Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda

Istri Pelampiasan Hasrat Tuan Muda
Episode 144 : Meminta ijin dengan benar.


__ADS_3

Episode 144 : Meminta ijin dengan benar.


.


.


Setiap ucapan yang keluar dari mulut Aluna sudah dianggap sebagai bentuk godaan dan ungkapan cinta oleh Edgar.


Perasaan nya semakin besar setiap waktunya dan keinginan nya untuk bersama Aluna semakin kuat pula.


"Sayang ... kenapa kau menggoda ku di meja makan seperti ini? aku tahu kau sudah sangat mencintai aku kan? karena itu kau rela melakukan itu demi Ibuku ..."


"Sayang ... dengan ya, aku ini memiliki gairah yang sangat besar untuk mu, aku selalu saja menginginkan mu, tapi sekarang ..." Edgar berbicara dengan sangat lembut dengan pipi nya yang merona.


Dan sembari ia berbicara dia meletakkan telapak tangannya di perut istrinya.


"Ada baby disini, aku tidak ingin melukai nya jika terus melakukan itu dengan mu ... walau kau sangat menginginkan nya tapi untuk hari ini aku tidak akan melakukan nya lagi." balas Edgar membuat Aluna terdiam membisu dan rasanya ada bom yang meledak di kepalanya.


Aluna menghela nafas panjang saat mendengar itu, lalu ia menatap ke arah suaminya dan ...


"Plak!"


Aluna yang sudah kepalang kesal karena dikatakan menggoda itu langsung meraih kedua pipi istrinya dan Aluna langsung berdiri dan wajahnya sedikit menunduk agar wajah mereka saling berhadapan satu sama lain.

__ADS_1


"Ya suami, aku menggoda mu, kau tidak ingin baby kita terluka kan, maka ini akan menjadi hukuman untuk mu, menahan diri sepanjang hari ..." balas Aluna mengatakan hal yang membuat Edgar terperanjat terkejut sekali.


'Ikuti saja apa yang dikatakan oleh nya ... mengatakan aku menggoda padahal sebenarnya tidak, daripada aku kesal dituduh langsung goda saja dalam kenyataan!'


Benak Aluna tidak tahu jika tindakannya telah membuat jantung suaminya berdegup semakin kencang.


"Sayang ... kau benar-benar telah berubah, kau lebih agresif, aku sangat suka ... sepertinya karena ada benih ku di dalam tubuh mu, membuat kau lebih agresif dari sebelumnya ..."


"Aku senang sekali ... hari ini aku akan menahan diriku, aku akan memikul hukuman dari istriku dengan senang hati, tetapi besok giliran ku menghukum mu ..." bisik Edgar menarik dagu istrinya dan langsung mencium lembut bibir Aluna.


"Haaah!"


"Sejak kapan sih aku bisa menang berdebat dengan mu!"


Edgar yang mendengar itu mengusap rambut istrinya dan menganggukkan kepalanya sembari tersenyum lembut.


"Baiklah sayang, aku akan membawa mu kemanapun kau mau ... mulai hari ini aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi lagi ..." balas Edgar segera bangkit dan meraih tangan istrinya.


Menggenggam nya erat-erat seolah menunjukkan jika dia akan selalu menjaga istrinya itu.


.


.

__ADS_1


Setelah adegan mengejutkan hari itu, Aluna akhirnya pergi ke rumah sakit.


Di depan pintu rawat Ayah Aluna ...


"Suami aku mau ke dalam dulu, aku ingin meminta ijin pada Ayah jika aku akan ke luar negeri sebentar ..." seru Aluna meminta pada suaminya agar menunggu di luar saja.


Saat mendengar itu Edgar yang selama ini belum pernah bertemu dengan Ayah istrinya segera menahan tangan Aluna.


"Aku berencana ingin meminta ijin pada Ayah mu saat dia sadar, lalu saat kita pulang dari rumah keluarga ku, aku ingin menggelar acara pernikahan resmi ... tapi aku rasa sekarang juga aku ingin meminta ijin pada Ayah mertua, bahwa aku ingin menjaga mu selama hidup ku dan menjadikan mu pasangan ku sehidup semati ..."


Balas Edgar langsung menggenggam tangan istrinya erat sekali.


Lalu tanpa menunggu jawaban dari Aluna, Edgar segera menggeser pintu dan mereka berdua masuk ke ruangan itu.


"DEG ... DEG ... DEG!"


Entah mengapa jantung Edgar berdegup sangat kencang saat itu, dia merasa tangannya menjadi dingin saat ini.


Mungkin karena dia ingin meminta ijin kepada seorang ayah untuk membawa istrinya mengarungi bahtera rumah tangga.


Karena itulah dia gugup sekali.


Aluna yang melihat keseriusan di wajah suaminya merasa hatinya menjadi sangat hangat, dia tersenyum haru saat Edgar masuk ke dalam ruangan Ayahnya dan ingin meminta ijin dengan benar pada Ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2