
Episode 86 : Apa yang harus aku lakukan sayang?
.
.
.
"Apa yang sudah terjadi ..." keluh Aluna hampir menangis karena takut melihat ketiga orang wanita yang dengan tega menjebaknya itu.
"Sayang, Kemarilah ..." Edgar tersenyum, dia duduk bersilang kaki dan menatap istrinya dengan puas ketika melihat Aluna dalam balutan baju besarnya yang tertutup.
'Dia menggemaskan sekali, seperti kucing berbulu tebal ... terlalu imut!'
Edgar merasa istrinya imut sekali dengan pakaian turtle neck dan celana panjang sampai menyentuh lantai.
"E ... Ed, ini ada apa sebenarnya?" tanya Aluna gemetaran, dia segera datang dan tidak berani melihat ketika gadis yang menangis tersedu-sedu dan terlihat mengkhawatirkan.
"Srak!"
Edgar menarik tangan istrinya sampai terjerembab jatuh ke pangkuan Edgar.
"Sayang, ini adalah sebuah peringatan besar untuk mereka bertiga untuk untuk mu juga, selain dengan ku kau tidak boleh kalah dari siapapun, kau boleh melawan mereka sebisa mu karena aku ada di belakang mu!"
"Jika ada yang berani menjebak dan mencelakai mu maka kau harus membalas nya, jika tidak kau balas maka aku yang akan melakukan nya dan mungkin aku akan berakhir membunuh mereka." bisik Edgar tersenyum kearah Aluna.
Hal itu membuat Aluna syok sekali, sekarang ini dia merasa suaminya seperti seorang lelaki paling mengerikan di dunia.
__ADS_1
Edgar tersenyum ketika mengatakan itu menambah kengerian nya.
Edgar sungguh menunjukkan dominasinya, menunjukkan apa yang bisa ia lakukan agar selanjutnya Aluna lebih berhati-hati.
"Apa yang kalian lakukan? apakah kalian ingin diam saja dan mati?"
Berbeda dengan tatapan Edgar terhadap istrinya yang terkesan lembut, Edgar menatap ke arah tiga karyawannya itu dengan tatapan yang mematikan.
"Ampun Tuan, ampun ..."
"Nyo ... Nyonya Aluna, kami memohon ampun, tolong ampuni kami, kami bersalah hendak menjebak mu ... kami tidak tahu jika anda adalah istri Tuan Edgar, ampuni kami Nyonya ..."
Mereka menangis dan bersimpuh, mereka memohon demi keselamatan mereka, karena mereka sudah tahu se-mengerikan apa Edgar jika sedang marah besar.
Mendengar itu ada rasa marah, takut dan sakit di dada Aluna, dia menatap dengan nanar sembari menunduk di pelukan suaminya.
"Aku jadi bermimpi buruk karena nya, karena takut aku akan ternoda dan aku pasti akan mati! tetapi kenapa kalian meminta maaf hanya karena istri Edgar Brown, kenapa kalian sangat jahat dan mengerikan? apakah kalian akan menginjak-injak aku jika aku bukan siapa-siapa?"
"Padahal kalian juga seorang wanita, kenapa kalian merasa hebat ketika bisa menekan wanita lain?"
Aluna berbicara sembari bergetar hebat, dia menahan tangisannya karena kejadian tadi malam sungguh meninggalkan trauma mengerikan baginya.
Jika saja Edgar datang terlambat maka Habislah dia.
"Tak ... Tak!"
Aluna memainkan jempol nya dan dia menahan nafasnya yang terdengar kuat, dia mengingat bagaimana pria-pria tadi malam menyeretnya dengan sangat sadis.
__ADS_1
Edgar yang melihat istrinya tidak baik-baik saja tentu saja menjadi sangat marah, Edgar meraih tangan Aluna dan menggenggam nya kuat sekali.
"Sayang ... lihat aku," Edgar menggunakan salah satu tangannya lagi untuk meraih dagu Aluna.
Dia mengarahkan nya agar Aluna bisa melihat leluasa matanya yang dalam dan pilu itu.
"Haruskah aku membunuh mereka semua? apakah kau bermimpi buruk karena kejadian tadi malam? dengan cara apa kau ingin aku membunuh mereka semua, katakan lah, akan aku lakukan untuk mu,"
"Orang yang berani melukai istriku harus membayar dengan nyawa nya!"
Edgar berbisik dia menatap dengan dahi mengernyit, mata birunya terlihat dalam dan tajam di saat yang bersamaan, seperti lautan biru tanpa batas yang dalam.
Aluna merasa dirinya seperti sedang dicengkeram oleh seekor singa, tetapi singa itu Melindungi nya, dengan cara yang mengerikan.
Entah apa yang akan dilakukan oleh Aluna, jawabannya akan menentukan hidup semua orang yang menjebak nya tadi malam.
.
.
.
.
Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.
Jangan lupa follow Instagram author juga di :
__ADS_1
@Anak_Kost_Joy