
Reval kembali ke kamarnya, iya langsung menuju kamar mandi, membasahi tubuhnya di guyuran shower menggunakan Air dingin untuk menidurkan sesuatu yang sejak tadi telah bangun.
Sejam sudah Reval beada di bawah guyuran Shower dan bersolo karir tetapi tidak menemukan titik terang dari usahanya itu, Akhirnya Reval memutuskan untuk menyudahi semua itu.
Setelah berpakaian Reval langsung mengambil kunci mobil iya melangkah ke luar rumah, iya ingin menemui Anita di tempat kerjanya untuk menuntaskan hasratnya.
Di sisi lain Luna yang telah puas menangis dan mengobati memar di pahanya langsung memutuskan untuk tidur, tidak dan pikirannya sangat membutuhkan istirahat saat ini.
...💋💋💋💋💋💋...
Sampainya di tempat kerja Nita, Reval Langsung bergegas menemui Istrinya itu, Iya melangkah masuk ke dalam Cafe yang lampu remang remang itu.
Iya melihat sekeliling cafe tempat Istrinya berkerja, tidak ada yang salah masih dalam keadaan wajar wajar saja, tetapi tanpa Reval sadari Cafe itu hanyalah belakang.
Reval menghampiri seorang bodyguard, yang tengah berdiri tak jauh darinya. " Permisi Bang, kalau boleh tahu Anita dimana?" Tanya Reval pada Lelaki berbadan Kekar itu.
" Siapa kamu? Untuk apa kamu menanyakan mbak Nita?" Tanya lelaki itu.
" Saya Reval, Katakan dimana Nita, saya ingin bertemu dengannya." Jawab Reval.
" Apa kamu sudah membuat janji dengan mbak Nita." Tanyanya lagi.
" Saya sudah membuat janji dengan dia, katakan di mana di saya su tidak bisa menahannya." Ucap Reval membuat lelaki itu berpikir jika Reval Adalah tamunya Anita.
Tanpa berpikir panjang bodyguard itu langsung membuka pintu, dan mempersilahkan Reval Untuk masuk. Walaupun bingung Reval tetap melangkah masuk ke dalam sana.
Di balik pintu itu terdapat beberapa ruangan dengan pintarnya masing masing, daun pintu setiap ruangan di pasang Nama beberapa perempuan, dan di bawah nama mereka terdapat sebuah papan gantung kecil yang memiliki tulisan yang tertera pada papan itu. Tidak ada dan di balik ada tamu.
membaca itu membuat Otak Reval langsung bertraveling sendiri, Sebisa mungkin iya menyingkirkan pikiran yang tidak tidak tentang Anita, Sampai langkahnya berhenti pada sebuah pintu yang bertuliskan nama Anita, dan papan gantungnya bertuliskan Ada tamu.
Seketika hasrat Reval Redah dengan sendirinya, Iya meraih ganggang pintu dan memutarnya dengan perlahan. Entah sudah aturan di situ atau lupa pintu itu tidak di kunci dan ketika Reval mendorongnya iya dapat melihat dengan Jelas Anita yang Sedang di pompa seorang Pria, Kedua insan yang tengah terbang ke langit ketujuh itu tidak menyadari kehadiran Reval.
__ADS_1
" Ceehh pat ahh, aaahh aaku mau sampaiihh." Ucap Anita Dengan suara Desah annya, Iya menggoyangkan pinggulnya mengikuti hentakan Lelaki itu, tanpa iya sadar suaminya Kini tengah menjadi penontonnya.
" Kamu sungguh nikmat sayang." Balas lelaki itu membuat telinga Reval panas iya langsung berbalik meninggalkan mereka tanpa menutup pintunya kembali.
" Aaahhhh bodoh." Teriak Reval sambil menendang mobilnya! Iya kini telah berada di parkiran. " mengapa wanita yang bersama ku semua jala*g." Ucapnya bagai orang yang keserupan.
Reval masuk ke dalam mobilnya iya mengemudi mobil itu pulang ke rumah, sepanjang perjalanan dia terus mengumpat tak jelas, sampai pikirannya teringat lagi kepada Luna.
" Jika Anita yang di pakai beberapa orang bisa aku nikmati kenapa kamu yang bekas temanku sendiri tidak." Ucap Reval dengan seringai Iblisnya. Entah apa yang akan Reval lakukan, hanya dialah yang tahu.
...💋💋💋💋💋💋...
Saat sampai di rumah, Reval langsung memarkirkan mobilnya, iya turun dari mobil dan masuk kedalam rumah, suara siulan memecahkan kesunyian rumah itu, Iya dengan santainya menapaki tangga menuju kamar Luna, siulan terus terdengar bersahutan bersama beberapa hiasan kunci yang iya gabung dengan kunci mobil. Kunci itu berputar putar di jari telunjuknya.
Saat berada di depan pintu kamar Luna, Reval langsung menghentikan siulannya, iya meraih ganggang pintu dan memutarnya " Sial, pake di kunci segala." Umpatnya.
" Kamu pikir dengan mengunci pintunya, kamu sudah aman!" Reval menyeringai, iya kembali menuruni anak tangga menuju tempat penyimpanan kunci cadangan setiap pintu yang ada di rumah itu.
" Ceklek." Suara pintu yang terbuka buka.
Dengan perlahan Reval masuk ke dalam kamar Luna, lampu di kamar Luna telah padam hanya lampu tidur yang memberikan cahaya samar samar untuk menemani tidurnya.
Reval mengunci pintu dan menghampiri Luna yang telah terlalap, Reval begitu takjub melihat penampilan istri mudanya itu, hasratnya yang telah hilang kini kembali bergairah ketika melihat Luna yang tertidur dengan mengunakan lingerie satin, berwarna peach.
Iya mulai melangkah menaiki ranjang, Queen size itu, beberapa detik kemudian Reval sudah berada di atas tubuh Luna. Dengan tidak tahu malu iya mulai mengusap wajah dan bagian sensitif tubuh Luna, membuat tidur Luna mulai terusik, tetapi matanya enggan untuk terbuka. Bukan karena dia menikmati sentuhan sentuhan itu, tetapi karena rasa sakit di sekujur tubuhnya di tambah rasa lelah karena terlalu lama menangis.
Melihat Luna yang tidak bangun membuat Reval merasa menang, mulai mencumbu setiap inci tubuh Luna.
Disisi lain Luna berusaha untuk bangun, dia tidak akan membiarkan Reval begitu saja, Iya berusaha melawan rasa sakit dan lelahnya.
" Apa yang kamu lakukan?." Tanya Luna dengan suara khas bangun tidur.
__ADS_1
" Meminta hak aku sebagai suami kamu." Jawab Reval Dengan terus mencumbuhi Luna.
" Tidak aku tidak mau." Tolaknya sambil gelengan kepala.
" Aku suami dan aku berhak atas dirimu." Reval mulai melepaskan ikat pinggangnya, iya meraih kedua tangan Luna, mengikatnya menggunakan Ikat pinggang itu.
" Setuju atau tidak, malam ini dan seterusnya kamu harus menjalani kewajibanmu kepadaku, suka atau tidak aku tidak peduli."
Reval mulai melepaskan Lingerienya berserta dalamnya, sekeras apapun Luna mencoba memberontak tetapi tidak ada pengaruh sedikit pun di tambah kedua tangannya yang di ikat membuat Luna semakin tidak berdaya.
" Tuuuhh, Mberengsek aku nggak Sudi di sentuh sama kamu dasar lelaki Mbak rengsek." Luna meludahi wajah Reval dan mencacinya.
" PLAAKK." Satu tamparan sebagai balasan kembali mendarat di pipi Luna. "Kamu memang tidak bisa di kasih hati." Ucapnya, iya menelang jangi tubuh Luna setelah itu membuka seluruh pakaiannya.
" Aku nggak mau, lepaskan aku, aku nggak mau." Teriak Luna Saat Reval mulai memposisikan tubuhnya Di area selangkangannya.
Walaupun kedua tangannya Terikat Luna terus berusaha untuk melawan. Iya menendang nendang kakinya membuat Reval sedikit kualahan, tetapi Reval tidak habis Akal, iya menarik kaki Luna, mebawahnya ke sisi ranjang sebelah kanan.
" Aku benci kamu mbak rengsek." Teriak Luna.
.
.
.
.
Bersambung.
💋 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍
__ADS_1