
Episode 80 : Kau harus bertanggung jawab.
***
"Tuan Edgar, apakah kau membenciku?" Aluna bertanya, dia memeluk suaminya lagi.
Di dalam pengaruh obat perangsang itu, Aluna nampaknya jadi banyak bicara, dan sentuhan Edgar seolah menjadi obat baginya.
Edgar mendengus pelan, dia terdiam dengan perasaan kalut yang memenuhi dirinya.
"Kau bertanya apakah aku membenci mu?"
"Ya ... aku membenci mu karena kau membuat aku menjadi gila seperti ini, kau akan menerima hukuman mu di rumah ... jadi tahan sebentar lagi!"
Suaranya pelan, dia menggendong Aluna agar duduk di kursi sebelahnya dan memasangkan seat belt dengan kencang.
"Huhu ... sudah ku duga, Tuan pasti membenci ku, aku sudah yakin akan hal itu."
"Tuan ... jika saja aku tidak mirip dengan Fiona, apakah aku akan tetap berada di sisimu seperti ini? kau tahu ... Deffan mengkhianati ku, dan aku rasa aku tidak bisa jatuh cinta lagi ..."
"Mungkin jauh di dalam hatiku, aku senang berada di pusaran kesakitan ini bersama mu, agar suatu saat nanti, saat semuanya berakhir aku akan hidup bebas sendirian, tidak jatuh cinta, tidak sakit hati dan tidak terikat."
Aluna berbicara pelan sekali, dengan sedikit menangis namun juga tersenyum.
__ADS_1
Obat perangsang itu membuatnya menjadi jujur.
Rasa sakit karena dikhianati oleh Deffan tentu saja menghancurkan hatinya dengan sangat hebat, tiba-tiba ada seorang lelaki yang berkuasa mencengkeram nya dan memenjarakan nya.
Mungkin ini terdengar aneh, tetapi mungkin jauh di dalam lubuk hati Aluna, dia senang menangis karena Edgar bukan karena Deffan.
Setidaknya Edgar bisa mengalihkan rasa sakitnya dari Deffan.
Edgar mencengkeram kemudi dengan kuat, dia tidak menoleh sedikitpun ke arah Aluna, dia mengemudi dengan kecepatan penuh.
Mendengar nama Deffan, nama mantan calon suami dari istrinya itu entah mengapa memberikan rasa cemburu yang teramat sangat.
"Aluna ... kau mungkin lupa akan satu hal, milikku tak akan pernah menjadi milik orang lagi, kau tidak akan pernah aku lepaskan sejak saat pertama aku meraih tangan mu!"
"Jika kau senang betapa di pusaran rasa sakit ini bersama ku maka aku akan membuatmu tinggal di sisiku selama nya!"
Sungguh Edgar sedang menahan amarah dan rasa cemburu nya sekarang ini.
"Uhmmm ... terimakasih sudah datang kepadaku hari ini, kau tahu mungkin karena kau suka memarahi ku, aku sedikit merindukan suara mu ..." Aluna tersenyum manis ke arah Edgar yang tengah menyetir itu.
Edgar merasa jantungnya tiba-tiba saja berpacu dengan sangat kencang, dia sudah ingin menghentikan mobil ini dan menghabisi Aluna di jalanan kosong ini, akan tetapi Edgar menggelengkan kepalanya.
"Kau menggodaku seperti kau sedang mabuk, obat perangsang yang diberikan sampah tadi benar-benar merepotkan!" Geram Edgar sudah tidak bisa menahannya lagi.
__ADS_1
Dia mempercepat kecepatan mobil agar ia sampai di mansion nya.
Hanya dalam beberapa saat, Edgar sudah sampai di mansion dan tanpa menunggu lebih lama lagi, dia menggendong Aluna di tangannya dan membawanya ke kamar nya.
Langkahnya nampak terburu-buru, seperti dikejar sesuatu, para pelayan juga dibuat syok karena nya, namun Edgar sama sekali tidak peduli.
"Buk!"
Sesampainya di kamar pribadinya, Edgar langsung merebahkan Aluna di atas ranjang, dia dengan cepat melepaskan dasinya dan melepaskan ikat pinggangnya.
"Kau membuat ku seperti orang gila hari ini, kau harus bertanggung jawab sayang?" bisik Edgar naik ke atas ranjang dan mulai menatap wajah Aluna dengan lekat.
Edgar sudah menahannya selama satu minggu karena harga dirinya yang sangat besar itu, tetapi malam ini dia tidak akan menahan dirinya lagi.
.
.
.
.
Author : Yuk guys jangan lupa dukung author dengan cara like dan komen ya.
__ADS_1
Jangan lupa follow Instagram author juga di :
@Anak_Kost_Joy