
"Tidak perlu, Mas Erlan. Kita berjalan dengan biasa saja tanpa perlu gandengan. Itu sudah cukup membuatku sadar akan kehadiran ku di sini, jadi jangan buat aku kembali menaruh harapan padamu," tolak Yoona dengan halus.
"Maupun kau menolaknya, tapi aku tetap akan menggenggam tanganmu, Yoona," bantah Erlan sembari merangkul erat tubuh istrinya.
Berjalan keluar, namun semua mata tertuju kepada mereka. Begitupun dengan Alice yang merasa tidak senang melihat kekasihnya bersama Yoona, ingin sekali ia berontak, namun keberadaan Papa Agra di tempat membuatnya tidak bisa melakukan banyak hal.
"Apa semuanya sudah hadir? Kami belum terlambat, kan?" tanya Erlan sembari tersenyum manis saat melirik wajah Yoona di sampingnya.
"Tentu saja, Nak. Kalian belum terlambat. Ya sudah ayo duduk dulu, agar pembukaan acara bisa kita mulai," sahut Papa Agra dengan sangat gembira.
Seorang MC acara yang langsung menyambut para semua tamu, beserta ia akan memperkenalkan anggota pendatang di dalam keluarga itu. Namun terlebih dahulu, pembawa acara memberikan sambutan kepada Ernio Marcello Agra, hingga sambutan tepuk tangan meriah terdengar seiring ia berjalan ke atas pentas.
"Baiklah semuanya, dan terima kasih untuk keluargaku karena kalian sampai membuat pesta ini untuk menyambut kedatanganku kembali, sungguh ini menyenangkan. Namun, aku juga sangat bahagia sekali bisa memiliki keluarga tambahan yaitu kakak iparku sendiri. MC, sekarang giliranku yang menyambut kakak iparku sendiri. Kau tidak masalah, kan?" tanya Ernio dengan menggunakan pengeras suara, dan hanya dijawab anggukan oleh pembawa acaranya.
"Baiklah, dan untuk sekali lagi aku mohon agar kakak iparku, Yoona Adelia untuk maju bersama denganku sekarang," ajak Ernio dengan sengaja.
Rasanya tidak ingin sekali untuk naik ke atas pentas, namun banyak orang menatapnya hingga tidak memikirkan cara yang lain. Saat Yoona berjalan para tamu memberikan tepuk tangan dan bahkan ada yang membisik tentang kecantikannya yang terlihat sempurna.
Dengan sengaja Ernio mengulurkan tangannya sembari tersenyum, hanya demi untuk bisa terlihat romantis di depan Yoona.
"Terima kasih telah mau untuk ikut ke atas bersama denganku, Yoona," bisik Ernio dengan sengaja.
__ADS_1
"Baiklah semuanya. Ini dia kakak iparku, Yoona Adelia! Sangat cantik, bukan? Dia menjadi inspirasi untukku, dan sekaligus aku sangat berharap bisa memiliki istri seperti dirinya," ucap Ernio dengan keras.
Membuat Alice semakin heran saat kembali melihat Ernio yang berusaha seperti ingin mendekat. "Aneh! Di setiap kesempatan dia selalu berusaha untuk memanggil atau sekedar menyebut nama Yoona. Bahkan matanya terlihat tulus menatap wajah Yoona. Ini sudah sangat jelas jika Ernio memiliki perasaan yang dalam. Baguslah, aku harus memberitahukan hal ini kepada Erlan."
Berbeda dengan Erlan yang berusaha untuk tidak terlihat cemburu, meskipun ia sedikit kesal saat Ernio menggenggam tangan istrinya. Demi menjaga citra baiknya, ia tetap tersenyum sembari ikut bertepuk tangan.
Berjalan mendekati Yoona, dan membawa Yoona kembali dengan sangat baik. Semua orang berpikir jika kehadiran Yoona disambut seperti ratu di dalam keluarga ini, bahkan terdengar banyak pujian dan rasa iri dari para wanita yang ingin sekali berada di posisi Yoona.
Hal itu semakin membuat Alice kesal, namun ia tidak bisa melakukan banyak hal di saat pesta pembukaan tiba.
"Wah ... terlihat sangat indah sekali keluarga dari Agra Group ini ya, teman-teman. Baiklah, sekarang kita akan memasuki sesi berpesta. Di mohon untuk para hadiri agar menggandeng setiap pasangan untuk pesta kali ini!" kata MC acara.
Namun tiba-tiba, Papa Agra menaikkan sebelah tangannya ke atas dengan isyarat untuk memberikan kesempatan baginya berbicara.
"Terima kasih banyak kalian semua sudah mau hadir di dalam pesta ini. Awalnya saya berpikir ini hanyalah sekedar pertemuan kecil-kecilan, tapi ternyata Emma—putri bungsu saya justru ikut mengundang para tamu-tamu penting, dan itu cukup membuat saya bahagia dengan kejutan ini dari Emma. Namun, sebelum kita memulai pesta dansa, aku hanya ingin memperkenalkan seorang wanita istimewa yang selama ini sudah mendampingi saya selama dua tahun. Awalnya kami tidak memiliki keberanian untuk memberitahukan hal ini, tapi sekarang tentang saja tidak karena saya hanya akan hidup menua bersama dengannya. Termasuk tanggal pernikahan yang nantinya akan menyusul saya bagikan. Inilah dia, calon mama dari anak-anak saya, Mama Geisha! Selamat datang di keluarga barumu, Sayang."
Papa Agra terlihat begitu romantis sampai banyak orang yang ikut bahagia atas perkenalan itu, namun tidak dengan ketiga anak-anaknya yang saling terdiam dengan perasaan yang kacau.
"Mama Geisha? Jadi, selama ini calon mama baruku adalah ibunya Malvin? Oh tidak ... Papa tidak boleh sampai menikah dengan wanita itu, apalagi aku tidak mau memiliki saudara seperti Malvin," batin Erlan sampai membuatnya mengepalkan tangan terlebih saat melihat Malvin dari jarak jauh yang begitu terlihat bahagia.
"Kurang ajar! Dia melangkah lebih dulu daripada diriku. Tapi, lihat saja, Malvin. Keputusan ini tidak akan berakhir lebih mudah, terlebih kau hanya akan merasakan sakit setelah menjadi saudaraku," batin Ernio yang ikut-ikutan begitu tidak rela.
__ADS_1
Berbeda dengan Emma yang hanya terdiam meskipun ia masih kebingungan dengan siapa wanita itu, namun ia menyadari jika kedua kakaknya saling tidak menyukai saat papanya memperkenalkan ibu baru.
Tidak dengan Emma yang ikut bertepuk tangan saat mendengar kabar terbaik, meskipun ia sudah mengetahui yang sebenarnya, tetapi ia bahagia atas kebahagiaan mereka.
"Aku akan menjagamu seperti janjiku pada Malvin, Mama Geisha. Kau tidak akan sendirian di keluarga ini, karena aku akan bersamamu," batin Yoona.
Belum sempat Papa Agra menutup sambutan, tetapi justru Ernio dan Erlan pergi menjauh dari semua orang. Hal itu terlihat jelas di mata mereka yang tidak menerima akan semua ini. Banyak tamu yang melihat perbedaan di raut wajah mereka. Namun, Papa Agra tidak memikirkan terlalu jauh terlebih ia tidak ingin mengecewakan banyak tamu.
"Ayo kita lanjutkan untuk berdansa semuanya!" teriak Papa Agra diiringi dengan musik yang romantis.
Membuat Yoona ingin segera menyusul suaminya, namun justru Alice lebih dulu menariknya dari keramaian.
"Lepaskan tanganku, Alice. Apa maumu sekarang?" tanya Yoona.
"Sekarang hanya kita berdua di sini saja, tapi aku sama sekali tidak mengerti saat melihat wajahmu yang juga bahagia atas kabar terbaru dari Papa Agra. Apa mungkin kau sudah tahu hal ini sejak lama, tapi tidak memberitahukan kepada Erlan?" tanya Alice dengan penuh tuduhan.
"Mau aku tahu ataupun tidak, itu bukanlah urusan bagimu, Alice. Kau hanya tamu di sini, tapi aku menanti rumah ini," tegas Yoona lalu berjalan pergi tanpa memikirkan amarah Alice.
"Kurang ajar! Jika saja ini bukan di rumah Erlan, maka aku akan memastikan untuk membuat dirimu menderita, Yoona," gerutu Alice dalam batinnya.
Yoona berusaha menyusul Erlan, namun lebih dulu ia melihat Ernio yang sedang terduduk dalam kecemasan. Berjalan mendekat sembari ikut duduk bersama.
__ADS_1
"Kau baik-baik saja?" tanya Yoona, namun pertanyaannya itu langsung disambut senyuman yang hangat.
"Aku baik, tapi kau sampai begitu mencemaskan diriku hingga menyusul ku ke sini, Yoona." Ernio mulai besar kepala.