ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)

ISTRI KEDUA (Jangan Sakiti Aku Lagi)
Pagi yang sulit


__ADS_3

Luna mulai menggeliat, saat tidurnya terganggu oleh pacaran sinar matahari yang masuk melalui celah celah gorden. " Selamat pagi." Sebuah kecupan mendarat di pipinya.


Luna langsung membuka kedua matanya, dahinya berkerut saat manik cantik itu menelisik tempat dimana dia berada saat ini. " Bagaimana perasaan kamu." Suara itu lagi, di ikuti usapan kecil di kepalanya.


Entah terlalu lama tertekan atau nyaman di luar sana, membuat otak Luna berkerja begitu lambat pagi ini.


" Hai kenapa diam? kamu masih marah sama ak..."


" Jangan sentuh aku." Ucap Luna, ia menghempaskan tangan Reval yang mengusap kepalanya, serta mendorongnya menjauh, saat otaknya telah kembali bekerja dengan benar.


Luna bergegas turun dari tempat tidur Reval. saat ia berdiri berhadapan dengan kaca meja rias, mata Luna langsung membulat seketika, begitu ia melihat penampilannya saat ini. Luna ingat betul, semalam saat di jemput ibu mertuanya ia masih menggunakan baju dinasnya dan cardigan berwarna hitam. dan kini ia hanya mengunakan piyama tidurnya.


" Siapa yang menganti pakaianku." Tanya Luna, suaranya terdengar begitu tidak bersahabat.


" Aku! aku hanya ing..."


" Siapa yang memberimu izin untuk melakukan itu." Belum selesai Reval berucap, suara Luna lebih dulu terdengar.

__ADS_1


" Aku suamimu! aku berhak melakukan apa saja padamu tanpa harus meminta izin." Reval mengusap wajahnya kasar, Luna selalu mempersulit dirinya, membuat ia harus lebih ekstra mengontrol emosinya.


" Oh jadi itu, alasannya kenapa kamu selalu nyakitin aku serta menghinaku! karena kamu berhak begitu." Luna melipat kedua tangannya di dada.


" Bukan seperti itu." Bantah Reval.


" Lalu seperti apa? menyi.... sudahlah aku mau pulang." Luna tidak menyelesaikan ucapannya. Membuat salah satu alis Reval terangkat.


Saat Reval ingin kembali bersuara, tubuh Luna sudah lebih dulu menghilang di balik pintu kamar mandi.


Reval berjalan menuju balkon kamarnya, ia ingin menikmati udara pagi sambil menunggu Luna keluar.


Reval ada lelaki normal, melihat istrinya dengan penampilan seperti ini, suami mana yang bisa tahan di tambah sudah lama ia tidak menyalurkan kebutuhannya.


" Aku emang sengaja melakukan ini semua! agar kamu memaksaku! setidaknya dengan begitu bukti di pengadilan semakin kuat." Ucap Luna dalam hatinya.


Rencana Luna hari ini sia sia, karena Reval tidak sedikit pun memaksanya, ia justru bersikap begitu manis kepada luna, membuat Luna muak dengan semua perlakuannya.

__ADS_1


Usai berpakaian keduanya turun untuk sarapan bersama anggota keluarganya, yang sudah menunggu mereka di ruangan makan.


Selama mereka sarapan Anita terus menatap tak suka kepada Luna. Luna pun menyadari hal itu, tetapi ia memilih mengabaikannya.


" Ma, ayah, Bunda! Luna mau balik ke rumah sakit." Ucap Luna begitu ia menyelesaikan sarapannya.


" Bukannya kamu libur? lalu untuk apa kerumah sakit." Sahut mama Lina, terdengar begitu datar.


" Aku ka.."


" Mama mau bicara sama kamu! mama tunggu kamu di taman belakang! Vio, mas aku duluan ya." Ucap mama Lina, setelah itu ia meninggalkan ruangan makan, begitu mendapat izin dari sahabat dan suaminya.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2