ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
hari yang melelahkan


__ADS_3

" Ada apa, kamu mencariku." Tanya Luna penuh selidiki, kepada wanita yang ada di hadapannya ini. Ia baru saja kembali dari kantin rumah sakit. Begitu ia membuka pintu ruang ICU, salah satu Rekannya mengatakan kalau ada yang mencarinya, dan disinilah dia.


" Ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu." Luna memicingkan matanya, sembari melipat kedua tangannya di dada. " Aku mohon hanya sebentar." pintanya lagi.


" Huuffh." Hembusan nafas panjang Keluar dari mulut Luna.  Entah apa yang membuat wanita ini, ingin menemuinya? yang jelas luna yakin, pasti sesuatu yang nggak mengenakan, akan terjadi kepadanya.


Luna berjalan melewati wanita yang ada di hadapannya. Langkah Luna terhenti, tepat di samping bangku taman, yang berada di rumah sakit itu.  Luna terlebih dulu duduk disana sambil menunggu, wanita yang tak lain adalah istri pertama suaminya, Anita. efek perut yang mulai membuncit, membuat ia sedikit lambat dalam berjalan.


" Katakan apa yang ingin kamu bicarakan." Ucap Luna, Saat dirasa Anita telah duduk di sampingnya.


" Reval akan menceraikan aku! Begitu aku melahirkan nanti." Anita memulai pembicaraan mereka.


" Terus! Hubungannya sama aku apa?" Tanyanya Luna.


" Apa kamu tidak sadar jika kamulah, penyebabnya." Nada bicara Anita mulai naik.


" Jika kamu datang hanya untuk mencari masalah dengan aku, sebaiknya kamu pergi. Sebab aku tidak punya waktu untuk meladeni kamu, Permisi." Luna berdiri ia segera berbalik meninggalkan Anita.


Baru beberapa langkah, ia kembali berhenti.  Saat ia mendengar suara teriakan Anita. " Aku sudah pernah mengelah dan  merelakan cintaku untukmu. Tidak bisakah kamu melepaskan Reval untuk ku. Jika tidak bisa tolong lakukan demi anakku." Anita berjongkok menggunakan kedua lututnya, dengan telapak tangan yang menyatu di udara. hal ini semakin memperburuk padangan orang lain Kepada Luna saat ini. " Berdiri, jangan seperti ini. Jika kamu ingin kembali bersama suami mu silahkan temui dia, tapi tolong jangan mempermalukan aku seperti ini."  Balas Luna, ia kembali melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


Luna memilih kembali keruang ICU, mengecek kondisi pasien disana ketimbang harus mengurus wanita itu. Cukup masalah ia mengecewakan mama Emma hari ini dan Luna tidak ingin membah masalah baru.


...🖤🖤🖤🖤🖤🖤...


Begitu selesai Sip. Luna langsung bergegas ke kembali ke messnya, mungkin dengan mandi, Luna bisa lebih rileks dan segara kembali.


Saat ia tengah asyik rebahan sambil melihat lihat majalah, begitu ia selesai mandi. Tiba tiba pintu messnya di ketuk. tanpa bertanya luna langsung berdiri dan membuka pintu itu.


Alangkah terkejutnya dia saat mendapati Revallah yang berdiri di hadapannya kini. Luna ingin menutup kembali pintu itu, sayangnya ia kalah cepat dengan tangan Reval yang lebih dulu menahan pintu itu.


" Apa kamu tidak ingin mempersilakan tamu mu, masuk." Tanya Reval dengan tatapan sulit di baca.


Reval tidak menghiraukan perkataan Luna, ia tetap memaksa untuk masuk, alhasil iya sekarang telah berada di dalam messnya Luna, karena dorongan Luna tak berarti apa apa untungnya. Reval berbalik menutup pintu setelah itu menguncinya dan menyimpan kunci kedalam saku celananya.


" Apa yang kamu lakukan?" Teriak Luna.


" Ssssttthhh." Reval meletakkan tangannya pada belahan bibir Luna. " Jangan berteriak jika kamu tidak ingin menjadi pusat perhatian. Dengar istriku, Aku kesini ingin berbicara baik baik denganmu, hanya sebatas berbicara tetapi jika kamu memanasi manasi aku, Jangan salahkan aku jika aku melewati batas kesabaranku, paham."


" Nggak."

__ADS_1


" Luna."


" Apa kamu nggak suka! mau nampar aku, ayo tampar." Reval mengaruk pelipisnya yang tidak gatal. berulang ulang kali ia menarik nafas dalam dalam, agar tidak terpancing dengan Istrinya itu. Reval memilih duduk di salah satu kursi yang ada di ruangan itu dan mengabaikan ucap Luna barusan.


.


.


.


.


Bersambung.


Happy reading. 💋


Jangan lupa like. 👍


dan vote seikhlasnya .🙏😘

__ADS_1


__ADS_2