu dengan kasar.
Dina sudah selesai mandi dan berpakaian, tetapi ia tidak tega membangunkan Luna. Akhirnya Dina memutuskan keluar sendiri, mencari sarapan untuk mereka berdua.
Begitu selesai mencari sarapan Dina Kembali ke messnya di lihat Luna belum juga bangun.
Dina menghampiri Luna " Lun, Luna." Panggil Dina sambil menepuk nepuk pipi sahabatnya itu.
" Hmmmm." Luna mulai menggeliat Tetapi matanya enggan untuk terbuka.
" Lun, sarapan dulu yuk! nanti tidur lagi. Nih aku udah beli gado gado."
__ADS_1
Dengan terpaksa Luna bangun dari tidurnya, ia mengusap wajahnya untuk menghilangkan rasa ngantuk.
" Makasih ya Din! aku udah repotin kamu." Ucap Luna.
" Apa sih lun! kaya sama siapa gitu! lagian cuma gado gado ko, Nggak usah sungkan gitu! kecuali kamu udah nggak anggap aku sahabat kamu." Dina menyerahkan gado gado yang telah ia siapkan di piring untuk Luna.
" Tapi aku nggak enak sama kamu Din." Luna mulai menyuapi gado gado ke mulutnya .
" Apaan sih." Dina menatap dalam wajah Luna. " Luna maaf ya." Ucap Dina membuat dahi Luna berkerut.
" Maaf untuk."
" Maaf di saat kamu berduka aku nggak ada buat temani kamu_"
" Aku pikir apa."
" Tapi kamu nggak papakan."
" yakin."
" Iya, yuk sarapan lagi."
Keduanya pun kembali menyantap sarapan mereka. Tanpa Luna sadari, Reval berulang kali menghubunginya. tetapi tidak di jawab karena ponsel Luna berada dalam mode diam.
...💋💋💋💋💋💋...
Reval melempar ponselnya asal, " Kemana sih dia! kenapa tidak ada kapok kapoknya dia buat masalah." Reval bermonolog, ia mengusap wajah kasar.
Reval berjalan keluar kamarnya, pagi ini Reval sudah lengkap dengan pakaian formal, hari ini ia tidak akan ke perusahaan Ayahnya karena dia harus kembali ke perusahan yang di tinggalkan Almarhum pamannya.
__ADS_1
" Hari ini kamu ke perusahaan paman." Tanya Bunda Vio. begitu Reval bergabung untuk sarapan bersama.
" Iya Bun." Jawab Reval seadanya." Luna pergi izin sama Bunda lagi?"
" Iya em_"
" Pagi sayang." Sapa Anita menghentikan Ucapan mertuanya. Anita mencium pipi Reval.
" Tumben! Biasanya juga baru pulang." Sindir Nurul. Ia menatap penampilan Anita yang masih menggunakan Lingerie. Nurul yang madu sahabatnya itu tidak keluar Semalam.
" Kenapa sirik? makanya punya suami jangan posesif, biar bisa rasain gimana asyiknya keluar malam."
" Maaf ya ipar yang tak di anggap! ka Indra itu bukan posesif tapi sayang dan peduli sama istrinya." Sahut Rania. " Lagian Ka Nurul juga istri yang penurut, bukan kaya situ yang nggak tahu diri."
" Dasar anak kecil tahu apa kamu." Bentak Anita.
" Buyyyaar." Rania langsung menyirami wajah Anita dengan jus yang ada di hadapannya. setelah itu ia menyambar tas kerjanya. " Ayo ka! kita berangkat sama sama." Rania dan Nurul berangkat kerja tanpa menyentuh sarapan mereka.
Sedangkan, Reval, Indra, ayah Ferdy dan Bunda Vio hanya membeo di tempat menyaksikan apa yang di lakukan Rania.
.......
.......
.......
.......
...Bersambung....
__ADS_1
...Happy reading.. 💋💋...
💋 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍