
Episode 153 : Aku terlalu mencintaimu.
.
.
Saat menyadari suaminya sudah masuk ke dalam kamar, Aluna hendak bangkit dan berjalan ke arah sofa yang ada di kamar itu juga.
Tapi Edgar langsung menghentikannya.
"Tidak perlu, suami imut mu ini akan memberikan kamu makan ... istriku baru saja memuji ku imut, bukankah aku harus berterimakasih?" bisik Edgar menghentikan Aluna.
Dimana Edgar langsung meletakkan makanan di atas meja pinggir ranjang dan ...
Dia menarik sebuah kursi untuk bisa tepat ada di sisi ranjang itu dan duduk di sana.
"Tapi ... kita tidur disini, bagaimana jika makanan nya jatuh? lebih baik makan di sana saja ..." seru Aluna dengan wajah menggemaskan dan bibirnya di-manyunkan.
Jika Aluna mencoba mengambil perhatian atau membujuk seseorang ekspresi nya memang akan terlihat seperti kelinci yang sangat menggemaskan.
Ketika itu, jemari Edgar segera meraih bibir isterinya dan di usap nya dengan sangat lembut bibir itu.
"Sayang ... tenang saja, tidak akan ada yang jatuh dari bibir mu ini, karena aku akan mengurusnya untuk mu ... suami mu yang imut ini akan mengurus semuanya," bisik Edgar tersenyum menyeringai.
Edgar sedikit kesal saat ia dipanggil imut, seorang lelaki memang tidak terlalu suka di panggil imut, mereka lebih suka dipanggil kuat dan sangar.
Ekspresi Edgar sekarang sungguh jauh berbeda dari Edgar yang pipinya merona ini, sekarang Edgar terlihat seperti seekor singa yang hendak menerkam.
"Glek!"
Aluna menelan salivanya kuat dan dia tanpa sadar menuruti suaminya begitu saja, dia duduk dengan benar di atas ranjang dan Edgar menyuapi nya.
"Hap!"
__ADS_1
Saat satu suapan makanan masuk ke dalam mulut nya, mata Aluna melebar, dia merasa masakan suaminya sangat enak.
"Enak sekali ... aku juga tidak mual karena aroma nya, kenapa bisa enak sekali?"
Aluna seperti mendapatkan semangat nya kembali, makanan yang dibuat oleh suaminya dengan sepenuh hati itu memberikan energi untuknya.
"Ho ho! tentu saja sangat enak, ini makanan aku yang buatkan, di dunia ini hanya istriku saja yang bisa merasakan nya, jadi ini adalah makanan paling enak, paling mahal dan paling berharga di dunia! HA HA HA!"
Edgar dengan sangat bangga memperkenalkan masakannya yang ia klaim sebagai yang termahal di dunia itu.
"Pffftttt ..."
Aluna tertawa pelan saat mendengar itu, entah mengapa dia merindukan sisi ini dari suaminya.
Mungkin Aluna tidak sadar jika dia telah menyukai segala sesuatu yang ada pada suaminya, bahkan saat suaminya membanggakan diri pun, Aluna tertawa.
"Sayang, Kenapa tertawa? apakah kau meragukan masakan ku?" gerutu Edgar dengan dahi yang mengernyit dan ekspresi yang menuntut.
"Hari ini juga aku sangat senang, walau Ayahku belum siuman tapi kau datang dan meminta ijin pada Ayahku, kau juga datang bersama ku ke makam Ibuku ..."
Aluna yang tadi memejamkan matanya karena tertawa kemana membukanya lebar, sehingga mata bulat nya itu menatap langsung ke mata suaminya.
Mereka saling bersitatap sekarang ini.
"Aku merasa sangat senang sampai aku takut ini adalah mimpi, aku sangat senang kau berada di sisiku dan melakukan yang terbaik untukku ... aku sangat senang karena kau memberikan perlindungan yang aku butuhkan, intinya aku sangaaaaattt bahagia, terimakasih suami ..." seru Aluna entah mengapa merasa terharu sekali.
Sungguh perasaan Aluna selama kehamilan muda nya ini bagaikan rollercoaster, kadang kesal, bahagia dan terharu.
Edgar yang mendengar itu kemudian meletakkan wadah makanan yang masih ada di tangannya ke atas meja ...
Dia kemudian meraih dagu isterinya dan menghadapkan wajah mereka berdekatan.
"Sayang ... aku lah yang harus berterimakasih karena telah datang di saat-saat terpuruk ku, kau itu adalah harta paling berharga untukku, ini belum seberapa ..."
__ADS_1
"Di hari-hari berikutnya, aku tidak akan membuat mu merasa kesepian dan tertinggal, aku akan membuat mu menjadi wanita paling bahagia di dunia ..."
"Kau tahu kan aku selalu memegang kata-kata ku ..." bisik Edgar tersenyum lalu mulai mengecup wajah istrinya.
"Cup!"
Ciuman itu sangat lembut, seperti cahaya rembulan menyinari malam.
Dengan nafas yang panas Edgar mulai maju dan kemudian tanpa sadar, dia sudah ada di atas ranjang dan mendekap istrinya dengan sangat erat.
"Uhmmm ... tu ... tunggu, aku baru saja makan, juga aku hamil muda jadi ..." belum selesai Aluna melanjutkan ucapannya.
Tangan Edgar segera mengusap bibir istrinya dan dia tersenyum begitu lembut.
"Ya sayang, aku tahu ... aku hanya ingin mencium dan memeluk mu saja, mungkin aku sudah terlalu mencintaimu, karena itulah hanya dengan memeluk mu dan mencium mu hatiku sudah penuh dan hangat ..." balas Edgar semakin mengeratkan pelukannya.
Saat itu sudah jam 3 pagi, mereka berpelukan dengan sangat erat satu sama lain.
Sebelum esok hari mereka kembali ke kampung halaman Edgar.
.
.
.
Author : Maaf ya kemarin curhat, nanti akan aku hapus pengumuman nya jika sudah baikan. 🤍
Btw agar kalian tidak menunggu, jadwal update jadi 1 kali dua hari saja yaa ...
Yang mengatakan agar aku dengan segera menyelesaikan novel ini terimakasih atas saran nya ya, aku sedang berusaha melakukan nya, semoga bisa selesai sebelum akhir bulan.
Terimakasih juga atas dukungannya semuanya, terharu aku baca balasan komentar kalian 😭
__ADS_1