Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 152 : Suami imut?


__ADS_3

Episode 152 : Suami imut?


.


.


Aluna yang kelaparan saat bangun itu menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


"Hummm ... baiklah kalau begitu, aku akan tunggu ..." balasnya terlihat sangat menggemaskan.


Ingin sekali Edgar melompat lagi ke atas ranjang dan memeluknya berlama-lama, tapi apa daya, dia harus memasak lebih dulu agar istrinya tidak akan kelaparan.


'Sabar Ed, sabar ... dia memang sangat tahu cara membuat mu menderita, dengan keimutan super dan kecantikan itu! dia sungguh membuat mu gila!' benak Edgar membuang muka dengan pipi yang memerah dan jantung yang berdegup kencang.


Aluna tentu saja heran dan tidak suka diabaikan seperti itu, dia menjadi sangat manja dan ingin perhatian lebih, dia ingin suaminya selalu memberikan respon yang lebih dari biasanya.


"Kenapa harus membuang muka? apakah kau tidak suka membuatkan makanan untuk ku dan baby mu? padahal kami lapar sekali?"


Seru Aluna dengan nada sedikit merengek dan bibirnya yang di-manyunkan.


"HAAAAHHH!"


Edgar menghela nafasnya dalam-dalam, lalu ia membalikkan tubuhnya lagi.


Dia berkacak pinggang dan kemudian berbicara seperti ini ...


"Jangan menggodaku, aku tidak ingin melakukan sesuatu yang berlebihan! biarkan aku membuatkan makanan dulu!"


gerutu Edgar dengan wajahnya yang nampak memerah itu.

__ADS_1


Saat itulah Aluna tahu jika suaminya sepertinya sangat lemah akan sikap menggemaskan dan imut darinya.


'Astaga ... kenapa tiba-tiba aku merasa jika suamiku sangat imut? apakah ini normal? apakah karena aku sedang hamil muda?' Aluna tiba-tiba saja heran menyadari pikirannya sendiri, bagaimana dia baru saja merasa jika suaminya yang selama ini sangat tegas, arogan dan terkesan memaksa malah terlihat menjadi sangat imut.


Saat itu Edgar kembali menggelengkan kepalanya, dia mencoba menahan godaan istrinya yang sangat menggemaskan ini.


Dia juga tidak ingin terlalu berlebihan karena keinginan hasrat nya yang berlebihan dia akan membuat istrinya kelelahan dan sakit.


"Sebagai suami dan calon Ayah, aku akan melakukan yang terbaik, kali ini aku akan menjaga hal berharga ku dengan sangat protektif!" seru Edgar mengepal tangannya dan pergi berlalu untuk menyiapkan makanan untuk istrinya.


Walau Edgar adalah seorang tuan muda dan biasanya disiapkan makanan oleh pelayan, tetapi dia tetap bisa membuat makanan, karena saat tiga tahun lalu Edgar benar-benar tidak bisa bertemu dengan oranglain dan untuk beberapa saat hidup sendirian.


Saat itu, Edgar mulai belajar membuatkan makanan untuknya sendiri.


Edgar melangkah ke arah dapur dengan mata yang tajam dan semangat juang yang sangat tinggi.


Dia mengambil celemek yang biasanya digunakan istrinya dimana ukurannya terlalu kecil untuknya tetapi tetap saja ia gunakan.


Tentu saja dengan menakar semua gizi yang menurut nya akan seimbang.


Lalu, dengan kelihaian dan hati yang bersemangat, dia kemudian beradu dengan alat masakannya.


Dan hanya dalam beberapa saat, satu porsi makanan telah tersaji dengan begitu indahnya.


"Criiingg!"


Seolah-olah ada cahaya keluar dari makanan yang sudah ada di wadah itu.


"Srak!"

__ADS_1


Edgar melepaskan celemek yang kekecilan itu dengan wajah yang terlihat sangat percaya diri.


"Makanan paling mahal dan berharga telah siap disajikan, istriku seharusnya bangga karena di dunia ini hanya dia yang akan memakan masakan ini!" seru Edgar tidak akan pernah lupa untuk membanggakan dirinya sendiri.


.


.


Sedangkan Aluna,


Dia terbaring di atas ranjang sesaat setelah pikirannya yang mengatakan jika Edgar itu imut.


"Tapi ... dia memang sangat imut, jika dia malu dan tidak bisa mengungkapkan perasaan nya dengan benar maka pipi dan daun telinganya nya akan merah sekali ..."


"Ahahaha, suamiku sangat imut!"


"Apakah karena aku hamil, aku jadi ingin terus menggoda nya ..." seru Aluna tersenyum sangat lebar.


Pikirannya benar-benar teralihkan dari kejadian buruk yang menimpanya saat lalu, karena suaminya sungguh sangat memberikan perhatian yang dibutuhkan olehnya.


Jadi, saat ini Aluna merasa terlindungi oleh suaminya, karena itulah dia tidak ketakutan dan hatinya menjadi tenang.


.


.


"Ho? imut? apakah aku imut?"


"Mari kita lihat saat di atas ranjang, apakah kau masih mengatakan aku imut atau tidak ..." seru Edgar baru saja masuk ke kamar dan mendengar ucapan istrinya yang mengatai nya imut.

__ADS_1


.


.


__ADS_2