
Reval tersadar dari lamunan nya, ketika bunyi pintu yang di tutup dari luar, mengusik indra pendengarannya. " Luna, sayang tunggu dulu! apa maksud kamu tadi?" Teriak Reval sembari berlari kecil mengikuti langkah sang istri yang sudah lebih dulu berada di ruang keluarga bersama kedua buah hatinya dan mbak Tya. " Sayang, aku belum selesai bicara sama kamu."
" Apalagi sih, yang mau kamu bahas?" Tanya Luna saat melihat Reval menghampirinya.
" Ya Tentang kitalah apalagi sayang." Jawab Reval sambil menarik pergelangan tangan luna untuk masuk kembali ke dalam kamar. Ia bahkan tidak menghiraukan tatapan mbak Tya yang kebingungan dengan tingkah mereka.
" Memang nya kita kenapa? Bukan hubungan kita baik baik saja." Sahut Luna. Reval tidak menghiraukan ucapan Luna, ia sedikit membungkuk untuk mengendong Luna.
" Mbak, titip anak anak ya." seru Reval kepada mbak Tya sebelum tubuh keduanya hilang di balik pintu.
Mbak Tya yang kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi, hanya menganggukkan tanpa banyak bertanya.
Sementara di balik pintu itu Reval menindih tubuh luna di atas ranjang dengan kedua tangan ia letak di sisi kanan dan kiri luna agar istrinya itu tidak dapat menghindarinya.
" Sayang sebelumnya aku minta maaf pernah menyakiti kamu, hanya karena penilaian aku yang salah, aku tahu sampai kapan pun kamu sulit untuk melupakan hal itu dan aku tidak akan memaksakan kamu untuk melupakannya sebab itu hak kamu." Ucap Reval memulai pembicaraan serius di antara mereka. Tubuh Luna yang sejak tadi menolak! Perlahan lahan mulai tenang ketika ia menangkap ketulusan yang terpancar dari tatapan mata Reval." Dan Soal Anita, aku akui, aku mencintainya tapi itu dulu sebelum aku mengetahui seperti apa dia dan segala rencananya! Semua itu terjadi bukan karena kamu penyebabnya sayang! Tetapi dia Sendiri lah yang telah menyita nyiakan kesempatan dan cinta yang pernah aku kasih. Kalau di tanya aku kecewa? pasti, aku merasa tidak di hargai dan bodoh! tapi itu hanya sesaat. Sebab aku sadar dia mengantikan posisinya dengan wanita yang seribu kali lebih baik darinya. Itu sebabnya aku tidak bisa membenci nya, karena rencananya aku bisa memiliki kamu walau aku kehilangan sahabat."
" Kamu senang zen, meninggal?" sahut Luna.
" Aku tidak sejahat itu sayang dan jangan lupa zen itu sahabat aku, bunda dan maminya zen juga sahabatan. Tentunya persahabatan aku dan zen lebih dekat ketimbang sama Jayden dan Dion. " Jelas Reval sembari memperbaiki posisi mereka, dari berbaring menjadi duduk dengan luna yang duduk di pangkuan Reval dan tatapan mereka saling bertemu." Aku Revaldy Putra Sanjaya bersumpah Demi Tuhan, demi Bunda dan Demi diri aku sendiri, aku mencintai kamu Luna Anastasya Sanjaya! Mau kah kamu percaya kepada ku." Reval tidak memutuskan pandangannya dari luna, ia sengaja menyatukan kening mereka berdua agar luna tidak menghindar tatapan nya.
__ADS_1
" Aku mencintai kamu, jauh sebelum kamu mencintai aku! Kamu bingung kan. " Ucap luna, ketika melihat kerutan yang begitu jelas di dahi Reval begitu ia menarik sedikit menarik tubuhnya kebelakang.
" Aku bisa bersikap seperti ini karena ayah mertua kamu yang selalu menekankan bahwa mencintai seadanya dan hargai diri sendiri. Jika orang yang kita cintai tidak bisa membalas perasaan kita tak ada salah belajar menerima orang yang mencintai kita. Jika kita tetap memaksakan keinginan kita dan mencintai dengan berlebihan itu hanya akan membuat orang yang kita cintai jijik dan semakin menjauhi kita bahkan kemungkinan terburuk nya kita yang akan tersakiti. Jika kita menerima orang yang mencintai kita. Sudah pasti orang itu akan terus berusaha membahagiakan kita dan aku rasakan hal itu. Apa kamu sudah puas dengan jawaban ku sayang?"Tanya Luna seraya mengecup bibir Reval.
Sementara orang yang baru saja ia kecup hanya diam dalam lamunan nya untuk sesaat sebelum ia kembali bersuara." Kalau kamu mencintaiku kenapa kamu masih ragu dengan ketulusanku?"
" Aku tidak meragukan ketulusan mu. Hanya saja aku, aku.."
" Kamu apa? Kamu takut aku mengulang kesalahan yang sama. Luna sekali lagi aku tegaskan sama kamu. aku akan berusaha memperbaiki semuanya, yang telah terjadi, yang harus kamu lakukan saat ini hanya dua pilihan. percaya kepadaku walaupun itu sulit atau kamu lebih memilih terus tersakiti dengan pemikiran mu sendiri." Reval semakin lekat memandang kedua bola mata Luna." Tanya hati kamu, mana yang akan kamu pilih dan jika kamu memilih percaya kepadaku, buktikan dengan cara ikut pulang bersamaku atau tetap disini, Aku tidak bermaksud memaksa kamu. Hanya saja aku ingin tetap memastikan kalian bertiga selalu ada dalam jangkauanku."
...... 💋💋💋💋💋......
" Hmmm, kenapa kamu membawaku kesini, aku ingin istirahat di rumah." Ketus melly.
" Maaf jika aku lancang, semalam aku terlalu khawatir sama kamu! Makanya aku langsung bawah kamu kesini." Jelas Dion. " Kamu makan dulu ya! Terus minum obat nanti aku bilang sama dokter kalau ingin? " Ucapnya lagi saat melihat melly hanya diam.
" Aku suapin mau?"
" Aku bukan anak kecil. Kalau pun aku ingin makan, aku bisa sendiri. Sebaiknya kamu pulang sebab aku tak membutuhkan kamu disini." Usir melly.
__ADS_1
Harusnya melly berterima kasih kepada Dion, bukannya mengusir mantan suaminya itu, terlebih lelaki itu telah bersikap begitu manis kepadanya.
" Aku tahu kita sudah tidak memiliki hubungan lagi, tetapi aku mohon jangan bersikap seperti ini pada." Pinta Dion, Hubungan mereka mungkin telah berakhir tapi tidak ada salahnya kan jika menjalani silaturahmi yang baik bukan.
..........
.......
.......
.......
.......
...BERSAMBUNG....
...Happy reading.💋💋...
...JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN.. 🙏🙏...
__ADS_1
CERITA DINA SUDAH AKU PINDAHKAN KESINI. Sebab AKU LUPA KATA SANDI EMAIL DI APLIKASI SEBELAH.. 😭😭🤣