
Episode 139 : Hanya aku seorang.
.
.
Di kediaman Edgar Brown,
"Zrash!"
Terdengar suara air keluar dari bathtub dimana Aluna dan Edgar sudah masuk kedalam nya.
Mereka sedang berhadapan satu sama lain sekarang, dimana keduanya sudah tidak mengenakan pakaian sama sekali.
Aluna masih merasa sangat malu, sehingga tangan mungil nya masih menutupi dadanya dengan cara menyilang.
Mata Edgar yang tajam itu masih saja melihat bekas tali tambang di pergelangan tangan istrinya, wajahnya benar-benar serius sekali dan hatinya akan semakin sakit jika membayangkan apa yang telah terjadi kepada istrinya kemarin.
Dengan lembut tangan Edgar meraih tangan istrinya.
Lalu ia kecup pergelangan tangan istrinya yang membiru itu.
"Cup!"
"Sayang, ingatlah jika yang menggenggam tangan mu, yang menyentuh mu hanya suami mu sendiri, jangan mengingat kejadian kemarin."
"Ingatlah jika kau hanya pernah disentuh oleh ku, suami mu sendiri ... ingatlah jika tubuh mu hanya pernah dilihat oleh ku, suami mu sendiri ..."
__ADS_1
Raut wajah kesedihan dan suara yang bergetar hebat, Edgar mengecup tangan istrinya berkali-kali.
Tangannya meraih pinggang istrinya dan membuat nya duduk di pahanya lagi, Edgar mendekap istrinya erat sekali tetapi wajah mereka berhadapan sekarang.
"Kau hanya milikku, aku ingin kau tahu jika yang menyentuh mu hanya aku seorang, tolong jangan menderita karena hal yang terjadi kemarin, ingatlah setiap sentuhan ku dan lupakan setiap hal buruk itu!"
"Jika aku melihat mu menderita, hatiku sakit sekali, berjanjilah kau hanya akan mengingat sentuhan ku, aku sudah menghabisi mereka semua dengan tangan ku sendiri, suami mu ini sudah melindungi mu dan akan terus Melindungi mu ..."
"Berjanjilah ..."
Edgar berbisik lembut sekali, tangannya tetap melingkar di tubuh istrinya namun matanya menatap dekat sekali dengan wajah Aluna.
Aluna yang mendengar merasa sangat tersentuh.
Edgar sengaja melakukan ini semua agar dia melupakan apa yang terjadi kemarin, Edgar kelihatan lebih takut jika saja Aluna memiliki trauma dan akan menderita jika mengingat hal itu.
Walau memang tidak ada yang terjadi akan tetapi, Aluna memang jadi merasa takut melihat lelaki asing.
"Tes!"
Tanpa sadar, air matanya mengalir lagi, dia meraih kedua pipi suaminya dan dia menganggukkan wajahnya.
"Maka buatlah aku melupakan nya, buat aku hanya mengingat sentuhan suami ku saja, aku juga tidak ingin mengingat hal buruk itu, tolong buat aku melupakan nya ..." balas Aluna menangis sesenggukan.
Saat mendengar itu, Edgar dengan sangat lembut meraih dagu istrinya dan langsung menyesap bibirnya.
"Aku mencintaimu, aku mungkin tidak mengatakan nya dengan benar, tetapi aku benar-benar mencintai mu, aku mencintaimu sampai rasanya aku akan gila!"
__ADS_1
Bisik Edgar kemudian melakukan olahraga panas pagi itu.
Dia ingin istrinya melupakan hal buruk itu, dan hanya akan mengingat sentuhan nya saja.
Dia tidak akan bisa menerima jika istrinya akan bermimpi buruk karena para lelaki sampah yang sudah ia habisi itu.
.
.
Pagi itu, hati mereka menyatu lebih erat lagi, Aluna merasakan cinta yang luar biasa dari suaminya.
Bagaimana hatinya menjadi sangat hangat ketika tahu, Edgar jauh lebih takut dari dirinya sendiri jika saja dia bermimpi buruk karena apa yang terjadi kemarin.
Selama ini Edgar mungkin terkesan sangat memaksa, posesif dan arogan, tetapi Aluna mengerti jika luka yang diterima oleh Edgar dimasa lalu membuat nya lebih takut kehilangan Aluna.
Olahan panas itu terjadi sekitar 30 menit, Aluna sedang hamil muda, tidak boleh melakukan itu dalam waktu yang lama.
Walaupun begitu, Edgar bisa menyampaikan hatinya lebih dalam dan intim.
"Mulai hari ini aku akan lebih sering melakukan nya, aku akan menyentuh istriku lebih sering, memeluk istriku lebih sering, mencium istriku lebih sering, agar yang kau pikirkan hanya aku seorang!" bisik Edgar mengecup tengkuk istrinya yang sekarang ini sudah duduk di tepian ranjang.
Edgar sedang mengeringkan rambut basah istrinya itu.
.
.
__ADS_1