
Episode 123 : Pembalasan Marin.
.
.
.
Di tempat Clara,
Clara sedang menghubungi Ibu kandung Edgar Brown dimana dia juga memang sudah memanggil nya dengan sebutan Ibu karena sangat dekat sejak kecil.
"Ibu Camelia, Ibu ..." Clara langsung menangis, dia berada di hotel Sekarang karena tidak mau tinggal di mansion Edgar Brown.
Menyadari Clara menangis, Camelia tentunya langsung panik, Camelia segera meninggalkan pekerjaannya dan segera mendengar dengan baik.
"Ada apa Clara? apa yang terjadi?"
Seru Camelia dengan rasa khawatir yang besar.
"Kak Edgar, dia sudah ... dia sudah menikah secara sembunyi-sembunyi dengan seorang wanita, wanita itu mirip dengan ..."
Saat Clara menangis sesenggukan menelepon Camelia, Clara melihat sebuah berita yang televisi yang tepat berada di hadapannya di kamar hotel itu.
Dahi Camelia mengernyit dan ponselnya terjatuh sebelum dia bisa melanjutkan ucapannya kepada Ibu Camelia.
Di berita itu jelas-jelas Clara melihat ada mobil kecelakaan karena rem blong, dan mobil itu sudah dikonfirmasi adalah mobil milik Edgar Brown.
"Ja ... jadi maksud ketiga pelayan itu adalah melakukan ini? apakah mereka sudah gila?" geram Clara langsung hendak menghubungi salah satu dari ketiga pelayan itu.
Jika benar ini adalah ulah mereka maka secara tidak langsung Clara juga pasti sudah ikut andil dalam kecelakaan ini.
.
.
Di saat yang bersamaan,
__ADS_1
Di gubuk dekat pantai,
"Fre ... Freya?"
"Tante Marin?"
"Ada apa ini? kenapa?" Aluna merasa takut dan tidak menyangka sama sekali.
Jika melihat dari motif nya, Aluna langsung sadar jika hal ini sangat mirip dengan yang sudah terjadi sebelumnya, ketika ia dijebak oleh satu tim nya sampai akan diculik.
Hanya saja saat itu ada suaminya langsung datang sehingga dia bisa selamat.
"Heh! lihatlah Aluna, akibat dari apa yang kau lakukan dahulu! karena kau, aku tidak bisa menikmati hidup ku seperti dulu, suamiku bahkan tidak lagi mempercayai ku, dan bahkan semua orang yang mengenal ku menghina ku!"
"Hanya karena orang miskin dan tidak berharga seperti mu, aku harus menderita seperti itu!"
"AKU AKAN MEMBUAT MU MEMBALAS NYA 1000 KALI LIPAT!"
"KAU DENGAR?"
Marin membisik sembari menarik rambut Aluna ke belakang dengan tangannya.
"Kenapa? memangnya apa salahku? kenapa kalian bisa sejahat ini! saat itu bukankah anda memang benar-benar menindas saya? kenapa anda malah menyalahkan saya atas kesalahan anda sendiri?" seru Aluna benar-benar tidak mengerti mengapa harus dia yang membayar kemarahan Marin.
Kenapa harus dia?
"Plak?"
Marin langsung menampar pipi Aluna dengan sangat kencang.
"DIAM KAU SIALAN!"
"Kau masih bersikap seperti kau tidak memiliki salah, kau itu sudah membuat keluarga ku rugi, tiba-tiba membatalkan pernikahan, aku sebagai seorang Ibu sudah sepantasnya memberikan pelajaran kepada anak tidak tahu diri seperti mu, karena sudah mempermainkan keluarga ku!"
"Sekarang kau mengatakan itu semua salah ku?"
"Dasar pelacur bajingan, apakah kau kira kau sudah bisa melawan ku karena kau jadi simpanan lelaki tua?"
__ADS_1
"Heh! aku sudah tahu, Freya mengatakan kau menjadi simpanan lelaki tua untuk menyambung hidup! menjijikkan sekali kau itu! Deffan saja sudah jijik padamu karena itu, mengingat bagaimana dia ingin menikahi mu saat lalu!"
"Menjijikkan! kotor!" bisik Marin tersenyum melihat Aluna yang terdiam karena tadi merasakan sakit di pipinya.
Aluna yang terdiam itu sedang berpikir, mengapa orang-orang jahat seperti kedua wanita yang ada di hadapannya ini selalu saja merasa berhak menghina orang lain.
Mengapa mereka seolah bisa menginjak-injak orang lain.
"Kenapa? aku tidak mengerti, benar-benar tidak mengerti! mengapa orang-orang yang benar-benar kotor seperti kalian tetap mendapatkan kenyamanan dan hidup dengan bebas!"
"Aku tidak murahan! aku menjaga kehormatan ku dan harga diriku, aku tidak pernah menjual diriku, mengapa kalian mengatakan aku murahan?"
"Ah, benar ... kalian mengatakan itu sebagai bentuk gambaran diri kalian, kalian merasa aku sama seperti kalian!"
Aluna tersenyum menghina dan pahit, rambutnya yang tadi sudah menutup rambutnya karena dia masih tertunduk segera terangkat dan melihat dengan lurus dan tajam.
Aluna menyeringai dan tersenyum pahit.
"Kali ini, aku tidak akan menahan diriku, apapun yang akan terjadi kepada kalian berdua setelah ini kalian harus ingat kata-kata ku ini ..."
"Jika kau Freya, MARIN, Kalian berdua akan menyesal sampai mati! aku bersumpah kalian akan menyesal dan membungkuk di hadapan ku!"
"AKU BERSUMPAH ITU AKAN TERJADI!"
Teriak Aluna menantang Marin, tetapi tetap ada air mata di pipinya menunjukkan betapa dia terluka oleh kata-kata kejam Marin, dan tamparan Marin tadi.
"Kau!" geram Marin ingin melukai Aluna lagi akan tetapi Freya langsung menahannya.
"Ibu mertua, sudah cukup, biarkan saja mereka melakukan sisanya, yang menyesal nanti juga adalah dia! Ayo kita pergi saja ..." seru Freya menarik tangan Marin.
Agar Marin tidak melakukan sesuatu yang akan merugikan mereka nanti.
"Heh, benar juga! kau akan menikmati pembalasan ku Aluna, kau akan menderita sampai kau akan memohon untuk mati! lihat saja!" bisik Marin lalu keluar dari ruangan gubuk itu.
.
.
__ADS_1
.
.