
" Kamu yakin nggak mau ikut?" Desak Dion. Entah apa tujuan lelaki yang tengah duduk berhadapan dengan Reval ini.
Sejak kemarin ia terus mendesak Reval untuk ikut dengannya. Bahkan pagi ini pun ia datang pagi pagi kerumah Reval hanya untuk mendesak Reval ikut dengannya. Walaupun dia tahu jawaban Reval tetep sama, tetapi ia sedikitpun tidak menyerah! Sungguh lelaki pemaksa, mungkin sifat pemaksaannya itu yang membuat Melly mau menikah dengannya, bisa aja kan.
" Mau kamu desak aku seperti apapun, aku tidak akan ikut! sana pulang ganggu aja." Tegas Reval, Sekaligus menggusir sahabatnya.
" Aku nggak akan pulang sebelum kamu mengatakan. iya Dion aku akan ikut dengan kamu." Reval memijit pelipisnya.
" Katakan tujuan kamu sebenarnya."
" Aku ingin bertemu klienku disana! tujuan apa lagi yang kamu maksud." Jawab Dion.
" Semoga Ucapanmu bisa di percaya."
" Tentu saja! Sekarang katakan kamu ingin ikut atau tidak."
" Tidak." Reval hendak kembali ke kamarnya, ia harus bersiap siap untuk pergi ke perusahaan. " Mau apa lagi." Bentak Reval, karena Dion mengikuti langkahnya.
" Sudah aku katakan, aku akan terus mengikuti kamu sampai kamu setuju untuk ikut dengan ku."
" Bibi, panggil security di depan! suruh usir orang ini." Ucap Reval kepada pelayan yang berada tak jauh dari mereka.
" Ada apa ini, kenapa kamu ingin mengusir Dion nak." Tanya Bunda Vio, yang baru saja menuruni anak tangga, bersama sang suami.
Tadinya Bunda Vio dan ayah Sanjaya hendak menuju ruangan makan untuk sarapan bersama dan mereka tidak Sengaja mendengar ucapan Reval yang akan mengusir Dion.
" Bunda tolongin aku." Dion langsung menghampiri bunda Vio dan langsung memeluk ibu dari sahabatnya itu. " Bunda Tolong bujuk Reval buat temanin aku ke Riau, Bun."
"Riau,! Mau ngapain disana?" Tanya bunda Vio.
" Ketemu klaen Bun! klaen yang satu ini sangat penting buat kelangsungan perusahaan aku dan aku butuh bantuan Reval. karena dia pandai melihat peluang dan membuat kesepakatan tentunya." Jelas Dion Tanpa diminta.
" Kamu juga berbakat dalam hal ini, kenapa harus Reval." Tanya Sanjaya, yang tahu betul kesuksesan Dion dalam dunia bisnis. buktinya perusahaan ayah Dion semakin berkembang setelah berpindah ke tangannya.
" Aku kurang percaya diri untuk berhadapan dengan klaen yang satu ini." Ucap Dion sambil memasang wajah sendunya.
" Alah alasan aja dia! bilang aja kamu punya maksud lain! iya kan? ngaku aja." Sahut Reval.
" Jangan begitu nak! siapa tahu Dion benar benar butuh bantuan kamu." Ucap Bunda Vio. " Sebaiknya kamu temani dia, sekalian kamu kunjungi istri dan anak anak kamu." Usul bunda Vio, membuat bibir Dion langsung tertarik keatas.
__ADS_1
" Kapan kalian pergi?" Tanya Bunda Vio, padahal Reval belum menyetujui hal itu.
" Besok Bun."
" Baiklah kalau begitu bunda harus pergi membeli sesuatu untuk menantu dan kedua cucu bunda."
" Tapi bun_"
" Udah nggak papa! bunda tahu kamu juga kangen kan sama mereka! soal pekerjaan biar Putra sama ayah kamu yang urus, lagian ada Rania dan Nurul juga bisa bantu! kamu katakan saja apa yang mereka harus lakukan, sisanya kamu bisa kerjakan dari sana."
" Terima kasih bunda, aku akan meminta asisten ku untuk membantu ayah dan putra." Dion kembali memeluk tubuh bunda Vio sebagai bentuk ucapan terima kasih. " I**nformasi yang aku dapat memang tidak salah, dari pada aku harus berakhir seperti orang bodoh, sama seperti Jayden, lebih baik kamu sendiri yang mengantar aku." Dion tersenyum kepada Reval dan itu terlihat sangat menjengkelkan untuk Reval.
......💋💋💋💋💋......
Luna yang baru saja pulang dari rumah sakit langsung mencari keberadaan kedua buah hatinya. " Sayang Mama pulang." Teriaknya dari ruang tamu.
" Kita disini lun." Sahut Melly.
Luna langsung menghampiri Melly dan kedua buah hatinya. " Kamu nggak kerja Mel?" Tanya Luna, sambil menghempaskan tubuhnya di sofa santai, yang ada di ruangan itu.
" Aku juga baru pulang."
" Nggak kok Lun, makin kesini mereka makin anteng dan pintar! apalagi Rendra, dia sekarang udah berlajar mundur mundur saat tengkurap." Jawab Tya, ia menjelaskan perkembangan kedua anak asuhnya. Sekecil apapun perkembangan yang ditunjukkan Ella dan Rendra, Selalu mbak Tya ceritakan kepada Luna.
" Titip mereka ya mbak, aku mau mandi dulu." pinta Luna, setelah mbak Tya selesai menceritakan perkembangan Ella dan Rendra.
Luna langsung masuk ke kamarnya, begitu mendapat anggukan kepala dari Mbak Tya. Tak sampai setengah Luna kembali keluar kamar dengan penampilan yang jauh lebih segar dari sebelumnya walaupun ia hanya mengunakan daster batik.
" Lun, mau makan nggak? biar mbak siapin soalnya Bu Eva sudah pulang, anaknya sakit."
" Iya nggak papa! Aku makanya nanti aja, Belum lapar." Luna duduk dia antara Rendra dan Ella yang telah tertidur di atas karpet berbulu halus itu.
" Sebaiknya mbak Tya istirahat aja biar aku sama luna yang jagain mereka." Ucap Melly.
" Iya mbak, sebaiknya mbak istirahat. makasih ya udah jagain mereka selama aku kerja." Luna turut mengiyakan Ucapan Melly.
Luna sangat bersyukur dengan kehadiran mbak Tya, sebab wanita itu begitu membantunya dalam mengurus serta menjaga Ella dan Rendra.
" Kamu tidak perlu ngucapin makasih lun, lagian aku disini juga karena di gaji sama mertua kamu. jadi sudah tugas aku merawat kedua cucunya yang imut ini." Tya mentoel pipi Ella saking gemasnya dengan mereka.
__ADS_1
Hal itu membuat Ella menggeliat sebab tidurnya terganggu. Melihat hal itu Luna langsung menepuk nepuk punggung Ella, sehingga ia kembali terlelap.
" Tetap saja aku harus ucapin makasih."
" Iya iya terserah kamu saja." Tya menyerah berdebat dengan Luna." Ya udah mbak istirahat ya! tapi kalian berdua yang maksa loh, bukan keinginan mbak."
" Iya."
" Iya." Sahut Melly dan Luna bersamaan.
Begitu mbak Tya pergi, Luna memilih berbaring dia antara Ella dan Rendra sementara Melly fokus pada benda pipih yang ada di tangannya sesekali ia menatap kedua malaikat kecil yang tengah tertidur itu.
" Mel." Panggil Luna.
" Hmmm."
" Kamu sama Dion, Nikahnya kan udah lama. Apa benar kamu itu mandul." Tanya Luna sedikit takut, pertanyaannya akan menyinggung Melly.
Melly tersenyum sembari mengangkat lengan bajunya dan menunjukkan, bekas Luna yang sangat kecil, bekas itu akan terlihat jika di teliti. " Aku Pakai implan, makanya nggak hamil, tapi udah aku lepas setahun yang lalu." Jelas Melly dengan santainya.
" Sejak kapan?"
" Sejak aku tahu dia suka jajan diluar! awalnya aku shock, tapi lama kelamaan aku mulai terbiasa dengan hal itu, makanya aku berkomitmen sendiri kalau aku tidak ingin memiliki anak, bukan aku tidak suka dengan anak anak, tetepi aku tidak ingin ada yang di korbankan termasuk anak, nggak papa meraka berpikir aku mandul, asal jangan anakku yang jadi korbannya, cukup waktu dan perasaan aku, yang aku korbankan dalam pernikahan itu."
..........
.......
.......
.......
.......
...Bersambung....
...Happy reading..💋💋...
...Jangan lupa like dan komen.👍🙏...
__ADS_1