Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 100 : Takut merasakan rasa sakit yang sama.


__ADS_3

Episode 100 : Takut merasakan rasa sakit yang sama.


.


.


.


"Clara, ayo kita keluar sebentar, sudah lama kita tidak berjumpa,"


"Kau sudah makan belum? si sekitar sini ada restoran yang sangat enak ..."


Dave mengajak Clara untuk pergi keluar, Clara yang memang saat ini merasa suntuk segera menyetujui permintaan Dave.


Dia sudah mengenal Dave sejak lama, pasti Dave bisa menjaganya.


"Kebetulan sekali aku belum makan Kak, bawa aku ke restoran enak itu, aku lapar sekali!" seru Clara langsung berdiri mengajak Dave keluar.


'Bagus dengan begini Clara tidak akan bertemu kucing manis itu, akan sangat menyusahkan baginya jika bertemu dengan Clara sekarang!'


Benak Dave sebenarnya hanya mencari-cari alasan untuk membawa Clara keluar, demi bisa menyelematkan Aluna.


.


.


Setelah Dave dan Clara keluar, kejadian di kamar pribadi Edgar itu pun terjadi ...


***

__ADS_1


Aluna melihat Edgar sudah berbaring disana dengan tangan yang berdarah, bahkan ada serpihan kaca dimana-mana.


Hatinya menjadi sakit saat melihat itu.


Dia segera berlari kearah Edgar dengan tergesa-gesa.


"Apa yang kau lakukan?" seru Aluna menangis dengan keras lalu menarik tangan Edgar dan memeluknya di tempat itu.


Saat melihat dirinya dipeluk, mata Edgar menatap Aluna dengan sayu, walau dia sudah mengantuk sekali karena obat penenang, tetapi dia masih sempat tersenyum saat tahu Aluna tidak pergi darinya.


"Aluna ... syukurlah kau tidak pergi kemana-mana," Edgar berbicara pelan lalu kemudian kantuknya segera membuat matanya terpejam.


Aluna hanya bisa menangis, tangan suaminya sudah berdarah-darah dan bahkan masih banyak serpihan kaca menempel disana.


Aluna masih terduduk memeluk suaminya, dia mengambil ponsel dan menghubungi assiten suaminya untuk segera membawakan dokter ke mansion Edgar.


Untung saja di ponsel Aluna sudah terdaftar nomor Dean, karena Dean pernah menghubungi Aluna perihal pekerjaan di kantor.


"Bagaimana dok dengan Edgar?" Aluna kelihatan sangat khawatir sekali, dokter pribadi Edgar itu sangat syok ketika mendengar gadis muda ini memanggil Edgar tanpa sebutan Tuan.


Yang artinya pasti dia sangat penting di hidup Edgar Brown.


"Tuan Edgar memang sering kambuh, tetapi saya periksa dia sudah meminum obat penenang nya, luka di tangannya juga untung saja tidak dalam, jadi berikan obat luka ini di tangannya setelah Tuan Edgar mandi,"


"Lalu pastikan Tuan Edgar tidak mengkonsumsi obat penenang nya bulan ini lagi, karena kalau tidak maka Tuan Edgar akan mengalami permasalahan saraf jika mengkonsumsi obat penenang secara berlebihan ..."


Dokter pribadi itu segera memberikan obat yang memang dia sudah siapkan sebelumnya setelah mendengar deskripsi luka di tangan Edgar.


Aluna yang mendengar itu masih saja tidak percaya jika suaminya memang sepertinya sangat bergantung kepada obat penenang.

__ADS_1


"Padahal beberapa hari lalu Tuan Edgar menghubungi ku jika dia tidak akan butuh obat penenang dalam beberapa waktu, tiba-tiba ada kejadian ini sebenarnya saya cukup terkejut, saya harapkan anda bisa menjaga mood Tuan Edgar ya, kasihan beliau karena harus kesakitan setiap kali kambuh seperti ini ..."


Dokter pribadi itu memberikan saran yang dimana hal itu segera disanggupi oleh Aluna.


"Baik dok," seru Aluna menggenggam kantong obat dengan erat.


Aluna jadi merasa bersalah, karena mungkin kata-kata nya tadi telah membuat Edgar kambuh.


Setelah dokter itu selesai berbicara dengan Aluna, Dean langsung mengajak dokter itu keluar untuk berbicara hanya empat mata dengannya, sedangkan Aluna segera mengunci pintu kamar dan datang ke arah Edgar yang sudah berbaring dengan tangan terluka itu.


Aluna langsung duduk di kursi dekat ranjang Edgar dan dia menatap wajah pucat suaminya.


"Apakah kau sangat terluka oleh nya? apa yang sebenarnya terjadi? apakah aku benar-benar bisa membantu mu untuk sembuh?"


"Apakah kau tahu, kau membuat ku takut hari ini ..." Aluna menatap Edgar dengan mata yang berkaca-kaca, lalu ia melanjutkan ucapannya.


"Mungkin karena aku sebenarnya juga terlena dengan hubungan palsu ini, aku takut terbangun dan melihat mu dengan wanita lain, seperti saat aku melihat Deffan bersama wanita lain, aku terlalu takut merasakan perasaan kelam itu!"


Aluna berbicara pelan sekali, seolah dia menumpahkan isi hatinya.


.


.


.


.


Author : Kalau ada waktu nanti malam update lagi, tapi kalau udah terlalu lelah hari ini satu episode dulu ya, besok lanjut lagi 🥺

__ADS_1


Jangan lupa di like dan komen yaa guys 🙏


__ADS_2