
Bunda Vio dan mama Lina begitu khawatir, pasalnya sudah tiga hari Luna tidak pulang rumah, mereka tidak tahu dimana Luna berada bahkan ponselnya tidak bisa di hubungi.
" Reval, Kenapa kamu diam saja cari dimana Luna." Bentak Sang Bunda yang melihat Reval hanya duduk, padahal semua orang begitu khawatir.
" Reval Sudah cari bunda, tapi tidak ketemu! tadi siang Reval kerumah sakit, kata teman temannya dia masih cuti." Jelas Reval sambil menunduk.
Sedangkan mama Lina hanya bisa menangis, Putranya belum juga bangun dari tidurnya kini adiknya sudah menghilang entah kemana.
" Ini semua salahku, seandainya aku tidak memaksa untuk menikahkan dia, pasti semua ini tidak akan terjadi, Luna tidak akan pergi." Menyesal itulah yang dirasakan mamanya Luna, tetapi mau bagaimana mana lagi semuanya telah terjadi.
" Jangan berbicara seperti itu, ini bukan salah kamu Lin, tapi memang dasarnya dia yang tidak bisa bertanggung jawab." Bunda Vio menatap Raval begitu tajam, " Urus saja istri pilihanmu itu, semoga kedepannya dia tidak akan mempermalukan kamu." Ucap bunda vio.
" Menantu kesayangan bunda yang tidak tahu diri, Kenapa jadi aku yang di salah kan." Sahut sang menantu luknat yang tidak mau di salah kan begitu saja.
" Kurang ngajar kamu." Bunda Vio langsung menjambak rambut Anita, " Dasar wanita tidak tahu malu, Kamu pikir saya tidak tahu siapa kamu, dan apa pekerjaan kamu haaa."
__ADS_1
" Cukup hentikan semua ini." Tegas Ayah Ferdy membuat bunda vio langsung melepaskan tangannya dari rambut menantu luknat itu.
Bunda vio merapikan penampilannya, Anita juga melakukan hal yang sama, Entah siapa yang harus disalahkan dalam hal ini, Ayah Ferdy benar benar di buat pusing dengan ulah menantu menantu nya, Satu menantu tidak tahu dimana keberadaannya sedangkan yang satu lagi begitu sulit di atur.
" Jika kamu tidak bisa menjaga Luna dengan baik, sebaiknya kamu pulangkan dia kepada mama Leni, Kamu tidak perlu Khawatir dengan istrimu ini." Ayah Ferdy menujuk Anita. " Kami tidak akan mengusirnya, sebab kami sudah berjanji untuk menerimanya." Lanjut ayah Ferdy.
Mendengar kata kata ayahnya membuat tubuh Reval membeku seketika, " Aku memang tidak mencintai Luna dan tidak akan pernah mencintainya tetapi untuk menceraikannya itu tidak akan pernah aku lakukan." Gumam Reval.
"Ayah tidak usah khawatir besok Reval akan mencari Luna sampai ketemu." Serunya.
" Aku juga akan membantu Yah." Sahut Indra.
" Terserah kalian, tetapi papa minta jangan buat keributan lagi di rumah ini dan sebaiknya kalian segera Istirahat." Ayah Ferdy pun, beranjak dari tempatnya. Ayah Ferdy meninggalkan anak anaknya di ikuti bunda Vio dan mama Lina, Sedangkan Aksel dan yang lain masih mematung pada tempatnya masing 'masing.
...💋💋💋💋💋💋...
__ADS_1
Di saat semua orang tengah khawatir karena mencemaskan keadaannya, Luna justru tengah terlelap di balik selimut tebal yang membungkus tubuhnya.
Tiga hari Luna masih di tempat yang sama, tanpa di ganggu siapapun, jika dia lapar dan Haus iya akan minum air kemasan yang telah iya sediakan di ruangan itu, bukan hanya minuman bahkan buah roti dan selai Nutella juga ada, semua itu dia ambil di dapur ketika semua orang telah keluar rumah untuk berkerja.
tempat sampah yang ada di ruangan itu sudah penuh dengan kemasan air mineral, dan bekas apel yang telah habis digigit.
Untuk beberapa hari ini Tuhan masih berpihak kepadanya, tetapi bagaimana dengan besok!
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.
💋 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍